Kamis, Desember 9, 2021
BerandaBerita NasionalHarapan Diaspora Indonesia di Hari Sumpah Pemuda ke-93

Harapan Diaspora Indonesia di Hari Sumpah Pemuda ke-93

Apa saja harapan diaspora Indonesia di hari Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun ini? Seperti kita ketahui bahwa peringatan Sumpah Pemuda ke-93, tentu saja bukan hanya diperingati di tanah air. Namun, para pemuda Indonesia yang berada di luar negeri, juga ikut merasakan semangat Hari Sumpah Pemuda.

Diaspora Indonesia atau nama lainnya orang Indonesia perantauan adalah orang-orang dengan keturunan Indonesia yang tinggal di luar tanah air.

Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda ke-93, Arti Tema dan Logo Peringatan 2021

Adapun istilah ini berlaku bagi orang-orang yang lahir dan berdarah Indonesia, yang bermigrasi atau berganti kewarganegaraan.

Istilah diaspora Indonesia dapat juga diberlakukan untuk orang-orang yang menetap sementara di negara lain. Seperti untuk kebutuhan belajar, bekerja, juga berwiraswasta.

Harapan Diaspora Indonesia di Melbourne, Roma, dan Belanda

Menimba ilmu di luar negeri dengan harapan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tanah air tercinta kelak, tentu merupakan tugas mulia.

Namun, para pelajar Indonesia harus bersaing ketat untuk masuk ke universitas tertentu di luar negeri. Sebab, tentu saja saingan masuk ke universitas tersebut dari berbagai penjuru dunia.

Nantinya, mereka dapat dikategorikan sebagai salah satu tonggak peradaban bangsa Indonesia di masa depan.

Lantas apa saja gagasan dan harapan para diaspora Indonesia dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 ini? Berikut wawancara eksklusif HR Online dengan beberapa Diaspora Indonesia.

Tiara Gusman (Mahasiswa S2 Managemen Pendidikan, Monash University, Melbourne, Australia)

Tiara Gusman (33), perempuan asal Cirebon ini menyoroti tentang kualitas pendidikan Indonesia dalam konteks kancah Internasional. Ia membeberkan pandangannya dari sudut pandang pelajar. 

Dalam hari Sumpah Pemuda tahun ini, harapan Tiara yang merupakan diaspora Indonesia adalah kualitas pendidikan Indonesia semakin meningkat.

“Supaya bisa menghasilkan lulusan sekolah yang bersaing tingkat internasional,” papar mahasiswa S2 yang merangkap ibu rumah tangga ini, lewat pesan whatsapp, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga : Karta Cisarua Tasikmalaya Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Atas Bukit

Lebih lanjut penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini menuturkan, bahwa Hari Sumpah Pemuda salah satu ikrarnya adalah untuk menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

“Tapi, bukan berarti kita anti dengan bahasa asing. Karena nyatanya di era globalisasi, global competence itu perlu. Salah satunya kemampuan berbahasa asing yang baik,” tutur alumnus Fikom Unpad.

Menurutnya, siswa Indonesia terkenal pinter. Akan tetapi, kemampuan bahasa yang kurang maksimal bisa jadi kendala di pergaulan internasional.

Selain segi kemampuan bahasa, ia pun berharap pada pemerintah Indonesia, agar suatu saat ada aturan khusus yang melindungi pelajar Indonesia di luar negeri. 

“Sebab di negara-negara tertentu, terdapat beberapa kasus-kasus. Yang mana pelajar Indonesia tidak terjamin keamanannya,” ungkap Wakil Ketua Tim Rancangan UU Perlindungan Pelajar dan Hukum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia.

Bilal Dewansyah (Mahasiswa Program PhD Bidang Hukum di Leiden Law School, Leiden University, Belanda)

Harapan di Hari Sumpah Pemuda dari diaspora Indonesia lainnya, adalah dari Bilal Dewansyah (39) atau lebih akrab disapa Kang Bibing.

Bilal merupakan mahasiswa Program PhD (Doctor of Philosophy),di Van Vollenhoven Institute for Law, Governance, and Society, Leiden Law School, Belanda.

Kang Bibing yang juga dosen Hukum Ketatanegaraan Fakultas Ilmu Hukum Unpad ini, tengah melaksanakan tugas belajar di Leiden sejak Januari 2020 lalu.

Mantan Ketua Umum Lembaga Pengkajian Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD) Unpad ini, adalah penerima beasiswa LPDP.

Sementara berkaitan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang ke-93, Bilal besar menyimpan harapan baik pada Diaspora Indonesia maupun bangsa Indonesia pada umumnya.

Melalui pesan suara whatsapp, HR Online berhasil menyerap gagasan calon penerima gelar akademik tertinggi bidang ilmu hukum dari Leiden University ini.

Ia yakin, jiwa nasionalisme para Diaspora Indonesia walaupun berada di luar negeri, tetap masih kuat sekali dan semoga tetap terjaga.

“Sedikit apapun yang kita lakukan, mungkin kita berikan kontribusi pada saudara-saudara kita di tanah air. Kontribusi tersebut dalam bentuk apapun, dan tidak harus materi,” paparnya, Rabu (27/10/2021).  

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan semangat, agar teman-teman yang berada di Indonesia tetap diberikan kekuatan. Terlebih dalam menghadapi cobaan yang terjadi dalam 2 tahun terakhir ini (pandemi Covid-19).

“Semoga sebagai bangsa kita tetap kuat dan bisa bangkit lagi seperti dulu. Dan semoga kami yang berada di luar negeri ini, masih tetap dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa ke depan,” harapnya.

Lebih lanjut peneliti hukum pengungsi Indonesia ini menambahkan, bahwa ia yang hanya tugas belajar, maka selesai dari tugas pasti akan kembali mengabdi ke tanah air.

“Salam Diaspora, salam satu bangsa. Dan semoga kita tetap selalu bisa membangun bangsa bersama-sama. Tetap semangat!,” pungkasnya.

Meilia Irawan (Mahasiswa Program Studi Lintas Agama, Roma, Italia)

Meilia Irawan (31), diaspora Indonesia asal Lampung ini juga mempunyai harapan dan gagasan di Hari Sumpah Pemuda.

Mei gadis asal Lampung ini adalah penerima Beasiswa Russell Berrie dalam Young Future Interfet Leader, untuk Dialog Lintas Agama Internasional.

Melalui pesan suara whatsapp, ia mengatakan bahwa pemuda adalah agen perubahan sosial.

Sehingga menurutnya, pemuda mempunyai kekuatan untuk “berbicara”, memberikan gagasan, bahkan untuk mengubah tatanan masyarakat.

Harapan Diaspora Indonesia di Hari Hari Sumpah Pemuda ini, agar generasi pemuda Indonesia tidak kehilangan culture identitas dirinya.

Selain itu, jangan lupa untuk mempelajari kembali tentang sejarah Indonesia. Karena sejarah adalah tonggak dari sebuah peradaban.

I mean that, sejarah itu bisa membuat kita sadar insyaf dengan kekuatan kita sendiri,” papar pengajar bahasa Arab ini.

Ia menegaskan, bahwa bangsa Indonesia (pemuda) mulai harus beradaptasi dengan “Global Environment”, dan juga pemuda sebagai role model.

“Sejarah membuktikan, pemudalah agen perubahan sosial bagi bangsa ini melalui Sumpah Pemuda,” ucapnya.

Harapan lain dari diaspora Indonesia asal Lampung ini, agar generasi muda harus lebih aktif, harus punya karya, dan harus punya karakter. (Aan/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -