Senin, Oktober 25, 2021
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Anabolisme dan Katabolisme dalam Proses Metabolisme

Perbedaan Anabolisme dan Katabolisme dalam Proses Metabolisme

Ada perbedaan anabolisme dan katabolisme dalam proses metabolisme. Pengetahuan mengenai proses metabolisme tubuh sebagian besar berada pada sisi bawah. Hal itu karena kompleksitasnya, sedangkan anabolisme dan katabolisme merupakan dua dari proses penting tersebut.

Pemahaman yang tidak memadai mengenai proses ini, menjadikan kedua istilah tersebut cukup membingungkan. Proses metabolisme tersebut akan menghasilkan energi sehingga kita masih dapat bertahan hidup.

Baca Juga: Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid pada Manusia

Ketahui Perbedaan Anabolisme dan Katabolisme

Anabolisme merupakan alur metabolisme yang terbilang vital untuk semua makhluk hidup. Secara sederhana anabolisme ini membangun molekul dari unit dasar kecil. 

Melansir Wikipedia, anabolisme merupakan lintasan metabolisme dalam penyusunan beberapa senyawa organik sederhana sehingga nantinya akan menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.

Selama proses anabolisme, energi tersimpan sebagai ATP. Tampak jelas bahwa anabolisme memerlukan energi dari proses katabolisme.

Beberapa proses anabolik meliputi pertumbuhan tubuh, mineralisasi tulang, serta peningkatan massa otot. Pengendalian keseluruhan proses metabolisme melalui hormon atau steroid anabolik sesuai dengan jam biologis tubuh. Tentunya variasi aktivitas metabolisme berhubungan dengan waktu dan ekologi.

Masih berbicara mengenai perbedaan anabolisme dan katabolisme. Pada katabolisme yang baik akan mempertimbangkan keseluruhan proses metabolisme.

Selain itu, molekul-molekulnya secara teknis terbakar untuk mengekstraksi energi. Melansir Wikipedia, katabolisme merupakan lintasan metabolisme yang merombak substrat kompleks molekul organik.

Nantinya akan menjadi komponen-komponen penyusun sambil melepaskan energi. Hal tersebut pada umumnya berupa ATP.

Biasanya katabolisme bekerja pada pembakaran monosakarida dan lemak. Bahkan penggunaan sejumlah protein atau asam amino dalam pembakaran untuk menangkap energi.

Katabolisme sebagai proses oksidasi pada sebagian energi dilepaskan jadi panas. Hasil panas melalui katabolisme ini penting dalam menjaga panas tubuh. Karbon dioksida sebagai produk limbah utama dari respirasi sel atau katabolisme.

Katabolisme ini pun memiliki peran penting dalam menghasilkan energi. Dengan kata lainnya, proses metabolisme penting dalam mengekstraksi energi kimiawi dari makanan. Perbedaan anabolisme dan katabolisme ini terlihat dari beberapa hal berikut.

Baca Juga: Cara Reproduksi Bakteri dan Keterkaitan Faktor yang Mempengaruhinya

Proses Pembentukan Unsur Senyawa

Keduanya melalui proses pembentukan unsur senyawa yang berbeda. Anabolisme melakukan penggabungan senyawa dari hal sederhana menjadi lebih kompleks. Sedangkan katabolisme memecahkan unsur senyawa kompleks menjadi lebih sederhana.

Hasil dari proses anabolisme ini berupa energi yang penting pemanfaatannya bagi tubuh. Lain halnya dengan katabolisme yang melepaskan energi tidak penting bagi tubuh, seperti zat karbondioksida atau CO2.

Reaksi

Reaksi dari proses anabolisme akan menampilkan sebuah sintesis dehidrasi. Sedangkan pada proses katabolisme akan memunculkan reaksi hidrolisis. Sama halnya dengan proses oksidasi yang dilakukan oleh keduanya, hal itu dapat menghasilkan reaksi reduksi.

Apabila menggabungkan keduanya, maka nantinya akan membentuk sebuah jaringan yang berjalan. Seperti siklus yang teratur dan terjadi secara terus-menerus. Kini Anda sudah paham buka bahwa reaksi keduanya berbeda?

Fungsi

Perbedaan anabolisme dan katabolisme juga tampak dari fungsinya. Anabolisme dapat memperbaiki sistem organ yang mengalami masalah atau kerusakan. Namun sebaliknya, katabolisme akan memanfaatkan penggunaan energi dalam menjalankan fungsi organ.

Pada proses anabolisme, zat besar terbuat dari sumber materi yang kecil. Sedangkan pada proses katabolisme akan mengurai zat tersebut. Katabolisme memiliki peran yang terbilang penting. Perannya untuk mengubah gas O2 yang terserap ke dalam tubuh menjadi CO2 yang dikeluarkannya dari tubuh.

Langkah yang dilakukan yaitu melalui proses panjang. Dengan demikian, dalam penerapannya membutuhkan beberapa langkah untuk melakukan penguraian ataupun fermentasi.

Proses Pembentukan Zat

Perbedaan keduanya tampak dari proses pembentukan zat. Hal tersebut agar dapat membentuk sistem metabolisme yang bagus. Namun terjadinya katabolisme pada jamur ataupun bakteri karena proses fermentasi.

Berbeda pada senyawa yang mengalami aktivasi. Nantinya akan memproduksi zat baru dari pemanfaatan energi ATP. Sedangkan anabolisme akan menghasilkan lemak, asam nukleat, dan protein, bahkan polisakarida. Perbedaan keduanya karena pembentukan zatnya berbeda. Namun sisi lain, keduanya penting bagi tubuh dan terjadinya terus-menerus seperti siklus.

Perbedaan anabolisme dan katabolisme akan terlihat pada beberapa hal. Mulai dari proses pembentukan unsur senyawa, reaksi, fungsi, serta pembentukan zat. Penting untuk memahami kedua istilah tersebut dalam mempelajari metabolisme tubuh. (R10/HR Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img