Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita PangandaranTurun ke Sawah, Bupati Pangandaran Tandur Bersama Emak-emak

Turun ke Sawah, Bupati Pangandaran Tandur Bersama Emak-emak

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tandur bersama emak-emak, Kamis (28/10/2021). 

Hal itu dilakukan Jeje saat pulang dari kegiatan menanam pohon di Dusun Banjarsari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tandur sendiri merupakan kegiatan menanam padi di sawah yang biasa dilakukan para petani saat musim tanam tiba.

Tak ada yang menyangka, Bupati Jeje tiba-tiba meminta sopir berhenti di tengah jalan. Kemudian tanpa berkata apa-apa, ia langsung turun ke sawah dan ikut menanam padi bersama emak-emak.

Baca Juga: Ibu Muda di Pangandaran Ngaku Dihamili Oknum PNS Beristri

Ketika ditanya, Bupati Pangandaran ini mengaku mendapat inspirasi saat ikut tandur. Inspirasi tersebut untuk agenda rapat koordinasi saat musim tanam tiba.

“Supaya para petani tidak kekurangan pupuk saat musim tanam, maka pemerintah perlu hadir. Kita nanti akan menggelar rakor musim tanam,” katanya.

Jeje mengatakan, daerah lumbung padi amat penting bagi warga Pangandaran. Karena itu, ia meminta Dinas PU terutama bidang PSDA agar memperhatikan kebutuhan petani. Salah satunya adalah saluran irigasi untuk mengairi areal persawahan.

“Kita harap tidak ada keluhan petani yang membutuhkan air saat musim kemarau tiba. Petani tetap bisa menanam padi, Dinas PU mesti jeli dalam memenuhi kebutuhan irigasi bagi para petani,” katanya. 

Selain itu, Jeje juga menyampaikan pada rakor musim tanam akan dibahas kuota pupuk yang dibutuhkan oleh para petani berdasarkan luas tanam.

“Pengawasan pupuk bersubsidi supaya tidak terjadi kelangkaan dan mudah d peroleh oleh para petani. Selain itu Inovasi dalam rangka peningkatan produksi padi perlu peran penyuluh,” katanya.

Jeje menambahkan, untuk meningkatkan produksi padi diperlukan juga teknologi tepat guna. Selain itu, perlu ada penyesuaian harga Gabah saat musim panen agar petani tidak merugi.

“Harus ada sistem Lumbung Pangan, karena itu perlukan pemilihan pola tanam yang baik supaya lahan sawah di Pangandaran bisa produktif ditanami selama satu tahun,” katanya. (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)