Sabtu, November 27, 2021
BerandaBerita TasikmalayaBanjir di Wilayah Kota Tasikmalaya Akibat Drainase Kecil

Banjir di Wilayah Kota Tasikmalaya Akibat Drainase Kecil

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kurang dari satu jam diguyur hujan deras, banjir melanda Jalan AH Nasution, tepatnya di depan SPBU Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (16/11/2021).

Puluhan meter ruas jalan penghubung Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tersebut terendam air langganan dengan ketinggian setengah hingga satu meter.

Bahkan air masuk pertokoan di pinggir jalan tersebut.

Sejumlah warga yang hendak berteduh, sempat terperosok ke lubang saluran air yang tak terlihat lantaran terendam.

Beberapa motor juga alami mogok saat menerobos lokasi banjir, mereka terpaksa mendorong motor miliknya melintasi kubang air.

Baca Juga: Pura-pura Jadi Pelanggan, Seorang Pria Curi Monitor di Tasikmalaya

Petugas BPBD Kota Tasikmalaya turun ke lokasi, mereka membantu pengendara dan warga yang melintasi lokasi banjir.

Pantuan HR di lapangan, kemacetan arus lalu lintas terjadi dari kedua arah.

Teten warga setempat mengatakan, banjir ini langganan sering terjadi saat hujan turun.

“Kalau hujan kecil pun  pasti terjadi banjir, ketinggian banjir sekarang setengah sampai satu meter pak,” ungkapnya di lokasi.

Saat banjir banyak motor dan mobil yang mogok karena terendam, akibatnya jalanan di wilayah Kota Tasikmalaya ini menjadi macet karena terhambat.

“Ini kan jalur kota menuju kabupaten atau sebaliknya, jadi otomatis kalau banjir seperti ini bakal macet,” katanya.

Warga pun meminta kepada Pemerintah untuk segara memperbaiki drainase tersebut.

“Banjir ini akibat drainase kecil jadi tak kuat menampung, karena air dari hulu langsung ke drainase ini, jadi saat datang air tidak bisa menampung maka jadilah banjir seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Indra Risdianto petugas BPBD Kota Tasikmalaya menerangkan kalau banjir ini disebabkan karena posisi cekungan air.

“Air dari hulu masuk ke jalur tersebut tidak kuat menampung air, maka jadi banjir. Ini jalur kewenangan provinsi Jabar, tapi kami sempat anggarkan untuk kajian,” singkat Indra. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -

Berita Terbaru