Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita TerbaruCara Menentukan Bilangan Oksidasi yang Mudah, Berikut Penjelasannya

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi yang Mudah, Berikut Penjelasannya

Cara menentukan bilangan oksidasi adalah hal yang penting untuk kita ketahui. Perlu Anda ketahui bahwasannya setiap muatan itu mempunyai elemen yang positif dan negatif.

Atom tersebut akan stabil jika mempunyai elektron valensi yang jumlahnya adalah 8 atau 2. Dengan demikian, sulit mengaitkan dengan jenis atom yang lainnya.

Baca Juga: Tata Nama Senyawa Kimia, Berikut Ini Penjelasannya untuk Anda

Pahami Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Atom

Bilangan oksidasi atau biloks merupakan jumlah muatan negatif dan positif dalam atom. Secara tidak langsung guna menunjukkan elektron yang sudah diserahkan maupun diterima oleh atom lainnya.

Perlu untuk Anda garis bawahi juga bahwa beberapa atom hanya mempunyai satu biloks saja. Begitu juga sebaliknya, ada beberapa atom yang memiliki banyak biloks.

Apabila Anda menemukan nilai dari sebuah bilangan atom terhadap suatu molekul, maka nantinya Anda juga harus mengetahui bagaimana dahulu biloks atom unsur lain. Maksudnya adalah yang memiliki sifat umum atau standar.

Baca Juga: Perubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia

Aturan yang Berlaku

Untuk lebih mudah menggunakan cara menentukan bilangan oksidasi, maka terdapat aturan khusus yang benar-benar harus kita perhatikan. Pertama, biloks itu harus bebas dari nol.

Contohnya, biloks C. Kedua adalah biloks itu jika dalam senyawa merupakan -2. Namun jika untuk peridoks, biloksnya adalah O = -1.

Akan berbeda lagi jika dalam senyawa biner fluoride (biloks O = +2). Sedangkan pada superoksida (biloks O = -1,5).

Misalnya adalah biloks O dalam KO2 adalah -1,5. Biloks O dalam OF2 adalah + 2. Biloks O dalam H2O2 dan BaO2 adalah – 1. Bilangan oksidasi O dalam H2O adalah – 2.

Lalu untuk cara menentukan bilangan oksidasi dalam hidrogen senyawa adalah +1. Tetapi jika hidrogen dalam senyawa tersebut adalah hidrida (senyawa terbentuk apabila logam yang bercampur dengan atom H, misal NaH, KH, CaH2), maka -1.

Perumpamaannya adalah biloks H dalam H2O, NH3, atau HCl = + 1, biloks H dalam NaH, KH, atau CaH2 = – 1.

Biloks I A dan II A

Bilangan oksidasi dengan unsur golongan logam I A dan II A yang terdapat dalam senyawa biasanya juga selalu positif serta sesuai dengan golongannya.

Baca Juga: Massa Atom Relatif, Berikut Penjelasan, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Bilangan oksidasi unsur logam golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) adalah + 2 (biloks Mg pada senyawa MgO, MgCl2, atau MgSO2 adalah + 2), dan unsur logam golongan I A (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) adalah + 1. Biloks K terhadap senyawa KCl, KNO3, atau K2SO4 adalah +1.

Tidak berhenti di situ saja, tentang cara menentukan bilangan oksidasi dengan unsur ion yang juga sesuai jenis muatan ion serta jumlahnya. Biloks S2- = –2, Mg2+ = +2, Na+ = +1.

Biloks senyawa, jumlah bilangan oksidasi (b.o.) H2S adalah 0, jumlah bilangan oksidasi (b.o.) NH3 adalah 0. Tetapi jika senyawa tersebut sesuai dengan jenis muatan dan jumlahnya, maka jumlah bilangan oksidasi (b.o.) NH2 adalah + 1, jumlah bilangan oksidasi (b.o.) CO2–2 adalah –2. (R10/HR-Online)