Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita BisnisSaham Blue Chip yang Masuk dalam Daftar Window Dressing 2021

Saham Blue Chip yang Masuk dalam Daftar Window Dressing 2021

Saham blue chip kini sudah banyak yang terdaftar pada window dressing tahun ini. Seperti yang sudah banyak Anda ketahui saat ini jika perdagangan saham justru naik dan berkembang dengan pesat.

Bahkan untuk beberapa tahun belakangan ini Indeks Harga Saham gabungan atau IHSg selalu masuk dalam zona hijau. Salah satu faktor yang mempengaruhi adanya hal ini yaitu adanya fenomena window dressing.

Untuk para investor tentu sudah banyak yang tahu akan window dressing tersebut. Berbeda dengan investor penanam modal pemula.

Tentu masih kurang tahu dengan adanya window dressing pada dunia saham. Pada tahun ini IHSg masih perlahan naik untuk dapat menembus level psikologis 6.200.

Karena itulah tidak ada salahnya jika Anda juga bisa memahami mana saham blue chip/unggulan yang mampu menembus window dressing.

Lantas apa sebenarnya window dressing dan saham blue chip mana yang sudah unggul di tahun ini.

Baca Juga: Saham Dow Jones Melesat Cukup Tajam

Pengertian Window Dressing dan Saham Blue Chip Terbaik

Saham unggulan kini sudah mulai tampak naik di indeks LQ45 yng masih tergolong murh pada pasar saham. Hal ini justru bisa menjadi sebuah acuan bagi para investor.

Bahkan karena prospeknya yang positif membuat indeks yang satu ini justru banyak menjadi koleksi. Sebelum berbicara tentang saham unggul yang ada, tentu perlu tahu apa itu sebenarnya window dressing.

Sehingga Anda akan tahu saham unggul mana yang bisa menempati urutan terbaik untuk pasar saham.

Pengertian Window Dressing

Dalam dunia saham tentu sudah banyak yang mengenal dengan istilah window dressing. Saham unggulan akan masuk pada fenomena ini dan menguat dengan harga yang cukup tinggi.

Window dressing itu sendiri merupakan kondisi pasar yang memungkinkan harga saham menguat pada bursa efek. Hal ini yang justru para perusahaan emiten dan manager investasi manfaatkan.

Sehingga mampu membantu menaikkan harga saham dengan baik. Bahkan membantu para pihak tertentu untuk bisa mempercantik kinerja laporan keuangan.

Padahal adanya fenomena kenaikan harga saham biasanya akan jatuh pada akhir tahun. Untuk itu, tujuan dari adanya window dressing yaitu untuk meningkatkan harga saham atau membentuk saham blue chip terbaik.

Baca Juga: Menjadi Investor Saham yang Handal

Saham Unggulan atau Blue Chip dengan Harga Murah

Menurut data bursa efek harga saham di Indonesia mengalami kenaikan. Bahkan hingga bulan Agustus tahun ini justru IHSG menunjukkan masuk dalam posisi menyentuh level 6.200.

Indeks saham LQ45 juga ikut naik ke 863,56 dalam sebulan. Lantas saham blue chip mana yang mampu menunjukkan menarik dengan harga valuasi yang cukup murah.

Berikut ini ada beberapa kutipan saham besar yang masuk dengan valuasi paling murah pada fenomena window dressing antara lain:

Emiten : Indofood Sukses Makmur dengan kode saham INDF, untuk harga terakhirnya mencapai Rp 6,200, PER 8.43 dan PBV 1.28.

Media Nusantara Citra, dengan kode saham MNCN, untuk data terakhir harga yang ditawarkan mencapai 830, PER 6.01 dan PBV 0.88.

Bank BTN dengan kode saham BBTN memiliki harga terakhir sebesar 1,360, PER 8.99 dan PBV 0.71.

Gudang Garam dengan kode saham GGRM memiliki harga catatan terakhir yaitu 31,400, PER 7.90 dan PBV 1.03.

Indah Kiat Pulp & Paper memiliki kode saham INKP yang mana memiliki harga terakhir yaitu 7,175, PER 9.38 dan PBV 0.65.

Dari data yang ada saham blue chip yang tercantum pada window dressing tahun ini memiliki PER di bawah rule of thumb. Sedangkan untuk tiga saham yang lain memiliki rasio PBV di bawah satu kali.

Dari keterangan data diatas saham unggulan MNC, MNCN memiliki nilai PER terendah yaitu sebesar 6,01 kali. Sedangkan untuk saham dengan nilai PBV terendah menjadi milik emiten Sinar Mas INKP dengan nilai 0,65 kali.

Baca Juga: Keunggulan Investasi Saham

Saham Mengalami Kenaikan Tahun 2021

Selain beberapa di atas ada juga beberapa saham yang mengalami kenaikan pada tahun ini. Hal ini dipengaruhi dengan adanya investor asing banyak mengakumulasi saham.

Saham perbankan menjadi salah satu yang mengalami kenaikan. Mulai dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta emiten BUMN. Hingga saat ini harga masih menguat.

Tidak hanya itu saja saham blue chip pada sektor energi pun juga mengalami potensi menguat hingga akhir tahun. Mulai dari batubara, minyak, dan crude palm oil (CPO).

- Advertisment -