Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita BanjarWujudkan Jabar Bebas AIDS Tahun 2030, KPA Banjar Deklarasi Pentahelix

Wujudkan Jabar Bebas AIDS Tahun 2030, KPA Banjar Deklarasi Pentahelix

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- KPA Kota Banjar gelar deklarasi Pentahelix dalam rangka mewujudkan Jabar bebas AIDS 2030. Kegiatan virtual tersebut bersama forum warga peduli AIDS (WPA) Se-Jawa Barat di aula Diskominfo, Kamis (28/10/2021).

Asda Bidang Kesejahteraan dan Ekonomi, Agus Nugraha, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Menurut Ketua Forum WPA Jabar, Daniel K Ramadhan, situasi epidemi HIV dan AIDS di Jabar terus meningkat. Bahkan, populasinya menyebar hingga ke ibu rumah tangga.

Ia mengungkapkan, hingga Juni 2021 jumlah kasus warga yang terinfeksi HIV/AIDS di Jabar sebanyak 51.553 HIV dan 11.722 AIDS. 

Karena itu, keberadaan KPA dengan mitranya di daerah serta pemerintah perannya begitu penting dalam mewujudkan Jabar bebas AIDS di tahun 2030 mendatang.

“Tentu saja agar target itu terwujud, maka perlu adanya kolaborasi dari semua sektor, baik dalam peningkatan program maupun anggaran pencegahan serta penanggulangannya secara berkelanjutan,” katanya.

baca juga: Komisi I DPRD Kota Banjar Soroti Belum Cairnya Anggaran KPA

Pihaknya pun mendorong agar Pemda melakukan langkah nyata untuk mendukung program pencegahan serta penanggulangan HIV AIDS di Jabar dengan berbagai inovasi serta kolaborasi guna pemenuhan target SPM di bidang kesehatan.

Selanjutnya untuk percepatan penanggulangan tersebut melalui 3 zero, yakni tidak adanya infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak adanya stigma dan diskriminasi.

Pengelola Program KPA Banjar, Syahid Burhani, mengatakan, pihaknya akan menyampaikan data terbaru HIV AIDS setelah adanya proses validasi.

Saat ini, kata Syahid, pihaknya tengah menyiapkan proses verifikasi dan validasi data HIV/AIDS bersama Dinkes dalam waktu dekat ini. 

“Sekarang untuk anggaran penanganan sudah turun. Tahun ini Rp 50 juta. Besok rencananya kami baru lakukan validasi sama Dinkes,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)