Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita CiamisPoktan Sutra Bungur Ciamis Panen Perdana Kedelai Anjasmoro

Poktan Sutra Bungur Ciamis Panen Perdana Kedelai Anjasmoro

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Poktan Sutra Bungur, Dusun Saguling Kolot, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar panen perdana kedelai jenis Anjasmoro, Kamis (21/10/2021).

Hasil panen perdananya itu, Kelompok Tani Sutra Bungur mendapatkan kedelai sebanyak 2,3 ton. Adapun bibit kedelai jenis Anjasmoro yang ditanam di atas lahan seluas 1,5 hektare itu merupakan bantan dari Ditjen Tanaman Pangan.

Ketua Poktan Sutra Bungur, H. Engkon mengatakan, panen kedelai ini merupakan panen yang pertama kalinya. Karena kelompoknya baru mencoba menanam kedelai saat kemarau, disamping menanam padi.

“Kalau lahannya ada 5 hektare, tapi yang baru kita panen sekitar 1,5 hektare. Karena yang lainnya belum kering atau belum siap panen,” katanya.

Menurut Engkon, anggota Poktan Sutra Bungur terinspirasi menanam kedelai jenis Anjasmoro ini ketika beberapa waktu lalu keberadaannya langka. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, dan pemerintah pusat untuk mencari bantuan bibit kedelai.

“Alhamdulilah, ada bantuan bibit kedelai dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian,” tuturnya.

Baca Juga : Manfaatkan Lahan Tidur, Gapoktan Gereba Ciamis Panen Raya Jagung

Poktan Sutra Bungur Ciamis Sempat Pesimis Bisa Panen

Engkon menjelaskan, awalnya anggota Poktan Sutra Bungur ragu untuk menanam kedelai, karena takut gagal. Tapi pihaknya meyakinkan anggota lain bahwa kedelai ini pasti tumbuh dan bisa berhasil panen.

“Sekarang anggota semangat lagi untuk menanam kedelai. Awalnya memang pesimis, tapi saat ini malah senang karena bisa panen,” katanya.

Dari hasil panen saat ini terkumpul sebanyak 2,3 ton kedelai. Engkon berharap nantinya kedelai ini bisa menutupi kebutuhan para perajin tahu tempe. Khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

“Kita langsung jual saja ke perajin tahu dan tempe. Namun penjualannya juga ada prosesnya. Jadi harus kedelai ini direbus dulu, lalu dikeringkan. Setelah itu baru bisa kita jual,” jelas Engkon.

Sementara itu, Camat Baregbeg, Edy Yulianto berharap hasil panen kedelai ini dapat memenuhi kebutuhan para perajin tahu dan tempe wilayah Kecamatan Baregbeg dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, penanaman hingga panen kedelai ini berjalan lancar. Walaupun hanya 1,5 hektare, namun setidaknya bisa membuat para anggota kelompok tani ini semangat dalam menanam kedelai,” ucapnya.

Edy menambahkan, kelompok tani harus bisa memanfaatkan lahan tidur dengan menanam kedelai, supaya nanti hasil panennya bisa lebih besar lagi.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kelangkaan kedelai agar pengrajin tahu dan tempe tidak berhenti produksi akibat tidak ada bahan baku,” pungkas Edy. (Feri/R3/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -