Selasa, Desember 7, 2021
BerandaBerita TerbaruPerbedaan AC dan DC Berdasarkan Gelombang dan Metode Penggunaan

Perbedaan AC dan DC Berdasarkan Gelombang dan Metode Penggunaan

Perbedaan AC dan DC adalah hal yang tidak bisa kita pisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini lantaran manusia hidup dan membutuhkan listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari mereka.

Ada banyak hal yang kita lakukan dan hal tersebut berhubungan dengan listrik. Seperti menyalakan televisi, menghidupkan kulkas, menyalakan komputer hingga mengisi daya smartphone. Itu semua tidak lepas dari peran listrik.

Keberadaan listrik sepertinya memang sudah tidak bisa kita putus lagi dari kehidupan kita. Ketergantungan kita dengan listrik tersebutlah yang membuat kita sulit untuk hidup tanpa listrik.

Di dalam dunia listrik, terdapat dua jenis arus listrik, yakni AC dan DC. Mengingat sama-sama pentingnya kedua jenis arus listrik tersebut, mari kita simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Contoh Interferensi Gelombang, Dasar dan Fenomena Nyatanya

Perbedaan AC dan DC serta Definisinya

Arus listrik adalah sebuah aliran listrik yang terjadi lantaran jumlah muatan listrik yang mengalir dari satu titik menuju titik lain yang masih dalam satu rangkaian tiap satuan waktu. Arus listrik ini terbagi menjadi dua bagian yaitu arus listrik bolak-balik (AC) dan arus listrik searah (DC).

Definisi AC (Alternating Current) yakni merupakan arus listrik yang mempunyai nilai serta arah berubah-ubah. Nantinya, arus tersebut akan membentuk suatu gelombang yang bernama gelombang sinus atau sinusoidal.

Dalam perbedaan AC dan DC,  Anda akan menemukan yang namanya frekuensi pada AC, yang mana frekuensi tersebut besarnya selalu berbeda-beda. Di Indonesia, arus listrik AC berada di jangkauan PLN dimana penerapannya adalah frekuensi 50 Hz. Sedangkan tegangan standar AC di Indonesia adalah 220 volt per 1 fasa.

Arus listrik DC (Direct Current) pengertiannya adalah merupakan arus listrik yang mempunyai nilai konstan. Artinya nilai tersebut akan senantiasa tetap terhadap satuan waktu atau searah.

Salah satu contoh penggunaan arus listrik AC adalah pada akumulator (accu) dan baterai. Sehingga kemungkinan banyaknya pengaplikasian arus listrik AC ini untuk alat elektronik, automotive, control, dan lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal, Apa Saja?

Perbedaan AC dan DC Berdasarkan Bentuk Gelombang

Indikator yang bisa menjadi acuan perbedaan arus listrik AC dan DC adalah melihat dengan menggunakan osiloskop. Osiloskop merupakan alat yang berfungsi untuk melihat gelombang sinus hasil dari tenaga arus listrik AC dan DC.

Pada hal ini, arus listrik AC mempunyai gelombang dengan gambaran yang naik turun lantaran tergantung pada besarnya frekuensi. Sedangkan pada arus listrik DC gelombangnya tidak berubah-ubah dan mempunyai polaritas tetap pada kutub positif maupun negatif.

Jika listrik AC mempunyai frekuensi, maka listrik DC kebalikannya, tidak mempunyai frekuensi.

Perbedaan dalam Metode Penggunaan

Perbedaan AC dan DC juga bisa kita dari segi metode penggunaan kedua jenis arus listrik ini. Dimana arus listrik AC yang mempunyai arah dan besaran yang selalu berubah bolak-balik, sering terpasang pada saklar.

Artinya, kutub arus AC yang selalu berubah dari positif ke negatif, atau negatif ke positif. Maka dari itu, saklar (stop kontak) pemasangannya dilakukan secara bolak balik tidak akan terjadi kerusakan atau konsleting dan segala macamnya.

Berbeda lagi dengan arus listrik DC. Jika sebuah baterai berarus listrik DC kita pasang secara terbalik, maka baterai tersebut tidak akan berfungsi. Hal tersebut bisa saja menjadikan ketidaknormalan fungsinya, hanya karena kutub pada arus listrik DC tidak pernah berubah dari positif ke negatif maupun sebaliknya.

Pemanfaatan Arus Listrik AC dan DC

Perbedaan AC dan DC sebenarnya juga terlihat dari segi pengaplikasiannya. Dimana kedua jenis arus ini berbeda jauh dari segi manfaatnya. Meski demikian arus listrik AC DC ini memang sangat umum untuk kehidupan sehari-hari kita.

Pemanfaatan arus listrik AC misalnya pada penggunaan barang elektronik di rumah. Semua barang elektronik yang membutuhkan listrik PLN maka itu termasuk memanfaatkan listrik AC. Nantinya, pihak PLN akan menggunakan pembatas sekaligus pengaman.

Kendati demikian, ada beberapa barang yang menggunakan arus listrik AC, namun juga memanfaatkan DC, misalnya laptop. Sedangkan yang murni menggunakan arus listrik AC seperti mesin cuci, pendingin ruangan, pompa air, dan sebagainya.

Di sinilah perbedaan AC dan DC tampak dari segi pemanfaatannya. Pemanfaatan arus listrik DC bisa kita jumpai dalam perangkat elektronika. Seperti Komputer, Radio TV, dan lain sebagainya.

Arus listrik DC juga kerap tersemat pada baterai. Kasus ini bisa terdeteksi pada baterai untuk menyalakan remote control, baterai jam dinding dan yang lain. Jelasnya, arus listrik DC lebih menjadi beban dalam perangkat elektronika.

Meski terdapat beberapa perbedaan AC dan DC, akan tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Semuanya juga bermanfaat untuk kehidupan manusia. (R10/HR Online)

- Advertisment -