Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita CiamisMenguak Sejarah Leuwi Ili, Lokasi Tewasnya Siswa MTs Cijantung Ciamis

Menguak Sejarah Leuwi Ili, Lokasi Tewasnya Siswa MTs Cijantung Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejarah Leuwi Ili Sungai Cileueur, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diungkap Johan J Anwari, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang tinggal di Desa Utama.

Leuwi Ili Sungai Cileueur jadi perbincangan hangat lantaran jadi TKP tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru Kecamatan Cijeungjing pada Jumat (15/10/2021).

“Puluhan tahun lalu ada yang namanya Kang Ili meninggal di sana, tapi bukan kejadian baru-baru ini,” kata Johan kepada HR Online, Sabtu (16/10/2021).

Johan menyebut, Kang Ili merupakan santri dari pesantren yang diampu oleh Kakek Johan.

“Dulu Leuwi Ili itu jadi tempat saya berenang waktu kecil. Daripada ke Tirta, ke Ciamis jauh ke kota, biasanya kita berenang di Leuwi Ili,” jelasnya.

Dari dulu, lanjut Johan, sudah banyak yang tenggelam di Leuwi Ili. Namun tidak sampai meninggal. 

“Biasanya bisa diselamatkan, kebanyakan perempuan yang suka tenggelam di sana, terpeleset, lalu kebawa arus,” katanya.

Menurut Johan, sebelum kejadian biasa mitosnya sering banyak ikan di lokasi kejadian. 

Menurut informasi yang HR Online dapatkan di lapangan, beberapa pemancing yang menyebutkan tiba-tiba saja banyak ikan di lokasi yang berdekatan dengan TKP sebelum para korban tewas. 

Johan melanjutkan, di Desa Utama, nama-nama Leuwi dikaitkan dengan korban tenggelam, seperti Leuwi IIlah, Leuwi Sumardi, dan Leuwi Japar.

“Leuwi Illah sendiri itu nama perempuan yang tenggelam di sana. Leuwi Sumardi juga memang ada yang namanya Sumardi meninggal tenggelam. Sama seperti Leuwi Ili dulu ada Kang Ili, santri pesantren Utama zaman kakek saya tenggelam dan meninggal,” katanya.

Terdapat Palung di Leuwi Ili yang Berbahaya

Sementara di Leuwi Ili, Johan menyebut terdapat palung yang berbahaya apabila ada yang terpeleset dan terbawa arus.

“Ada palung air di Leuwi ini, karena itu saya minta kepada pemerintah agar menutup saja Leuwi ini, dimatikan, diratakan saja,” katanya.

Johan mengimbau warga agar tidak bermain-main di Sungai Cileueur, apalagi pada hari Jumat.

“Ada pantangan di masyarakat, kalau hari Jumat itu jangan bermain-main di sungai. Warga Desa Utama biasa kalau ngaliwet itu hari Sabtu atau Minggu. Tidak hari Jumat. Ini agar hati-hati saja,” tandasnya.

Sementara itu sebelumnya diberitakan, 11 orang siswa MTS Harapan Baru Cijantung meninggal dunia karena tenggelam saat susur Sungai Cileueur. Dua orang lainnya masih dirawat di RSUD Ciamis.

Belakangan diketahui, kegiatan Susur Sungai tersebut tanpa izin dari pengurus pesantren Cijantung tempat para siswa tersebut menuntut ilmu. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)