Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita TerbaruPetir Langka Dari ISS Semburkan Cahaya Biru Indah di Langit Eropa

Petir Langka Dari ISS Semburkan Cahaya Biru Indah di Langit Eropa

Petir langka dari ISS menjadi fenomena yang indah di angkasa. Sekelebat kilatan cahaya mungkin seperti makhluk ghaib yang terbang. Namun, astronot Badan Antariksa Eropa dan kru ISS membagikan sebuah gambar cahaya biru halus.

Seorang astronot dari ISS merilis sebuah foto terbarunya dengan sebutan Blue Starter. Ini merupakan sebuah jenis petir langka yang menyambar ke atas. Gambar tersebut rupanya sudah ada sejak 9 September lalu dan baru muncul baru-baru ini.

Kabarnya, cahaya biru seperti kilat tersebut muncul di langit Eropa. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang suka meneliti perihal astronomi. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Sinyal Radio Misterius dari Bimasakti, Muncul Dengan Karakteristik Acak

Fenomena Petir Langka Dari ISS “Blue Starter”

Astronot asal Prancis Thomas Pesquet menangkap sebuah cahaya cantik dan langka dari Stasiun Luas Angkasa Internasional (ISS). Foto yang beredar tersebut layaknya bom kobalt yang meledak di Eropa. Namun, cahaya dan kilatan biru tersebut tidak menimbulkan kerusakan apapun saat melintas.

Terkait keberadaan fenomena ini, maka terdapat julukan ‘peristiwa bercahaya sementara’. Pada dasarnya, fenomena tersebut adalah kilat yang menyambar ke bagian atas atmosfer bumi.

Bahkan fenomena tersebut juga berkaitan dengan badai petir pada beberapa lokasi. Namun jauh lebih atas tempat petir normal yang biasanya muncul. Sehingga ini merupakan keunikan tersendiri yang pernah ada.

Penyebab Munculnya Blue Starter

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya mengenai penyebab dari munculnya peristiwa bercahaya sementara. Pada dasarnya, hal ini berhubungan dengan kejadian yang sangat langka. Kini ISS sedang dalam posisi sempurna untuk mempelajari peristiwa tersebut.

Kemunculan petir langka dari ISS ini menarik perhatian para astronot. Pasalnya, ia muncul dalam beberapa dekade lalu. Lantas terlihat secara anekdot oleh pilot serta ilmuwan. Bahkan peristiwa tersebut adalah nyata dan sangat berpengaruh pada iklim Bumi.

Fotografer pun sangat jeli memotret peristiwa tersebut. Terlihat pemandangan yang fantastis seperti cahaya biru.

Gambar dari Pesquet telah mewakili satu frame selang waktu stasiun luar angkasa. Bahkan gambar tersebut menunjukkan keindahan abadi dari lekukan bumi. Terlihat latar yang sangat eksotis dari gemerlap lampu Eropa.

Baca Juga: Misi NASA Lucy, Meluncur 16 Oktober untuk Jelajah 12 Tahun ke Trojan

Semuran Biru

Petir langka dari ISS tidak jauh dari fenomena alam badai petir. Hal ini termasuk semburan biru yang terjadi lebih rendah pada stratosfer karena adanya petir. Jika petir telah merambat ke wilayah bermuatan negatif atau atas, maka perlu melewati bagian positif.

Hal tersebut yang menyebabkan petir langka dari ISS akan menyambar ke bagian atas dan memicu semburat cahaya biru. Perlu diketahui bahwa cahaya biru tersebut bersumber dari nitrogen molekuler.

Sprites Merah

Ada juga sprites merah yang merupakan proses pelepasan listrik saat terjadi badai. Manusia akan melihat kilatan nyala merah yang tinggi saat terjadi petir. Biasanya fenomena tersebut terjadi karena sel badai petir terpicu oleh gangguan petir pada bagian bawahnya.

Kemudian menimbulkan elves merah yang sedikit meredup. Biasanya berupa emisi cahaya dan memiliki gangguan frekuensi rendah karena sumber pulsa elektromagnetik pada ionosfer. Hal ini juga terjadi setelah adanya petir langka dari ISS.

Baca Juga: Kehidupan Astronot di Stasiun Luar Angkasa, Bisa Main Bisbol Hingga Fakta Makanannya

Troll

Bahkan ada istilah Trill atau Transient Red Optical Luminous Lineaments. Umumnya peristiwa tersebut muncul setelah adanya sprites yang cukup kuat. Bahkan juga sering muncul setelah pixies dan ghosts.

Sayangnya, pihak astronot sampai saat ini masih belum menunjukkan detail terjadinya peristiwa tersebut. Dengan begitu, belum tampak dengan jelas fenomena unik dari langit Eropa ini.

Petir langka dari ISS masih terus menjadi bahan penelitian. Banyak data yang mereka butuhkan untuk penelitian lebih lanjut. (R10/HR-Online)

- Advertisment -