Kamis, Januari 27, 2022
BerandaBerita NasionalGuntur Subagja Bagikan Tips Bisnis Media Online

Guntur Subagja Bagikan Tips Bisnis Media Online

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),– Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja membagikan tips bisnis media online pada seminar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat di Hotel Trans, Sabtu (27/11/2021) lalu.

Guntur menyebutkan, media online memiliki keunggulan yang bisa dijual dibandingkan media sosial.

“Media online berita kontennya terverifikasi, kredibel dapat dipercaya. Ini yang tidak dimiliki media non mainstream karena tak memiliki regulasi,” katanya.

Pernyataan Guntur ini berkaitan dengan tantangan jurnalistik media siber (online) yang menghadapi arus informasi di media sosial. Apalagi media sosial merupakan media yang banyak diakses oleh warganet.

Baca Juga: Puncak IDC AMSI 2021, Menkes Soroti Peran Penting Telemedicine

Selanjutnya menurut Guntur Subagja, keunggulan dari media online, yakni bisa bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

“Tidak fokus pada teks saja, melainkan juga bisa berupa video, audio, maupun gambar,” katanya.

Guntur mengatakan, media online juga bisa mendistribusikan berbagai channel, tidak hanya fokus pada digital.

“Terakhir kreatif dalam membangun model bisnis baru pada era digital. Model revenur media ke depan seperti apa?” katanya.

Guntur membeberkan,ada 10 potensi pendapatan bagi bisnis media online. “Advertising, konten berita atau video, sindikasi konten, komunitas atau member, event, partnership, brand atau lisensi, platform, merchandise, afiliasi,” jelasnya.

Selain itu, Guntur juga menegaskan ada potensi belanja iklan di media iklan yang terus tumbuh. Apalagi saat ini, belanja iklan tidak lagi didominasi iklan melalui media cetak, tapi sudah mulai terjadi pergeseran.

“AMSI hadir di waktu yang tepat, di era media digital,” ujarnya.

Lantas siapa pemasang iklan online terbanyak? Guntur menjelaskan, menurut hasil survei Nielsen, iklan datang dari layanan online, kedua dari pemerintah, ketiga dari sektor swasta.

“Mereka mempertimbangkan memasang iklan di media online. Karena lebih efisien, murah, dan jangkauannya lebih luas,” katanya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -