Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita BanjarPPKM Turun Jadi Level 2, Wali Kota Banjar Imbau Masyarakat Tetap Patuhi...

PPKM Turun Jadi Level 2, Wali Kota Banjar Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Wali Kota Banjar imbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski status PPKM Jawa-Bali kembali turun ke level 2.

Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengatakan, penurunan status tersebut berdasarkan instruksi Mendagri soal PPKM di wilayah Jawa Barat.

“Sebelumnya kita ada di level 2, terus naik menjadi level 3. Alhamdulillah sekarang turun lagi statusnya jadi 2 dalam PPKM Jawa dan Bali,” kata Ade Uu, Rabu (6/10/2021).

Dengan turunnya status level itu, Ade Uu ingin masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus Covid-19. Supaya, status level di Kota Banjar tidak naik lagi ke level 3.

“Saya tanya mau nggak kita bebas lagi untuk beraktivitas tapi tetap dengan protokol kesehatan, seperti kegiatan panggung, hiburan, perekonomian, dan yang lainnya? Kalau iya, maka wajib prokes,” tambahnya.

baca juga: Pemuda Pelopor Asal Banjar Ikuti Penilaian Tingkat Nasional

Selain itu, Ade Uu menyampaikan, syarat agar dapat turun status menjadi level 1 adalah persentase vaksinasi Covid-19 harus lebih dari 70 persen.

“Ayo kita bersama-sama untuk menurunkan status menjadi level 1. Persyaratan itu menerapkan protokol kesehatan, sama persentase vaksin minimal 70 persen,” terangnya.

Ade Uu menjelaskan, kasus angka positif baru di Kota Banjar kini sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Alhamdulillah, setiap update data per harinya yang positif itu sekarang tidak lebih dari 2 orang. Sehingga hal itu harus tetap kita pertahankan dan kalo bisa jangan sampai ada penambahan yang positif lagi,” jelas Ade Uu.

Sedangkan, jumlah pasien positif Covid-19 dan keterisian BOR di rumah sakit pun kini sudah menurun. 

Lebih lanjut, kata Ade Uu, hal tersebut jangan menjadi alasan untuk mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

“Dari data update harian, pasien positif yang di rawat di rumah sakit sekarang ada satu orang, dan yang isolasi mandiri di rumah satu orang. Kemudian jumlah pasien positif yang meninggal dunia dari awal sampai sekarang jumlahnya mencapai 146 orang,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)

- Advertisment -