Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBerita BanjarPetani Poktan Mulyasari Mundu Kota Banjar Panen 7 Ton Cabai Merah

Petani Poktan Mulyasari Mundu Kota Banjar Panen 7 Ton Cabai Merah

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani (Poktan) Mulyasari Mundu, Dusun Girimulya, Desa Binangun, Kota Banjar, Jawa Barat, panen raya perdana cabai merah jumbo jenis TW sebanyak 7 ton.

Panen raya perdana cabai merah tersebut merupakan hasil panen masa tanam yang dilakukan sekitar dua bulan yang lalu. Tepatnya pada bulan Agustus.

Petani dari Poktan Mulyasari Mundu, Jojo Juarno, mengatakan, total luas lahan garapan yang digunakan untuk menanam cabai jumbo jenis TW sekitar setengah hektar atau 500 bata.

Baca Juga: Modus Penipuan Minta Pulsa Gunakan Foto Kades Kujangsari Kota Banjar

Jumlah pohon cabai yang ditanam sebanyak 14 ribu pohon. Perkiraan panen yang dihasilkan sekitar 500 gram atau setengah kilogram dari setiap pohon yang ditanam di lokasi tersebut.

“Kita perkirakan untuk panen cabai merah ini kurang lebih sekitar 7 ton dan ini merupakan tanaman tumpang sari bawang merah yang kami kembangkan,” kata Jojo kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Lanjutnya, nantinya untuk hasil panen tersebut akan dijual di pasar Banjar untuk membantu memenuhi stok kebutuhan komoditas cabai di Banjar yang sekarang ini masih kekurangan barang.

Selain itu, juga untuk membantu menekan tingginya inflasi harga akibat kurangnya pasokan barang komoditas cabai. Selama ini untuk memenuhi komoditas tersebut disuplai dari luar daerah.

“Untuk penjualan kami jual di pasar Banjar. Harga yang kami terima di tingkat petani sekarang ini Rp 23 ribu per kilogram-nya,” kata Jojo.

Sejauh ini, kata petani yang juga anggota DPRD ini, untuk cabai yang dipanen kualitasnya cukup bagus. Jarang yang kualitasnya buruk akibat terserang hama tanaman seperti hama patek maupun yang lainnya.

Ia berharap nantinya tanaman cabai tersebut bisa dikembangkan juga oleh kelompok tani yang lain. Tujuannya untuk membantu memenuhi kebutuhan cabai di Kota Banjar.

“Untuk kendala biasanya di musim penghujan itu hama patek. Alhamdulillah, kami antisipasi dan kualitas panen cabainya bagus. Tidak banyak yang jatuh karena terkena hama,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -