Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita TerbaruContoh Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika, Berikut Ini Penjelasannya

Contoh Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika, Berikut Ini Penjelasannya

Contoh besaran vektor ternyata masih menjadi pembahasan yang penting. Besaran vektor sendiri merupakan salah satu materi yang biasa kita jumpai dalam pelajaran fisika. Materi ini juga sangat menarik untuk kita bahas. Walaupun, masih terdapat beberapa anak yang takut dengan pelajaran satu ini.

Tidak heran apabila demikian. Pasalnya, pelajaran ini bisa kita katakan sulit. Tetapi berbeda jika kita mau terus belajar dan berusaha untuk mendalami ilmu tersebut. Jadi, tidak ada yang susah apabila kita mau untuk terus berusaha.

Baca Juga: Perubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia

Sedangkan dalam ilmu fisika sendiri, besaran itu terbagi menjadi dua. Ada besaran skalar dan besaran vektor. Salah satu tujuan kita mengetahui contoh dari besaran vektor tersebut adalah supaya kita tidak salah dalam pengaplikasiannya. Karena pada dasarnya. kedua besaran tersebut mempunyai perbedaan yang sangat tipis.

Pahami Contoh Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika

Karena kedua besaran tersebut mempunyai peranan yang sangat penting, untuk itu kita juga perlu mengetahuinya. Namun sebelum kita lanjut ke pembahasan mengenai contoh besaran vektor, alangkah lebih baiknya jika kita ketahui terlebih dahulu sebenarnya apa itu besaran vektor.

Karena vektor merupakan suatu besaran yang terdapat dalam ilmu fisika, sedangkan untuk besaran vektor sendiri termasuk besaran yang mempunyai arah juga nilai. Umumnya, besaran yang satu ini mempunyai lambang bentuk panah. Bentuk panah tersebut nantinya akan menunjukkan ke arah vektor. Sedangkan untuk panjangnya mewakili dari besar vektor itu sendiri.

Syarat dari Besaran Vektor

Supaya kita bisa mengetahui contoh besaran vektor, tentunya terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhi. Jadi, apabila beberapa persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka tidak bisa kita katakan sebagai contoh dari besaran vektor tersebut.

Untuk syarat yang pertama seperti halnya dengan pengertiannya, yakni mempunyai arah. Maksudnya adalah setiap dari besaran vektor sudah pasti mempunyai arah tertentu berdasarkan arah geraknya.

Perlu Anda ketahui juga bahwasannya arah dari besaran tersebut tak hanya berlaku untuk arah lurus saja, melainkan arah yang melengkung. Sebagai contohnya adalah peluru yang dilempar ke atas menggunakan sudut 45 derajat berawal dari arah horizontal.

Baca Juga: Gaya Dalam Fisika: Pengertian, Macam-Macam, dan Jenisnya

Kemudian untuk syarat yang kedua adalah mempunyai nilai yang bisa untuk ditentukan. Hal ini juga sejalan dengan pengertian dari besaran vektor tersebut. Nilai dari besaran tersebut nantinya akan bisa untuk kita ukur menggunakan alat yang sudah menjadi ketentuannya dan sesuai.

Misalnya saja adalah terdapat gaya tarik maupun tekan. Dengan menggunakan alat tertentu kita bisa mengukur dan membaca benda yang mengalami pergerakan tersebut. Jika alat yang kita gunakan untuk mengukur menunjukkan angka 50 Newton, berarti 50 itu sendiri merupakan nilai dari gaya tersebut. Sedangkan Newton merupakan satuannya.

Lalu, untuk syarat yang ketiga adalah mempunyai titik tangkap gaya. Perlu Anda catat bahwasanya titik tangkap itu adalah sebuah titik yang menjadi tempat mulainya suatu pergerakan gaya.

Secara pengertian sederhananya, titik tangkap gaya itu merupakan titik nol sebelum terjadinya pergeseran. Nah, dengan adanya beberapa persyaratan tersebut, juga akan membantu Anda untuk memahami contoh besaran vektor itu sendiri.

Biasanya kita melihat atau menemukan contoh besaran vektor dari kecepatan, gaya, percepatan, momentum, impuls, medan magnet, tekanan, medan listrik, dan perpindahan.

Gaya

Karena gaya merupakan salah satu bagian dari contoh besaran vektor, perlu Anda ketahui bahwasannya gaya itu adalah sebuah besaran yang berasal dari hasil kali massa terhadap suatu benda bergerak dengan percepatan geraknya. Contoh yang satu ini mempunyai satuan Newton atau N.

Baca Juga: Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi, Simak Selengkapnya

Tetapi, kita juga bisa menuliskannya menggunakan satuan kg.m/s2. Mengapa gaya termasuk dari vektor? Alasannya adalah mempunyai nilai yang terpengaruh terhadap arah ke mana gaya tersebut akan bergerak.

Kecepatan

Selain gaya, kecepatan juga menjadi salah satu contoh besaran vektor. Penyebabnya adalah memiliki nilai besaran yang bisa kita tentukan dengan ke mana arah gerakan terhadap suatu benda yang mengalami kecepatan tersebut. Untuk penulisannya sendiri, ketepatan harus ditulis dengan sangat lengkap. Mulai dari satuan, nilai, serta arahnya.

Tekanan

Contoh besaran vektor itu ada tekanan. Ini merupakan sebuah besaran yang menyatakan gaya yang bekerja terhadap satu satuan luas. Alasan tekanan menjadi bagian dari vektor ini adalah mempunyai kemampuan untuk bergerak ke segala arah. Untuk satuan dari tekanan ini adalah satuan Pascal atau Pa.

Vektor Satuan

Untuk vektor 2 dimensi, merupakan faktor yang akan membentuk suatu sudut terhadap salah satu sumbu kartesius. Hal inilah yang harus Anda ketahui sebelum memulai menggambar. Pasalnya, kita juga bisa menggunakan notasi vektor satuan guna menggambarkan suatu besaran serta arah vektornya.

Peta satuan sendiri memiliki artian vektor yang besarnya itu satu satuan serta mempunyai notasi berbeda pada setiap sumbu kartesius. Nah, pahami penjelasan mengenai contoh besaran vektor. Apabila masih belum jelas, Anda bisa bertanya kepada guru ataupun orang yang lebih ahli. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)