Selasa, Desember 7, 2021
BerandaBerita PangandaranKuda Lumping di Kabupaten Pangandaran Akulturasi Budaya Jawa dan Sunda

Kuda Lumping di Kabupaten Pangandaran Akulturasi Budaya Jawa dan Sunda

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kuda lumping menjadi salah satu kesenian di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Namun tahukah Anda, kuda lumping di Pangandaran ini merupakan akulturasi budaya sunda dan jawa.

Saat ini kesenian kuda lumping punya eksistensi kuat di Pangandaran.

Dalam acara hajatan, sebagian masyarakat kerap menampilkan pentas kuda lumping.

Erik Krisnayudha Ketua Lembaga Adat Kabupaten Pangandaran menjelaskan, kesenian kuda lumping yang saat ini berkembang di masuk lewat daerah Cirebon.

Menurutnya, mayoritas masyarakat yang menikmati kesenian kuda lumping berada di daerah perbatasan suku sunda dan jawa.

“Masyarakat yang biasa menikmati kesenian kuda lumping ini di Kecamatan Mangunjaya,  Kalipucang dan Pangandaran,” ujar Erik Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Asal Mula Nama Madasari, Pantai Favorit Wisatawan Pangandaran

Ia mengungkapkan, orang Jawa menyebut kuda lumping, sedangkan orang sunda menyebutnya ebeg.

“Biasanya kesenian ebeg atau kuda lumping ini warga pentaskan dalam acara khitanan atau resepsi nikah,” jelasnya.

Pementasan kesenian ebeg atau kuda lumping di Kabupaten Pangandaran sama saja dengan di daerah lain.

Terdapat adegan tarian orang menunggangi kuda-kudaan berbahan anyaman bambu yang dirias mirip kuda asli.

“Ebeg ini mengkolaborasikan bunyi musik gamelan tradisional dengan gerakan drama yang mengandung unsur magis,” ungkapnya.

Suara gamelan yang bernuansa magis ini mempengaruhi para pemain yang seolah hilang kesadaran dan dikendalikan roh halus.

“Keunikan kesenian ebeg ini ada pada adegannya yang tidak terduga seperti, mengupas kelapa dengan gigi, memakan kaca dan menirukan gerakan binatang,” tandasnya. (Ceng2/R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -