Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarDeklarasi ODF di Kota Banjar, 3 Desa/Kelurahan Belum Terbebas BABS

Deklarasi ODF di Kota Banjar, 3 Desa/Kelurahan Belum Terbebas BABS

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Deklarasi ODF di Kota Banjar, Jawa Barat, dilakukan oleh Desa Karyamukti dan Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman. Kedua desa tersebut mendeklarasikan sebagai desa ODF (Open Defecation Free) atau wilayah yang terbebas dari perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

Deklarasi kedua desa yang menyatakan sebagai desa ODF terbebas dari perilaku BABS tersebut berlangsung di Aula Desa Sukamukti, Senin (08/11/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastian mengatakan, inti dari deklarasi desa ODF yaitu terpenuhinya akses warga masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan.

Sehingga tidak ada lagi warga yang BABS, seperti di kebun, sungai atau kolam. Karena adanya akses tersebut akhirnya tercipta perilaku hidup bersih dan sehat.

“Intinya tersedia akses untuk warga. Dari hasil pengecekan di lapangan sudah tidak ada lagi yang BAB sembarangan. Meskipun ada yang masih menumpang, tapi akses itu terpenuhi,” kata dr. Andi Bastian.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan data ODF yang ada pada Dinas Kesehatan Kota Banjar, jumlah KK (Kepala Keluarga) di Desa Karyamukti ada sebanyak 1.779KK. Sementara untuk Desa Sukamukti 1.087 KK.

Dari jumlah KK tersebut, Desa Karyamukti memiliki JPS (Jamban Sehat Permanen) sebanyak 1.027 KK. Kemudian, untuk JSSP (Jamban Sehat Semi Permanen) sebanyak 83 KK, dan jamban sharing atau masih numpang sebanyak 669 KK.

Sedangkan, untuk Desa Sukamukti memiliki JSP sebanyak 807 KK, JSSP 74 KK, dan jamban  sharing atau masih numpang sebanyak 206 KK.

“Untuk Kota Banjar sendiri masih ada tiga desa/kelurahan yang belum melakukan ODF. Ketiga desa itu meliputi Desa Neglasari, Kelurahan Pataruman dan Bojongkantong. Kemungkinan tahun depan,” terang dr. Andi.

Dua Desa Deklarasi ODF di Kota Banjar

Sementara itu Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan, deklarasi tersebut berlaku ODF Kota Banjar ini merupakan pernyataan desa yang telah terbebas dari perilaku BABS. Sebelumnya dilakukan proses verifikasi terhadap kedua desa tersebut.

Menurutnya, penting untuk mengubah perilaku BABS. Karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit, dan mempengaruhi kesehatan lingkungan.

Dari data Dinas Kesehatan, kata Ade Uu Sukaesih, sampai saat ini masih terdapat tiga desa/kelurahan di Kota Banjar yang belum melakukan deklarasi wilayah BABS.

“Masih ada tiga desa/kelurahan yang belum melaksanakan deklarasi desa ODF, yaitu Desa Neglasari, Kelurahan Pataruman, Bojongkantong dan Pataruman. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” kata Ade Uu Sukaesih. (Muhlisin/R3/HR Online)

Editor : Eva