Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita Ciamis9 Ekor Domba di Panjalu Ciamis Dimangsa Macan Kumbang

9 Ekor Domba di Panjalu Ciamis Dimangsa Macan Kumbang

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sembilan ekor ternak domba milik warga Dusun Nanggela, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jabar, dimangsa macan kumbang.

Macan kumbang tersebut mulai turun dari pegunungan dan masuk ke wilayah pemukiman penduduk.

Warga sekitar pun mengaku resah dengan berkeliarannya hewan buas tersebut.

Tatang Saprudin Kepala Dusun Nanggela Desa Sandingtaman membenarkan adanya 9 ekor ternak domba milik warga yang dimangsa binatang buas macan kumbang.

Peristiwa tersebut kata Saprudin terjadi pada Kamis (11/11/2021).

“Dari kesembilan ekor domba tersebut sebagian ada yang di makan dan sebagiannya lagi ditinggalkan dalam keadaan mati,” ujar Saprudin Senin (15/11/2021).

Baca Juga: Berpapasan dengan Macan Kumbang, Warga Ciakar Ciamis Ketar Ketir

Turunnya macan kumbang dari gunung lanjut Saprudin, membuat warga resah.

“Selain memangsa ternak domba maupun ternak lainnya warga khawatir macan kumbang itu dapat membahayakan dan mencelakai orang,” katanya.

Dengan adanya kejadian ternak domba yang dimangsa macan, pihak pemerintah Desa Sandingtaman langsung melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA.

Meski para peternak tidak menuntut kerugian, namun para peternak yang berada di Dusun Nanggela meminta agar BKSDA Kabupaten Ciamis bisa mengembalikan lagi macan kumbang ke habitatnya.

Warga juga meminta solusi keamanan dari BKSDA seperti apa.

“Selama keberadaan kandang domba maupun kambing tidak disertai pagar pelindung, maka tidak menutup kemungkinan ternak warga jadi sasarannya,” jelas Saprudin.

Udin salah seorang warga mengatakan, turunnya macan kumbang ke wilayah pemukiman penduduk lantaran habitatnya terganggu.

“Habitatnya macan kumbang terganggu, ketersediaan pakannya berkurang sehingga turun ke pemukiman memangsa ternak domba warga,” ungkap Udin.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi agar binatang buas tidak turun gunung dan betah di habitatnya, maka harus hindari perburuan liar.

“Juga harus ada pagar pengaman dengan kawat berduri di setiap kandang yang rawan terancam binatang buas,” katanya. (Edji/R8/HR Online/Editor Jujang)