Kamis, Desember 9, 2021
BerandaBerita BanjarPemkot Banjar Berencana Bangun Demplot Melon Inthanon

Pemkot Banjar Berencana Bangun Demplot Melon Inthanon

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Jawa Barat, berencana membangun demplot melon jenis Inthanon seperti yang dikembangkan oleh pondok pesantren Agribisnis Bustanul Ulum.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Agus Kostaman, mengatakan, rencananya untuk pengembangan buah melon jenis Inthanon menggunakan teknologi modern tersebut akan dilakukan oleh kelompok tani (Poktan) yang ada di Banjar.

Sehingga program tersebut bukan hanya dikembangkan oleh pondok pesantren saja, tapi juga bisa untuk memenuhi kebutuhan pertanian buah-buahan yang ada di Kota Banjar.

“Ke depan kita juga ingin mencoba mengembangkan melalui Poktan. Insyaallah kita mengusulkan agar ada green house seperti ini,” kata Agus Kostaman kepada wartawan usai panen raya di Green House Bustanul Ulum, Senin (25/10/2021).

Namun, kata Agus, sebelum itu pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pengkajian untuk mengusulkan anggaran pengembangan demplot budidaya buah melon Inthanon.

Baca Juga: Ponpes Bustanul Ulum Banjar Panen 1 Ton Melon Inthanon dan Wakatobi

Kajian tersebut menurutnya perlu dilakukan karena dari peninjauan budidaya menggunakan teknologi modern atau green house membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Meskipun, kata Agus, buah yang dihasilkan tersebut merupakan komoditas buah langka dan harga jualnya juga lebih tinggi. Hal ini jika dibandingkan dengan jenis melon yang lainnya.

“Buah ini komoditasnya bagus dan harganya lebih tinggi dibandingkan jenis melon yang lain. Tapi di sini biaya untuk proses produksinya juga tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, selain membutuhkan biaya yang tinggi saat ini untuk bibit buah melon tersebut juga masih langka. Sekarang budidaya melon yang sudah berjalan bibitnya berasal dari luar negeri atau hasil impor.

“Bibit buah ini bibit langka, produk impor. Mungkin ke depan kalau sudah berkembang bagus bibitnya mudah bisa untuk dikembangkan,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -