Kamis, Januari 27, 2022
BerandaBerita TerbaruJenis-jenis Bekas Jerawat dan Cara Menghilangkannya

Jenis-jenis Bekas Jerawat dan Cara Menghilangkannya

Agar bisa mendapatkan kulit wajah mulus cerah merata, perlu kita ketahui jenis-jenis bekas jerawat dan cara menghilangkannya.

Setiap jenisnya ternyata membutuhkan penanganan yang berbeda agar cepat hilang. Sehingga tidak bisa diberi perlakuan sama, karena proses penyembuhannya pun berbeda.

Masalah jerawat memang terasa umum bagi semua orang. Bisa terjadi karena kurangnya perawatan, perubahan hormon, atau juga pengaruh dari makanan yang tidak sehat. Bagi wanita, siklus haid juga turut berpengaruh dalam kemunculan jerawat.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Breakout Saat Pakai Skincare Baru

Produksi kolagen pada setiap orang pun berbeda-beda. Apabila tubuh memproduksi kolagen terlalu banyak atau kurang dari kebutuhan kulit, maka akan lebih sulit untuk menghilangkan bekas jerawat. Oleh karena itu perlu penanganan yang tepat agar kulit bisa kembali mulus dan cerah merata.

Ini Jenis-jenis Bekas Jerawat

Untuk menemukan solusi yang tepat, kenali karakteristik dari masing-masing bekas jerawat. Beda penampakan beda pula cara menghilangkannya. Berikut adalah tips yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan warna kulit yang lebih merata.

Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

Jika kamu memiliki bintik-bintik gelap yang kehitaman atau keunguan, maka itu termasuk golongan jenis bekas jerawat PIH.

Kondisi ini terjadi akibat produksi melanin yang berlebih, sehingga warna kulit menjadi tidak merata dan sangat mengganggu penampilan.

Agar PIH bisa cepat hilang, gunana skincare dengan kandungan berikut:

  • niacinamide
  • alpha arbutin
  • vitamin C

Niacinamide, alpha arbutin, dan vitamin C adalah kandungan yang dapat mengatasi masalah hiperpigmentasi. Jika masalah kulitmu terdapat jenis bekas jerawat PIH atau bintik-bintik gelap, pilih salah satu atau kombinasikan zat-zat tersebut.

Baca Juga: Pelembab untuk Kulit Bruntusan, Bersihkan Wajah Secara Efektif

Bagi sebagian orang, menggunakan niacinamide saja sudah cukup namun ada juga yang harus ditambah alpha arbutin atau vitamin C.

Kamu pun bisa menerapkan teknik double serum, semisal pakai alpha arbutin di pagi hari lalu tambah vitamin c saat malam. Keduanya tetap bisa bekerja dengan baik dan membuat warna kulit lebih merata.

Atrophic Scar (Kehilangan Jaringan)

Jenis bekas jerawat atrophic scar berupa cekungan atau lubang-lubang yang nampak pada kulit wajah. Bentuknya pun beragam, ada yang seperti ice pick, rolling, atau boxcar. Penyebabnya adalah kekurangan produksi kolagen sehingga kulit cenderung lambat ketika melakukan regenerasi.

Untuk mengatasi masalah atrophic scar, berikut ini solusinya:

  • retinol
  • AHA
  • treatment

Retinol adalah senyawa turunan vitamin A yang memiliki molekul lebih kecil sehingga ia dapat meresap ke lapisan epidermis.

Cara kerjanya adalah dengan memberi efek pengelupasan sehingga lapisan sel kulit baru dapat dengan mudah terbentuk.

Selain bermanfaat untuk menghilangkan jenis bekas jerawat atrophic scar, retinol juga terkenal sebagai anti aging.

Sedangkan AHA merupakan eksfoliator yang bersifat larut dalam air dan bekerja pada permukaan kulit. Penggunaan AHA tidak boleh berbarengan dengan retinol sehingga perlu diberi jeda beberapa hari.

Apabila kamu ingin cara yang lebih instan, berkunjung saja ke klinik estetik untuk mendapat treatment sesuai masalah kulit.

Hypertrophic Scar (Jaringan Parut)

Jenis bekas jerawat hypertrophic scar memiliki ciri-ciri yang menonjol seperti keloid dan terasa keras saat kamu menyentuhnya.

Biasanya terjadi ketika kulit memproduksi kolagen secara berlebihan, sehingga bekas jerawat menjadi tonjolan yang susah hilang.

Baca Juga: Cara Mengurangi Produksi Minyak di Wajah, Kulit Mulus Tanpa Jerawat

Untuk kondisi ini, kamu hanya bisa menjalani treatment. Beberapa treatment yang bisa kamu temukan di klinik antara lain:

  • asam retinoat
  • laser
  • punch excisions

Khusus untuk jenis bekas jaringan parut, salep tradisional tidak memberi hasil yang signifikan. Kulit membutuhkan salep asam retinoat yang bisa didapat dengan resep dokter. Salep ini dioleskan langsung ke bekas luka untuk mengurangi penampilannya.

Menghilangkan hypertrophic scar juga bisa dengan laser yang bekerja menghilangkan lapisan kulit terutama di area bekas jerawat.

Sedangkan punch excisions adalah operasi kulit untuk mengangkat pertumbuhan jaringan yang tidak diinginkan. Pastikan kamu memilih klinik atau tempat praktek yang bersertifikat.

Berkonsultasi dengan dokter kulit juga bisa membantumu untuk mendapatkan skincare yang sesuai. Selain itu barengi dengan pola hidup sehat agar jenis-jenis bekas jerawat cepat memudar dan kelembaban kulit tetap terjaga dari dalam. Mengkonsumsi buah dan sayuran bisa mendukung regenerasi sel kulit. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -