Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita PangandaranIni Permintaan Keluarga TKI Asal Pangandaran yang Meninggal di Malaysia

Ini Permintaan Keluarga TKI Asal Pangandaran yang Meninggal di Malaysia

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pangandaran yang bekerja di Malaysia meninggal dunia.

Mirisnya lantaran positif Covid-19, jenazah salah satu TKI itu tak bisa dibawa pulang ke kampung halaman.

Orang tua dari TKI yang meninggal di Malaysia, Iing Tohidin (59) dan Neneng Herningsih (53) mengaku merelakan kepergian anaknya yang bernama Akbar Ginanjar (33).

Iing mengatakan, anaknya sudah 8 tahun bekerja di Malaysia di sebuah pabrik onderdil.

“Akbar merupakan anak pertama saya, belum menikah,” ujar Iing Senin (4/10/2021).

Baca Juga: Duh, Belum Divaksin, Rumah Warga Pangandaran Akan Ditandai Stiker

Sebelum meninggal dunia, TKI nasal Pangandaran video call dan meminta keluarganya di Pangandaran agar tidak panik dan tenang.

“Namun selang beberapa hari anak kami meninggal karena positif Covid-19,” ungkapnya.

Iing mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pangandaran karena sudah menjembatani pertemuan dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

BP2MI adalah lembaga pemerintah non departemen yang mengurusi penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

“Kita harap BP2MI ini membantu kami mengurusi segala administrasinya,” ucap Iing.

Ia pun berharap, meski jenazah anaknya tak bisa dibawa ke kampung halaman di Pangandaran, tapi minimal barang-barang dan pakaian anaknya bisa dibawa pulang.

Selain itu, terdapat keluarga TKI asal Pangandaran yang meninggal dunia di Malaysia yakni Saeful Akbar (29) dan Rio Sugara (26).

Keduanya merupakan anak dari Wati (47) PMI asal Pangandaran yang meninggal di Malaysia karena punya penyakit asma.

“Kami bersyukur jenazah ibu kami bisa dimakamkan di Pangandaran,” katanya.

Sementara itu Ade Supriyanto Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Disnakertrans Pangandaran mengaku ikut prihatin dengan meninggalnya TKI asal Pangandaran di Malaysia.

Maka dari itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan BP2MI yang bertugas melakukan pelayanan terhadap TKI.

“BP2MI ini akan memberikan pelayanan, dan mengurusi dokumen dan penyelesaian masalah ke dua TKI yang telah meninggal dunia,” jelasnya. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang