Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BisnisInvestasi Gasifikasi Batu Bara, Wujud Proyek Hilirisasi

Investasi Gasifikasi Batu Bara, Wujud Proyek Hilirisasi

Investasi gasifikasi batu bara ternyata menjadi hal yang baru, menggairahkan, dan menyita perhatian banyak orang. Dunia investasi kembali lagi viral dengan munculnya investasi baru yang memberikan keuntungan.

Banyak juga yang mengatakan bahwa investasi yang satu ini lebih menguntungkan dan ekonomis. Mungkin bagi beberapa orang, hal ini masih sangatlah asing. Akan tetapi, pemerintah sekarang ini sedang gencarnya mendorong hilirisasi batu bara.

Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional. Namun ternyata mengenai program gasifikasi batu bara itu sendiri sekarang ini tengah berjalan. Nantinya juga akan menjadi pengganti LPG yang kini terpasok dengan impor.

Baca Juga: Pengertian Emiten dan Investor, Tujuan, Hingga Fungsinya

Tahukah Anda apa itu gasifikasi batu bara? Perlu Anda ketahui, gasifikasi batu bara itu merupakan proses konversi guna menjadi produk gas yang bisa berfungsi untuk bahan bakar dan bahan baku industri kimia.

Sedangkan untuk unitnya terdiri dari reaktor, pendingin gas, penangkap ter, pembersih gas, pemisah uap, blower, serta kolam penampung ter.

Mengenal Investasi Gasifikasi Batu Baru yang Ekonomis

Tidak heran apabila investasi gasifikasi batu bara ini menjadi hal yang sangat menguntungkan. Pasalnya, investasi batu bara sendiri juga menjadi hal yang sangat diminati. Terutama dari kalangan kawula muda.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang memulai investasi gasifikasi batu bara ini. Awalnya PTBA merencanakan akan membangun hilirisasi batu baru. Hingga sekarang, mereka dengan sangat seriusnya mengembangkan rencana hilirisasi batu bara tersebut. Dengan mempunyai tujuan mendorong pembangunan pabrik gasifikasi batu bara yang menjadi DME atau Dimethyl Ether.

Penggarapan tersebut juga berawal saat PTBA sudah menandatangani Head of Agreement dengan PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan Pt Chandra Asri Petrochemical. Adanya proyek tersebut juga digadang bisa memenuhi kebutuhan pasar yang sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 DME, dan 450 polypropylene setiap tahun.

Baca Juga: Investasi Sukuk Ritel Lebih Aman, Menguntungkan, dan Sesuai Syariat

Sedangkan untuk lokasi dari pabrik gasifikasi tersebut berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Seperti penjelasan sebelumnya yang memaparkan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi DME tersebut untuk mengurangi impor LPG. Selain itu, juga untuk menarik investasi gasifikasi batu bara sampai 32 triliun.

Selaku Corporate Secretary dari PTBA, Apollonius Andwie mengatakan adanya pembangunan gasifikasi menjadi DME tersebut akan mendatangkan investasi gasifikasi batu bara US$ 2,1 miliar ke Indonesia. Hal itu ternyata juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Untuk manfaat yang lainnya adalah PTBA bisa memanfaatkan cadangan batu bara yang tidak memiliki potensi jual sebanyak 180 ton selama 30 tahun. Alasannya adalah memiliki nilai yang rendah. Dengan adanya pengurangan impor LPG tersebut, bisa untuk menghemat cadangan devisa negara 8,7 triliun pada setiap tahunnya.

Menjadi Prioritas Utama

Demi terwujudnya komitmen untuk mengurangi impor LPG, pemerintah terus memberikan dorongan. Salah satunya adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral guna meningkatkan nilai tambah batu bara.

Bukan hanya itu saja, investasi gasifikasi batu bara tersebut menjadi salah satu prioritas utama investasi Minerba. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, menggenjot multiplier effect perekonomian nasional.

Sedangkan untuk kebutuhan investasi, akan ditanggung dengan Air Product dan Chemical Inc. Ini merupakan perusahaan yang berasal Amerika Serikat yang mana sudah menyediakan teknologi gasifikasi batu bara tersebut.

Dampak Bagi Ekonomi

Selain mendatangkan investasi gasifikasi batu bara, ternyata hilirisasi juga akan berdampak terhadap perekonomian. Untuk dampak yang pertama adakah hilirisasi ini meningkatkan ketahanan energi nasional. Nantinya dengan menggunakan DME akan menekan impor LPG 1 juta ton setiap tahun.

Selanjutnya adalah untuk menghemat cadangan devisa sampai 9,7 triliun setiap tahunnya serta menghemat neraca perdagangan sampai 5,5 triliun pada setiap tahunnya. Dengan pemanfaatan batu bara yang rendah tersebut 180 juta dalam waktu 30 tahun untuk umur pabrik.

Baca Juga: Investasi Sektor Riil, Berikut Pengertian, Jenis, dan Tipsnya

Sedangkan untuk efek yang ganda yang akan pemerintah dapatkan sampai pada 800 miliar setiap tahunnya. Sedangkan dampak ekonomi yang lainnya adalah pemberdayaan industri nasional dengan melibatkan tenaga lokal.

Tetapi tak hanya itu saja, dampak lain dari hilirisasi ini juga akan mengeksplorasi teknologi Indonesia. Dengan demikian, spillover dari teknologi tersebut bisa menumbuhkan inovasi-inovasi baru serta kewirausahaan.

Dengan adanya proyek hilirisasi yang melahirkan investasi gasifikasi batu bara menjadi salah satu hal yang harus kita dukung untuk memperbaiki perekonomian nasional. Lalu mengurangi ketergantungan impor LPG dengan memanfaatkan DME menjadi penggantinya. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)