Jumat, Desember 3, 2021
BerandaBerita TerbaruGerakan Sunda Merdeka, Para Menak Mendirikan Negara Pasundan

Gerakan Sunda Merdeka, Para Menak Mendirikan Negara Pasundan

Gerakan Sunda Merdeka diketahui terjadi karena sebuah tragedi kegagalan perjanjian Renville antara Belanda dan para Republieken.

Para menak yang ada di Jawa Barat berinisiatif untuk bergabung dengan Belanda. Sebab dalam perjanjian itu Belanda menguasai daerah Pasundan hampir seluruhnya.

Belanda pun memanfaatkan situasi ini untuk kemudian dijadikan sebuah pendorong dari lahirnya Gerakan Sunda Merdeka pada tahun 1947.

Masyarakat umum melihat peristiwa ini sebagai sebuah tindakan subversif yang dilakukan oleh Soeria Kartalegawa, sang proklamator negara Pasundan.

Baca Juga: Kisah Ratu Siti Aminah Pemimpin Banten dan Anaknya yang Tamak

Akan tetapi jika kita lihat lebih jauh ternyata gerakan ini disebabkan oleh pernjanjian Belanda dengan Indonesia yang dinamakan dengan perjanjian Renville yang dilanggar Belanda.

Awal Mula Munculnya Gerakan Sunda Merdeka

Belanda disinyalir pernah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian Renville yang didirikan pada tanggal 8 Desember 1947 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat.

Salah satu pelanggaran yang dilakukannya adalah memberitakan pada seluruh rakyat Indonesia jika kekuasaan di Jawa Barat dan sekitarnya adalah wewenang Belanda.

Pernyataan ini senada dengan apa yang diucapkan oleh George Mc. Turnan Kahin dalam “Nasionalisme & Revolusi Indonesia” (2013: 341).

Karena pernyataan Belanda yang dirasakan cukup mendesak rakyat Jawa Barat, akhirnya Soeria Kartalegawa terbesit untuk membentuk negara baru bernama “Negara Pasundan”.

Gerakan Sunda Merdeka melalui pembentukan negara tersebut tentu bukanlah inisiatif orang Sunda sendiri. Melainkan terdapat juga seorang mata-mata Belanda yang berasal dari penasihat politik Van Mook bernama Kolonel Santoso.

Baca Juga: Mahmilub Pasca Peristiwa G30S/PKI, Rahasia Partai Komunis Terbongkar

Combatan KNIL ini mencoba memanfaatkan situasi genting tersebut untuk membuat rakyat di Jawa Barat tidak lagi mempercayai kaum Republieken Sukarno-Hatta.

Peristiwa ini didorong langsung oleh Belanda yang pada waktu itu sepertinya sudah mengetahui kelamahan pemimpin di Jawa Barat yang panik tidak karuan.

Sementara menurut pendapat lain, Soeria Kartalegawa sang pemimpin gerakan Sunda Merdeka ini merupakan figur yang haus kekuasaan, sehingga ia bergabung dengan Belanda.

Ia tidak ingin kehilangan harta benda, berikut dengan jabatan penting dari Belanda waktu itu. Maka dengan demikian lebih baik ia bergabung dan membela Belanda.

Menghasut Rakyat Jawa Barat Menjauhi Pemerintah Republik

Tugas Belanda dengan wacana membangun negara Pasundan adalah untuk menghasut rakyat Jawa Barat supaya mereka menjauhi para pemimpin Republik Sukarno-Hatta.

Politik Pecah Belah ini merupakan teknik jitu dari Belanda yang sedang menguasai wilayah Jawa Barat karena perjanjian Renville.

Selain menggunakan isu pembentukan Negara Pasundan, Belanda juga membuat peta buta Jawa Barat sebagai ladang menarik massa agar tertarik bergabung dengan gerakan Soeria.

Seolah-olah peta buta itu memiliki skala yang besar dan terlihat luas dan besar. Sehingga Belanda memberikan sebuah ajakan kepada rakyat Jawa Barat jangan ragu membentuk sebuah negara. Dari sanalah Gerakan Sunda Merdeka mulai menyebar.

Wilayah orang Sunda cenderung luas, dan memiliki banyak sumber daya alam yang mampu menghidupi masyarakatnya. Dengan hal itu Belanda meyakinkan orang-orang Sunda waktu itu.

Untuk Lebih Meyakinkan Rakyat Pasundan, Belanda Mendirikan Recomba

Kahin juga menjelaskan jika Recomba atau Komisaris Urusan Administrasi Pemerintah Belanda, dibentuk dengan tujuan sebagai alat pemersatu orang Sunda untuk meraih kemerdekaannya.

Selain itu, badan ini difungsikan sebagai ajang memanfaatkan orang Jawa Barat agar semakin percaya. Mereka juga diharapkan tertarik serta ikut andil membantu Belanda saat memerintah di daerah mereka.

Recomba bahkan mengundang wakil dari kelompok-kelompok masyarakat dari semua partai yang ada di Jawa Barat. Tujuannya untuk menarik massa yang banyak dari sebelumnya.

Baca Juga: Sejarah Eksekusi Terkejam di Indonesia: Terpidana Mati Sekarat 8 Hari

Orang-orang Belanda sepertinya sudah pandai dalam melakukan strategi penarikan massa. Sebab bisa dikatakan apa yang pernah dilakukan oleh mereka di Jawa Barat hampir mendekati sukses.

Soeria Kartalegawa Dimanfaatkan Belanda

Gerakan Sunda Merdeka yang ditenggarai oleh Soeria Kartalegawa akhirnya mendapatkan penilaian dari para sejarawan tak terkecuali dengan Kahin.

Ia mengatakan jika Soeria Kartalegawa hanya dimanfaatkan oleh Belanda. Ia terjebak dalam sifat-sifat buruknya seperti ketamakan berpolitik.

Soeria tidak menyadari jika Sunda Merdeka merupakan wacana devide et impera orang Belanda untuk menguasai kembali tanah air kita.

Adapun dengan dibentuknya Gerakan Sunda Merdeka ia sudah menjadi bagian dari orang Belanda yang berasal dari kasta terendah. Atau bisa jadi bahkan Belanda tidak mengakuinya lagi saat berhasil.

Ia hanya dimanfaatkan untuk menghimpun massa di Jawa Barat, agar percaya pada pemerintahan yang sah itu dari Belanda, bukan kaum Republieken (Proklamasi Sukarno-Hatta). (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -