Kamis, Desember 2, 2021
BerandaTeknologiAplikasiFitur Auto Refresh Twitter Akhirnya Dihapus dari Linimasa, Ini Alasannya!

Fitur Auto Refresh Twitter Akhirnya Dihapus dari Linimasa, Ini Alasannya!

Fitur Auto Refresh akhirnya dihapus dari Twitter. Salah satu alasan kuat mengapa fitur ini dihapus adalah banyaknya keluhan dari pengguna iPhone terkait dengan gangguan pada aplikasi Twitter.

Satu hal yang menjadi masalah adalah sering terjadinya auto-refresh ketika para pengguna sedang berselancar di media sosial tersebut. Masalah ini muncul sejak pengguna memperoleh update terbaru pada aplikasi.

Di sisi lain, sebenarnya auto-refresh memiliki fungsi yang cukup baik bagi pengguna. Pasalnya, kehadiran Auto Refresh dapat mempermudah munculnya informasi baru pada linimasa Twitter. Namun sayangnya, fitur ini seringkali tiba-tiba muncul ketika pengguna sedang asyik membaca tweet tertentu.

Baca Juga: Preview Instagram di Twitter Kembali Lagi, Memudahkan Pengguna!

Pengahapusan Fitur Auto Refresh Twitter

Baru-baru ini Twitter melakukan pembaharuan yakni dengan menghilangkan salah satu fitur yang mereka miliki. Fitur ini bernama Auto Refresh.

Permasalahan dari fitur ini terjadi sejak bulan September lalu yang baru, akan tetapi kabar ini baru beredar dalam beberapa waktu terakhir.

Para pengguna Twitter tentu pernah mengalami momen saat timeline Twitter akan melakukan refresh tweet terbaru secara otomatis. Dengan demikian, tweet yang sedang pengguna baca akan turut terupgrade serta menghilang.

Dengan kondisi ini, Twitter mendapatkan banyak aduan dari para penggunanya. Mereka merasa tidak nyaman pada saat tweet yang mereka baca tiba-tiba hilang karena kemunculan auto refresh.

Hal ini menjadikan pengguna harus scroll ke bagian bawah untuk menemukan kembali tweet yang mereka baca sebelumnya.

Baca Juga: Saham Tesla Anjlok Karena Cuitan Elon Musk di Twitter, Bagaimana Bisa?

Awal Mula Munculnya Permasalahan Fitur Auto Refresh Twitter

Seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya, masalah ini mulai hadir sejak para pengguna memperoleh update terbaru pada aplikasi. Perusahaan pertama kali menyadari akan adanya masalah ini sejak bulan September lalu.

Mulai saat ini pun, Twitter berusaha memberikan penanganan terbaik hingga akhirnya terjadi penghapusan fitur Auto Refresh demi kenyamanan pengguna.

Selanjutnya perusahaan menjelaskan akan mempengaruhi versi web dari platform. Dengan demikian, para pengguna tidak secara otomatis akan kehilangan tweet yang sedang mereka baca.

Dengan adanya ketidaknyamanan tersebut, sejumlah pengguna menyarankan untuk mengaktifkan Reduce Motion. Reduce Motion berada pada bagian pengaturan Twitter dan cukup berhasil dalam menangkal masalah ini.

Baca Juga: Twitter Divisi Crypto Bertugas Mengatur Strategi Platform Blockchain

Pembaruan Terbaru pada Twitter

Perlu Anda ketahui bahwa dalam sebulan terakhir, Twitter telah sibuk dalam membuat berbagai perubahan pada layanannya. Selain penghapusan terhadap fitur Auto Refresh, aplikasi Twitter juga melakukan pembaharuan lain.

Salah satunya mengenai keputusannya untuk menutup fleet kurang dari setahun, setelah sebelumnya memperkenalkan fitur tweet yang kadaluarsa.

Perubahan ini menghadirkan web yang sejalan dengan aplikasi selulernya. Ini hanya menyegarkan umpan ketika pengguna melakukan tugas secara manual

Hal ini menunjukkan bahwa Twitter sangat memperhatikan umpan balik para pengguna pada saat membuat perubahan serta pembaharuan.

Selanjutnya pada kabar terbaru, Twitter juga mengumumkan mereka tidak akan lagi memotong pratinjau gambar pada web secara otomatis.

Hal ini perusahaan lakukan setelah meluncurkan gambar ukuran penuh pada perangkat seluler awal tahun ini. Pada Twitter web, saat ini gambat akan tampil secara menyeluruh tanpa adanya pemotongan apapun.

Dalam hal ini, pratinjau yang meluncur berbentuk acak dan gambar pun akan nampak seperti saat Anda memotretnya.

Selain itu, menghilangkan fitur Auto Refresh, Twitter juga telah menghapus fitur outload dari platform versi web mereka. Dengan demikian, Twitter tidak akan secara otomatis refresh timeline web dengan menggunakan fitur baru secara otomatis.

Pada minggu lalu, perusahaan telah meluncurkan layanan berlangganan Twitter Blue di AS serta Selandia Baru, setelah sebelumnya meluncur secara terbatas di Kanada dan Australia pada awal tahun.

Terdapat pula akses yang perluasan pada Ruang Twitter bernama Clubhouse. Fitur ini memungkinkan pengguna dalam host obrolan audio dengan tamu undangan. Dalam pembaharuan lain juga memudahkan para pengguna iPhone untuk mencari tweet dari pengguna individu.

Dalam penghapusan fitur Auto Refresh Twitter, para pengguna dapat memutuskan untuk refresh ke tweet baru atau tidak dengan cara mengklik bilah tweet pada bagian atas timeline.

Kemudian sebuah update untuk pengalaman disappearing tweet akhirnya meluncur ke web. Para pengguna dapat memilih kapan akan membuat tweet baru ke timeline. (R10/HR-Online)

- Advertisment -