Kamis, Desember 9, 2021
BerandaBerita TerbaruPenemuan Planet 2M0437b, Planet Bayi yang Curi Perhatian Astronom

Penemuan Planet 2M0437b, Planet Bayi yang Curi Perhatian Astronom

Penemuan planet 2M0437b atau planet muda dilakukan oleh tim peneliti internasional langsung dari Universitas Hawaii. Dari hasil penelitian tersebut akhirnya dipublikasikan di Monthly notices of the Royal Astronomical Society. Seperti apa penemuan dan informasi seputar planet ini? 

Baca Juga: Satelit Pengintai Rusia Jatuh Ke Bumi dan Gagal Mengorbit

Penelitian dan Penemuan Planet 2M0437b Menurut Ahli Internasional

Banyak planet yang mengorbit bintang lain, namun planet bayi ini termasuk planet termuda yang lahir dan pernah diidentifikasi.

Memang sebelumnya penemuan ini dilakukan tim internasional, baik akademis, mahasiswa, hingga alumni University of Hawaii di Manoa. Menariknya, planet ini berada di pembibitan bintang atau awan taurus. 

Pembentukan Planet 2M0437b 

Perkiraan pembentukannya beberapa juta tahun lalu atau sekitar waktu yang sama dengan pulau-pulau utama Hawaii muncul dari lautan.

Planet tersebut bernama 2M0437b karena mengorbit bintang baru terpencil tahun 2018. Karena planet ini bayi atau muda, maka ia masih panas dari energi yang tercipta selama masa pembentukan.

Dalam siaran pers, para peneliti tersebut mengatakan bahwa suhunya sangat mirip dengan lava yang meletus di Gunung Kilauea. 

Observatorium Keck di Mauna Kea berguna untuk melacak bintang yang mengorbit planet tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa penemuan planet 2M0437b benar-benar bukan objek yang lebih jauh.

Peneliti membutuhkan waktu hingga 3 tahun dalam memastikan sejak bintang bergerak lambat saat melintas langit. Hal tersebut karena planet ini memiliki orbit yang jauh lebih lebar dari banyak planet lain di tata surya.

Bahkan jaraknya hampir 100 kali lebih jauh dari matahari dan Bumi. Hal ini menyulitkan dalam pengamatan tanpa teknologi adaptif baru. 

Baca Juga: Planet Ekstrasurya TOI-530b Temuan Terbesar Satelit NASA

Teleskop Kunci dari Maunakea

Menariknya, astronom menyukai pengamatan ini karena mudah terlihat dan usianya sangat muda. Ilmuwan berpendapat dapat mengamatinya selama bertahun-tahun dan mempelajarinya lebih lanjut.

Hal ini terkait bagaimana penemuan planet 2M0437b tersebut dan terbentuknya. Tak lain dengan teleskop Subaru di Maunakea yang menampilkan gambar planet bayi ini.

Bintang inang yang jauh lebih terang sebagian besar telah hilang. Sementara 4 puncak adalah artefak yang berasal dari optik teleskop. 

Penulis utama dan profesor di departemen Ilmu Bumi UH Manoa Eric Gaidos menyebut penemuan ini memang kebetulan.

Cahaya dari planet dapat memberikan informasi terkait komposisi dan asal dalam piringan gas maupun debu yang menghilang di sekitar bintang asal. 

Rekan penulis Michael Liu Astronom di IFA mengatakan bahwa dua teleskop terbesar di dunia, teknologi optk adaptif serta langit cerah Maunakea sangat bisa untuk meneliti penemuan ini.

Kita semua menantikan lebih banyak lagi penemuan dan studi rinci terkait planet-planet ini dengan teleskop masa depan. 

Mengumpulkan lebih banyak penelitian yang mendalam terkait penemuan planet 2M0437b tidak terlalu jauh.

Pengamatan berlangsung dengan teleskop luar angkasa seperti Hubble NASA dan teleskop luar angkasa James Webb yang segera meluncur.

Teleskop ini dapat mengidentifikasi gas di atmosfer dan mengungkap apakah planet memiliki cakram pembentuk bulan. 

Karena sejatinya bintang yang mengorbit 2M0437b terlalu redup apabila melihat dengan mata telanjang.

Planet muda dan bintang bayi lainnya di awan taurus hampir berada tepat di atas kepala pada jam sebelum fajar, yakni di utara bintang terang Hoku’ula dan timur gugus bintang Makali’i. 

Baca Juga: Penelitian Planet Hycean, Mendukung Kehidupan Alien

Penemuan Planet Lain

Selain penemuan 2M0437b, juga ada planet lain. Dari laboratorium Propulsi Jet NASA serta Universitas New Mexico menemukan planet TOI 1231b atau sebuah planet ekstrasurya mengelilingi katai M.

Salah satu ekstrasurya kecil terdingin teridentifikasi sejauh ini dengan atmosfer kisaran 330 Kelvin di 56,85 derajat Celcius.

Para peneliti NASA percaya bahwa TOI 1231b memiliki lingkungan hidrogen atau helium yang cukup tebal. 

Planet lainnya seperti HD110113c yang merupakan planet ekstrasurya mirip Neptunus terletak 347,8 tahun cahaya dari tata surya.

Para ilmuwan juga menemukan HD110113b dengan radius 2,05R dalam massa 4,55 M menggunakan fotometri TESS dan kecepatan radial HARPS dari program NCORES.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya penemuan planet 2M0437b saja, namun masih banyak planet-planet baru lainnya yang perlu penelitian secara lanjut oleh ilmuwan. (R10/HR-Online)

- Advertisment -