Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita TerbaruContoh Gelombang Longitudinal, Pengertian, dan Rumusnya

Contoh Gelombang Longitudinal, Pengertian, dan Rumusnya

Contoh gelombang longitudinal merupakan salah satu hal yang akan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi disebabkan karena tidak tahu, kita tak menghiraukannya.

Bahkan tidak bisa mengidentifikasi apakah itu merupakan longitudinal atau bukan. Maka dari itu, pembahasan mengenai jenis gelombang ini adalah hal yang sangat penting.

Perlu Anda ketahui, banyak orang yang mengatakan bahwa gelombang tersebut terdapat pada alat musik. Misalnya saja seruling dan jenis musik tiup lainnya. Mengapa demikian? Karena memang bunyi itu merupakan bagian dari longitudinal.

Baca Juga: Contoh Gelombang Transversal dalam Kehidupan, Berikut Penjelasannya

Merambat menggunakan perantara udara yang terdapat di pipa tersebut. Laju dari gelombang ini juga akan bergantung pada sifat dari perantara itu sendiri. Hal itu juga yang akan menjadi pembeda antara transversal dan longitudinal.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail tentang gelombang longitudinal, ada baiknya kita menyimak ulasan berikut ini. Nantinya Anda pun lebih mudah mengidentifikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pahami Contoh Gelombang Longitudinal dalam Pembelajaran

Sebelum kita lanjut ke pembahasan mengenai contoh gelombang longitudinal, ada baiknya jika kita mengetahui maknanya. Perlu Anda ketahui bahwasannya gelombang longitudinal merupakan gelombang yang memiliki arah getaran serta arah rambatan sama.

Maknanya adalah arah gerakan medium gelombang tersebut sama atau berlawanan arah terhadap perambatan gelombangnya.

Biasanya bentuk dari gelombang yang satu ini bisa kita lihat melalui slinki. Salah satu ujungnya kita ikatkan pada tiang. Slinki tersebut hendaknya kita sentakan dan rentangkan. Sehingga, bisa terbentuk rapatan juga renggangan.

Untuk slinki yang renggang itu disebut dengan regangan. Sedangkan untuk yang bagian rapat disebut dengan rapatan.

Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwasanya pola dari gelombang longitudinal membentuk rapatan dan regangan. Rapatan itu sendiri merupakan daerah kumparan pegas saling mendekat. Sedangkan untuk pengertian regangan, merupakan daerah kumparan pegas saling berjauhan.

Baca Juga: Contoh Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika, Berikut Ini Penjelasannya

Panjang dari longitudinal ini biasanya dinyatakan dalam satu rapatan beserta satu regangan. Bisa juga jarak dari ujung renggangan sampai ujung renggangan selanjutnya.

Untuk mengetahui panjang dari contoh gelombang longitudinal, hendaknya kita menghitung dengan menggunakan rumus khusus.

Nah, untuk membantu dalam mempermudah mempelajari jenis gelombang yang satu ini, berikut ini beberapa contoh gelombang longitudinal.

Gelombang Suara

Untuk contoh gelombang longitudinal yang pertama adalah gelombang suara. Perlu Anda ketahui bahwasannya gelombang ini merupakan suatu pemanfaatan mekanis. Maksudnya adalah gelombang yang satu ini mampu merambat melalui medium.

Tahukah Anda apa itu medium? Dalam pembahasan ilmu pengetahuan alam dan matematika, mungkin istilah tersebut mempunyai dua pengertian.

Adapun medium dalam ilmu pengetahuan alam merupakan perantara yang bisa berupa benda padat, zat cair, dan zat gas. Gelombang bunyi tersebut mampu merambat ke air, batubara, atau bisa juga udara.

Kompresi

Jika pada bagian sebelumnya sudah terdapat contoh gelombang longitudinal yang berupa slinki, untuk yang selanjutnya adalah gelombang kompresi.

Baca Juga: Tulang Penyusun Cranium, Berikut Ini Penjelasannya

Pada media elastis dengan kekuatan tertentu, osilasi harmonik yang berasal dari gelombang tekanan mempunyai bentuk gelombang kompresi.

Perlu untuk Anda catat juga bahwa dalam contoh gelombang longitudinal tersebut memiliki simbol-simbol tersendiri atau rumus. Nantinya akan membantu kita untuk melakukan perhitungan supaya lebih mudah.

Rumus Menghitung Gelombang

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, demi mempermudah dalam melakukan pembelajaran serta pemahaman tentang contoh gelombang longitudinal, terdapat rumus yang harus kita selalu perhatikan.

Panjang gelombang lambangnya dengan LAMDA (λ). Berawal dari awal sebuah rapatan sampai ke ujung renggangan. Satu gelombang yang penuh itu akan membentuk apabila perantara ada getaran ( t=T ).

Sedangkan simbol untuk jarak tempuh dalam waktu satu periode adalah LAMDA. Misalnya saja adalah cepat rambat gelombang adalah V, maka untuk rumus jaraknya adalah s = vt.

Baca Juga: Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal, Apa Saja?

Pada intinya rumus yang terdapat pada longitudinal adalah T (periode, waktu untuk 1 kali getaran, T=t/n). Frekuensi, F=n/t (banyaknya getaran yang terjadi dalam waktu satu sekon).

Untuk contoh gelombang longitudinal ini masuk pada jenis-jenis gelombang yang berdasarkan arah getar dan arah rambatnya. Jangan salah, karena setiap gelombang itu pasti memiliki sifat.

Ada yang bersifat pembiasan, pelenturan, pemantulan, dan dispersi. Hal ini juga berlaku untuk semua contoh gelombang longitudinal. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)