Kamis, Desember 9, 2021
BerandaBerita TerbaruPenemuan Uap Air di Bulan Jupiter Europa, Kali Pertama Dalam Sejarah

Penemuan Uap Air di Bulan Jupiter Europa, Kali Pertama Dalam Sejarah

Penemuan uap air di bulan Jupiter Europa oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA. Astronom mengungkap keberadaan uap air yang persisten. Namun secara misterius hanya terdapat di satu belahan Bumi.

Europa mempunyai lautan luas di bawah permukaan esnya. Hal tersebut kemungkinan menawarkan kondisi ramah untuk kehidupan. 

Hasil pengamatan ini memberikan pemahaman astronom mengenai struktur atmosfer bulan es. Selain itu, membantu menjadikannya sebagai dasar misi sains ke sistem Jovian.

Kemudian mengeksplorasi terhadap lingkungan setengah miliar mil dari matahari, dapat mendukung sumber kehidupan. 

Baca Juga: Planet Jupiter Dihantam Asteroid, Tertangkap Kamera Astronom Amatir

Misteri Penemuan Uap Air di Bulan Jupiter Europa

Mengutip nasa-gov, sebelumnya dilakukan pengamatan dari uap air di Europa. Lalu masih berhubungan dengan gumpalan yang meletus lewat es. Misalnya saja gambar yang dihasilkan Hubble tahun 2013.

NASA membandingkan gumpalan tersebut dengan geyser. Namun ternyata mereka memanjang lebih dari 60 mil di atas permukaan satelit. 

Hasil terbaru berupa analisis gambar dan spektrum arsip Hubble. Menghasilkan penemuan uap air di atmosfer Ganymede, di bulan lain Jupiter, oleh Lorenz Roth dari KTH Royal Institute of Technology, Fisika Luar Angkasa dan Plasma di Swedia.

Akan tetapi, deteksi penemuan uap air di bulan Jupiter Europa ini sangat mengejutkan. Pasalnya, terdapat kelimpahan uap air daripada di Ganymede. Padahal suhu permukaan Europa lebih rendah daripada Ganymede. 

NASA menambahkan jika Europa mempunyai permukaan halus. Terdapat kerak es yang padat. Bahkan terlihat seperti kulit telur yang retak. 

Interiornya terdapat lautan global dengan air lebih banyak daripada yang ditemukan di Bumi. Kemungkinan bisa menampung kehidupan seperti yang kita kenal. 

Baca Juga: Dampak Jika Matahari Mati untuk Bumi dan Kehidupannya di Masa Depan

Pengamatan Hubble’s Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS)

Pengamatan Hubble mulai 1999 hingga 2015 menunjukkan jumlah uap air yang sama tersebar di area lebih luas dari Europa. Hal ini menunjukkan kehadiran jangka panjang dari atmosfer uap air hanya di belahan Europa saja. Termasuk bagian penemuan uap air di bulan Jupiter Europa tersebut. 

Gerak bulan di sepanjang orbitnya selalu berlawanan arah. Penyebabnya adalah asimetri antara belan depan dan belakang. Namun fenomena ini tidak sepenuhnya dapat dipahami.

Europa lebih banyak memantulkan sinar matahari daripada Ganymede. Kemudian menjaga permukaannya hingga 60 derajat Fahrenheit lebih ringan daripada Ganymede. 

Pada siang hari, suhu tertinggi di Europa berkisar -260 derajat Fahrenheit. Bahkan bisa mencapai suhu yang lebih rendah.

Berdasarkan pengamatan baru, terdapat air es yang menyublim. Lalu langsung berubah dari padat menjadi uap tanpa melalui fase cair. Kejadian tersebut berlangsung dari permukaan Europa, misalnya saja di Ganymede. 

Sinar matahari menjadi penyebab permukaan es menyublim. Lalu bertransisi langsung menjadi gas. 

Tampak dalam gambar Hubble menunjukkan pemandangan bulan dalam warna yang sempurna. 

Roth menganalisis kumpulan data arsip Hubble. Dia memilih pengamatan ultraviolet Erupa dari 1999, 2012, 2014, dan 2015. Ketika bulan berada di berbagai posisi orbit. 

Hubble’s Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS) merupakan media yang berfungsi untuk pengamatan. Sehingga memungkinkan Roth menentukan kelimpahan oksigen. 

Salah satunya konstituen air di atmosfer Europa. Roth juga menyimpulkan kekuatan emisi pada panjang gelombang yang berlainan. Lalu menyimpulkan penemuan uap air di bulan Jupiter Europa. 

Baca Juga: Air di Planet Jupiter Tak Lagi Menjadi Misteri, Data Baru Misi Juno NASA

Operasi Sains Hubble

Penelitian ini membuka jalan untuk mendalami tentang Europa. Bersama probe masa depan termasuk Europa Clipper NASA dan misi Jupiter Icy Moons Explorer dari European Space Agency (ESA).

Dengan demikian, para astronom dapat memahami pembentukan dan evolusi Jupiter. Selain itu, memperoleh pengetahuan tentang bulan-bulannya.

Para astronom juga akan mendapatkan wawasan tentang planet yang mirip Jupiter di sekitar bintang lainnya. Hasil pengamatan ini telah terpublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters. 

Teleskop Luar Angkasa Hubble merupakan bentuk kerjasama internasional, yakni antara ESA dan NASA. Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Marylan merupakan pengelola dari Hubble. 

Kemudian Institut Sains Teleskop Luar Angkasa (STScl) di Baltimore, Maryland menjadi pelaksana operasi sains Hubble.

STScl dioperasikan Association of Universities for Research in Astronomy di Washington DC untuk NASA. Penemuan uap air di bulan Jupiter Europa berada di salah satu belahan satelit. (R10/HR-Online)

- Advertisment -