Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita BanjarAwug Beras di Kota Banjar, Kudapan Buhun yang Mulai Langka

Awug Beras di Kota Banjar, Kudapan Buhun yang Mulai Langka

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Masyarakat Tatar Sunda sudah tentu familiar dengan kudapan kue awug beras yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan ditaburi kelapa parut.

Seiring berjalannya waktu, kudapan “buhun” warisan nenek moyang ini sudah mulai langka. Kudapan yang dikenal juga dengan nama kue dongkal di daerah Betawi ini, perlahan sulit didapatkan.

Di Kota Banjar, Jawa Barat bertempat di depan Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, ada satu gerobak yang berjualan awug. Adalah Kang Adul (31) si empu pemilik gerobak kue awug beras.

Kang Adul sudah mulai berjualan di Banjar sejak satu tahun lalu. “Saya mangkal di sini sudah satu tahun,” ungkap warga Cibulan, Kota Banjar ini kepada HR Online, Minggu (28/11/2021) di sela-sela melayani pembeli.

Baca Juga: Minyak Curah Dilarang Edar Tahun 2022, Begini Kata DKUKMP Kota Banjar

Ia mengaku mendapatkan warisan ilmu untuk usahanya dari sang ayah yang didapatkan turun-temurun. Adiknya juga berjualan kue awug beras di Kota Tasikmalaya.

Omzet Penjualan Awug Beras

Dalam sehari, Adul dapat meraup omzet Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu jika sedang ramai. Sedangkan harga awug per porsi Rp 10 ribu untuk bungkus besar, dan Rp 7 ribu untuk bungkus kecil.

Ia biasa menggiling beras pilihan ke tempat jasa penggilingan tepung. Karena tepung beras yang ada di pasaran tidak cocok untuk diolah menjadi awug.

“Gilingnya tidak boleh terlalu halus dan terlalu kasar, harus pas sesuai resep. Sedangkan gulanya pakai gula kawung (aren),” jelas ayah satu anak ini.

Adapun proses pembuatan awug beras ada dua tahap. Pertama mengukus tepung selama 15 menit, kedua mengukus lagi dalam cetakan bambu (aseupan) dengan dilapisi gula, dikukus selama 15 menit. Setelah itu dipotong-potong, baru disajikan.

Adul mengaku, sehari ia menghabiskan 4-5 kilogram beras dan 3 kilogram gula aren.

“Ya alhamdulillah selalu habis. Kalau tak habis, bahan baku tahan satu hari besoknya,” pungkas laki-laki kelahiran Tasikmalaya tersebut.

Salah seorang pelanggan Wati (37) mengaku sering membeli kue awug beras Kang Adul. “Saya suka rasanya dan sering beli juga buat Mamah,” ungkapnya. (Aan/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -