Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita BisnisSaham Wall Street Menguat, Namun Terbatasi oleh Saham Facebook

Saham Wall Street Menguat, Namun Terbatasi oleh Saham Facebook

Saham Wall Street Amerika Serikat tampaknya telah berakhir semakin menguat pada perdagangan sejak hari Selasa, 26 Oktober 2021 kemarin. Meskipun menguat, rupanya bursa saham AS itu juga terbebani dengan anjloknya saham Facebook.

Padahal, diketahui bahwa indeks Dow Industrial serta S&P 500 telah mencapai rekor baru, namun kenaikannya tertahan sebab saham Facebook jatuh hingga 3,92%. Kabarnya saham Facebook bisa turun sesudah memperingatkan jika perubahan privasi Apple Inc bakal membebani bisnis digital.

Saham Wall Street Menguat Sejak 26 Oktober 2021

Sepertinya Wall Street telah tutup dan menguat begitu tipis pada perdagangan hari Selasa 26 Oktober lalu di waktu setempat. Bahkan Dow Jones serta S&P 500 berhasil mencapai rekor terbarunya dan kenaikan sempat tertahan karena saham Facebook terjatuh.

Menurut lansiran dari Reuters sejak hari Rabu, 27 Oktober 2021, Dow Jones Industrial Average sudah berhasil naik hingga 15,73 poin atau 0,04%. Sementara itu saham Facebook Inc malah turun hingga 3,92% dan menjadi hambatan terbesar.

Sedangkan saham Wall Street sejak perdagangan Rabu pagi telah mencatat rekor paling tinggi baru lagi semalaman. Namun untuk di negara Jepang, Nikkei 225 mulai turun sebanyak 0,13% dan inteks Topix juga turun sebanyak 0,15%.

Bahkan saham di Australia juga hanya naik tipis pada perdagangan pagi, sebab S&P/ASX 200 hanya naik sedikit saja. Untuk indeks harga konsumen Australia pada kuartal ketiga rilis pada pukul 08.30 pagi hari.

Baca Juga: Saham Dow Jones Melesat Cukup Tajam

Bursa Saham Melemah

Meskipun saham Wall Street membukukan rekor tertinggi, rupanya bursa saham Asia pasifik juga semakin melemah sejak perdagangan Rabu pagi. Di negara Hongkong. untuk indeks Hang Seng sudah melemah sebanyak 1,13% dan China tertekan dengan saham tencent.

Bursa saham china juga semakin merosot dan indeks Shanghai juga susut sebanyak 0,47% serta indeks Shenzhen turun hingga 0,60%. Sedangkan saham Alibaba juga tergelincir hingga 2,65% serta meituan juga anjlok sebanyak 3,32%.

Tidak hanya itu saja, bahkan di Jepang indeks Nikkei 225 juga melemah sebanyak 0,64%, indeks Korea Selatan Kospi juga tergelincir hingga 0,55%. Namun dari sisi lain, untuk laba industri China kian melonjak sebanyak 16,2% YOY (Year On Year) sejak September lalu.

Untuk indeks dolar AS juga tepat berada pada posisi 93,91 daripada posisi sebelumnya yaitu 94. Sedangkan Yen Jepang juga diperdagangkan pada kisaran 114,04% per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Aplikasi Screening Saham Terbaik, Penunjang Investasi!

Penutupan Wall Street

Pada saham Wall Street, untuk indeks Dow Jones juga semakin menguat hingga 15,73 poin menuju posisi 35.756,88. Sedangkan untuk indeks S&P 500 semakin menanjak hingga 0,18% menuju posisi 4.574,79 dan Nasdaq naik sampai posisi 15.235,72.

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street memang pernah melambung tinggi ke rekor tertinggi pada 26 Oktober kemarin ini. Kabarnya Wall Street bisa melambung karena adanya dukungan dari perusahaan besar yang menghasilkan laporan keuangan.

Selain itu untuk pembelian saham Facebook juga membebani rata-rata indeks, lebih tepatnya pada pertengahan hari. Saham Facebook juga turun hingga lebih dari 5% dan tutup susut sebanyak 3,9%.

Bahkan Facebook juga telah melampaui harapan atas pendapatan analisis namun meleset dari perkiraan untuk pengguna aktif bulanan. Sedangkan Tesla telah menghapus kenaikan harga sebelumnya sehingga turun sebanyak 0,6% pada perdagangan hari Selasa kemarin.

Laporan Keuangan

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi bahwa saham Wall Street bisa melambung tinggi karena adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan terbesar. Sehingga mampu dan akan terus menghasilkan sebuah laporan keuangan kuartalan yang lebih solid.

Sebanyak 25% lebih perusahaan S&P sudah berhasil melaporkan pendapatan dan sebanyak 80% mengalahkan Wall Street. Lebih lanjut, perusahaan juga masuk S&P 500 bakal mencatat pertumbuhan laba sebanyak 35% pada kuartal 3 2021 ini.

Sementara itu untuk saham Microsoft dan Alphabet menguat menjelang perilisan laporan keuangan. Tentunya pasar juga akan mengharapkan laba kuartalan dari Microsoft dengan dukungan bisnis Azure.

Pada akun Twitter yaitu Robinhood dan Advanced Micro Devices telah melapor bahwa pendapatan kuartalan sejak perdagangan Selasa pekan ini. Pasalnya musim laporan keuangan ini berawal dengan baik. Dengan saham pada level tertinggi sepanjang masa, maka standarnya sudah cukup tinggi.

Sementara dari sisi data ekonomi, bahwa kepercayaan konsumen saham Wall Street naik bulan oktober dan membalikkan tren penurunan. Banyak dari para investor yang menilai bagaimana caranya perusahaan untuk menavigasi kemacetan rantai pasokan dengan tujuan untuk selalu mempertahankan pertumbuhan yang ada.(R10/HR-Online)

- Advertisment -