Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita TasikmalayaKasus Kematian Sejoli di Tasikmalaya, Petugas Temukan Luka di Leher

Kasus Kematian Sejoli di Tasikmalaya, Petugas Temukan Luka di Leher

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Tim Forensik Polda Jabar melakukan otopsi terhadap 2 jenazah sejoli lelaki dan perempuan di Tasikmalaya, yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosan, wilayah Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Cisayong, Sabtu (23/10/2021).

Hasil pemeriksaan, tim forensik menemukan luka di daerah leher kedua sejoli tersebut.

Otopsi 2 orang jenazah sejoli ini di lakukan di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Mayat Sepasang Kekasih Dalam Kosan di Tasikmalaya, Ini Kata Kapolres

Kepala tim forensik Polda Jabar dr. Fahmi Arief Hakim mengatakan, pada saat pemeriksaan memang kondisinya sudah membusuk, sudah bengkak-bengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Ia menyebut, berdasarkan hasil kiriman dari penyidik, terdapat luka di tubuh kedua korban.

Namun kata Fahmi, otopsi ini dilakukan bukan hanya mencari sebab kematiannya, tetapi ada aspek-aspek yang langsung berhubungan dengan kekerasannya.

Meliputi dari arahnya, bentuk lukanya, kemudian juga apakah ada kesesuaian antara dugaan mode of death (modus kematian) dengan temuan dalam hasil pemeriksaan.

“Jadi pola lukanya kita periksa kemudian nanti dikasihkan ke polisi untuk diolah bersama-sama dengan penelitian hasil dari TKP,” katanya.

Lanjutnya, kedua sejoli di Tasikmalaya tersebut mengalami luka di daerah leher.

“Untuk detailnya ini sudah kita periksa mengenai polanya, bentuknya, kemudian penyebabnya. Nanti dihubungkan dengan olah fakta TKP,” ungkapnya.

Sehingga nanti bisa menjadi kesimpulan penyidik, apakah ini murni suatu tindakan pembunuhan, bunuh diri, atau memang kecelakaan.

Untuk saat ini pihaknya belum bisa sampaikan semuanya.

“Tapi yang jelas bahwa kita sudah otopsi untuk selain mencari sebab kematiannya, bagaimana pola-pola luka dan pola-pola kejadian yang bisa memprediksi untuk diambil kesimpulan tipe ataupun of deathnya,” pungkasnya. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -