Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita BanjarSepeda Motor Milik Guru Ngaji di Kota Banjar Hilang Usai Mengajar

Sepeda Motor Milik Guru Ngaji di Kota Banjar Hilang Usai Mengajar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sepeda motor milik guru ngaji di Kota Banjar, Jawa Barat, hilang usai mengajar. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Sabtu (02/10/2021) lalu.

Motor yang hilang itu milik Euis Listina (21), warga Lingkungan Banjarkolot, RT. 1, RW. 14, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Kejadian pencurian sepeda motor tersebut berawal pada hari Sabtu 2 Oktober 2021, Euis Listina berangkat dari rumah dan tiba di rumah bidan Leti Tina di Lingkungan Pintusinga, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, untuk mengajar ngaji.

Kemudian, Euis Listina sampai di lokasi kejadian pada pukul 18.45 WIB dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat Sporty bernopol Z 2699 YQ.

Kemudian setelah selesai mengajar dan hendak pergi pulang sekitar pukul 20.00 WIB. Namun saat Euis Listina keluar rumah, ia kebingungan karena motornya sudah tidak ada di halaman.

Selanjutnya, Euis Listina memberitahukan kejadian hilangnya sepeda motor kepada orang tuanya.

Orang tua korban, Aris Susanti (40) mengatakan, pada saat itu ia mendapatkan kabar dari anaknya bahwa sepeda motor sudah hilang.

Baca Juga : Modus Pencurian Pecah Kaca Mobil, Kapolsek Banjar; Korban Diduga Sudah Diintai Pelaku

“Motor dipakai anak saya ke rumah Bu Bidan Leti. Karena satu minggu sekali anak nodan tersebut privat ngaji. Pas jam 8 malam anak saya itu nelpon nanyain motor ke saya. Padahal ia yang pakai,” tutur Aris Susanti kepada awak media, Senin (04/10/2021).

Setelah itu, pada hari Senin 4 Oktober 2021, Aris Susanti bersama bidan Leti mendatangi kantor Kepolisian Sektor Banjar untuk membuat laporan.

Sepeda Motor Hilang Berikut STNK, SIM dan KTP

Aris mengatakan bahwa dalam bagasi jok motor terdapat dompet milik suaminya yang berisi STNK sepeda motor tersebut, SIM, dan KTP.

“Dalam jok motor ada dompet bapaknya Euis Listina, isinya ada SIM, KTP, dan STNK motor yang hilang itu,” imbuhnya.

Aris juga mengaku telah menjadi korban pencurian sepeda motor sebanyak dua kali. Kejadian yang pertama sekitar tahun 2007. Waktu itu suaminya jadi korban pencurian sepeda motor dengan modusnya seperti hipnotis.

Sementara itu, Kapolsek Banjar, AKP. Sudi Hartono, melalui Kanit Reskrim, Bripka. Enjang mengatakan, polisi telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Setelah menerima laporan, kita langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor Senilai Rp 12 jutaan

“Kerugiannya senilai dua belas juta lima ratus ribu rupiah dari kejadian pencurian sepeda motor milik guru ngaji tersebut,” terang AKP. Sudi. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -