Kamis, Januari 27, 2022
BerandaBerita TerbaruGW Ori Mengorbit 3 Bintang Sekaligus, Berhasil Ditemukan Para Astronom

GW Ori Mengorbit 3 Bintang Sekaligus, Berhasil Ditemukan Para Astronom

GW Ori mengorbit 3 bintang tampaknya menjadi salah satu bahan perbincangan sebagian orang. Pasalnya para ilmuwan tengah mencari sebuah planet yang mengorbit 3 bintang.

Baca juga: Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti Ini Dijuluki Monster

Selain itu, mereka menemukan beberapa kemungkinan petunjuk di sistem lain, seperti Ji Ji Tao yang terletak hingga 450 tahun cahaya dari planet Bumi. Akan tetapi beberapa peneliti juga menyebutkan jika celah di bagian cincin debu gas GW Ori menjadi contoh yang paling menarik.

Objek GW Ori Mengorbit 3 Bintang

Sejak tahun lalu, dengan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) dan VLT (Very Large Telescope) dari European Southern Observatory, para astronom telah berhasil menemukan suatu sistem bintang yang cukup menarik.

Berdekatan dengan konstelasi orion hingga 1.300 tahun cahaya dari Bumi yang merupakan sistem bintang baru lahir, GW Ori. Sedangkan di bagian tengah-tengahnya terletak tidak hanya satu bintang saja, melainkan tiga bintang muda.

Cakram debu dan gas di sekitaran GW Ori mengorbit 3 bintang memang berbeda karena memiliki celah yang lebih misterius dan cakram jadi dua bagian. Sistem tersebut juga dikelilingi oleh piringan besar, hampir sama seperti piringan cincin Saturnus.

Baca juga: Bintang Terbesar di Alam Semesta, Kalahkan Raksasa Matahari Kita

Selain itu, awan dan gas yang mengelilingi sistem bintang muda itu mampu untuk membentuk planet baru. Akhirnya astronom mengkonfirmasi keberadaan planet raksasa yang mengorbit 3 bintang itu secara sekaligus.

Ketidaksejajaran Tarikan Gravitasi Sistem

Dalam cincin GW Ori mengorbit 3 bintang ada debu dan merupakan permulaan dari planet luar tata surya muda atau exoplanet. Ini menjadi tanda bahwa adanya ketidaksejajaran dari sebuah tarikan gravitasi sistem.

Sementara menurut Stefan Krause dari University of Exeter yang menjadi penulis utama studi itu pun mengatakan bahwa cincin pada bagian dalam itu banyak mengandung debu guna membangun hingga 30 Bumi dan membentuk planet dalam cincin.

Dari sekelompok terpisah juga menjelaskan bahwa sistem bintang sejak Mei lalu di The Astrophysical Journal Letter tercatat bahwa ada ketidaksejajaran disebabkan karena adanya sebuah planet.

Lebih lanjut lagi, menurut rekan penulis studi yang kedua yaitu Nienke van Der Marel di dalam pernyataan yang serupa juga mengatakan jika tarikan gravitasi dari 3 bintang tidak bisa menjelaskan antara ketidaksejajaran besar yang akan diamati.

Teleskop Survei Satelit Transit Exoplanet

GW Ori mengorbit 3 bintang tampaknya jarang sekali ada di alam semesta dan sebelumnya memang belum pernah terjadi. Bahkan beberapa tim juga telah menggunakan ALMA di Chili untuk memastikan dan menemukan temuan.

Sedangkan sejauh 2019 lalu, ilmuwan dari Harvard center of Astrophysics rupanya menggunakan sebuah teleskop Survei Satelit Transit Exoplanet. Ini akan menemukan sebuah planet LTT 1445 A b dengan tiga bintangnya hingga 22 tahun cahaya dari Bumi.

Pada waktu itu, para ilmuwan menggunakan beberapa susunan teleskop dan melihat orbit 3 bintang selama 11 tahun lamanya. Akhirnya mereka menemukan bahwa semua yang ada di sebuah bidang berbeda itu tidak sejajar.

Sementara penelitian lanjutan masih perlu guna memastikan apakah akan ada planet potensial walaupun bukti masih menunjukkan keberadaan. Pada 2016 exoplanet kepler-1647b berhasil terungkap dan merupakan bagian dari sistem bintang ganda.

Model Lebih Rinci

Sistem GW Ori mengorbit 3 bintang kini memiliki model lebih rinci dan para ilmuwan dan peneliti percaya apa alasan sebenarnya di balik kesenjangan itu. Karena adanya kesenjangan yang meningkatkan torsi gravitasi dari 3 bintang itu mungkin telah berhasil menciptakan celah.

Baca juga: Asteroid 2016 AJ193 Melintasi Bumi Hari Ini, Lebarnya 1,4 Kilometer

Para peneliti dan ilmuwan dari University of Nevada juga mengatakan menurut sebuah kertas yang ada di Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society. Mereka mengatakan jika pembentukan planet di awan gas mungkin telah menjadi kesenjangan itu.

Kemungkinan besar itu adalah sebuah bukti pertama dari lubang pengeboran planet yang melingkar secara real time. Seperti halnya yang telah penulis utama makalah di University of Nevada Las Vegas yakni Jeremy Smallwood katakan.

Meski planet tidak terlihat, namun para ilmuwan percaya bahwa pembentukan dari GW Ori mengorbit 3 bintang menjadi penjelasan terbaik. Termasuk juga untuk lubang misterius di dalam awan debu tersebut. Kemungkinan besar pula para astronom sudah menemukan planet “bayi” yang usianya jutaan tahun.(R10/HR-Online)

- Advertisment -