Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita PangandaranJoglo Batu Kalde Pangandaran, Dulunya Tempat Istirahat Pangeran

Joglo Batu Kalde Pangandaran, Dulunya Tempat Istirahat Pangeran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Joglo Batu Kalde yang berada di kawasan Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat ternyata dulunya adalah tempat peristirahatan Bujangga Manik, seorang pangeran istana Pakuan dengan gelar Pangeran Jaya Pakuan.

Hal itu disampaikan Plt Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Pangandaran, Irna, Senin (15/11/2021).

Menurutnya Pangeran Bujangga Manik pernah singgah di Joglo tersebut dalam waktu yang cukup lama sebelum tahun 1854. 

“Saat ini kondisi Batu Kalde dan batu bulat yg diduga penyangga tiang joglo dalam kondisi rusak. Diduga akibat proses alam, yaitu tsunami,” katanya. 

Baca Juga: Situs Batu Kalde di Pangandaran Bakal Jadi Wisata Edukasi

Namun, lanjut Irna, beberapa peneliti mencoba mengungkap tentang kisah perjalanan Bujangga Manik. 

“Dikabarkan Bujangga Manik pernah melakukan perjalanan keliling pulau Jawa dan Bali. Beliau selalu berkelana karena tidak mau dinikahkan oleh orang tuanya dan memilih untuk mengabdi ke Yang Maha Kuasa,” jelasnya.  

Irna melanjutkan, Pangeran Bujangga Manik konon dikenal lebih memilih menempuh jalan hidup asketis atau menghindari kenikmatan duniawi.

“Adanya sejarah di kabupaten Pangandaran terlebih di lokasi obyek wisata tak ada salahnya jika penemuan Joglo dan Batu Kalde serta penemuan lainnya yang ada nilai sejarah pada masa lalu bisa dijadikan sebagai salah satu tempat edukasi,” katanya.

Keberadaan wisata edukasi, menurut Irna, akan menambah wawasan para pelajar bukan hanya pelajar yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Bahkan pelajar yang dari luar Pangandaran bisa menikmati destinasi alam plus edukasi tentang sejarah,” katanya.

Irna menambahkan, Disparbud Pangandaran memang berencana menjadikan Joglo Batu Kalde ini bisa dikunjungi para wisatawan dengan didampingi pemandu.

“Hal ini perlu dikaji lebih lanjut dengan bekerja sama beberapa peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi BRIN dan Balai Arkeologi Jawa Barat. Sedangkan tempat yang lainnya yang mengandung nilai sejarah pun direncanakan hal serupa,” pungkasnya. (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)