Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita PangandaranKampung Madu Pangandaran Masuk 23 Besar Kompetisi Inovasi Jabar

Kampung Madu Pangandaran Masuk 23 Besar Kompetisi Inovasi Jabar

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kampung madu Pangandaran (Mapan), masuk ke dalam 23 besar penilaian kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) tahun 2021.

Saat ini kampung madu yang berada di Dusun Karangkamal, Desa Margacinta, Cijulang, itu tengah dinilai dan diverifikasi oleh tim dari Provinsi.

Termasuk yang dilaksanakan hari Selasa (16/11/2021) kemarin.

Tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat melakukan penilaian ke lapangan.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Ciamis Ujang Endin Indrawan.

Baca Juga: Joglo Batu Kalde Pangandaran, Dulunya Tempat Istirahat Pangeran

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat DPMD jabar Lisa Avianty mengatakan, sengaja datang ke kampung madu Pangandaran untuk melakukan penilaian.

Sebelumnya ada ratusan desa yang mengikuti kompetisi inovasi Jawa Barat.

Namun dari ratusan desa tersebut diambil 45 Desa, kemudian menjadi 23 Desa, termasuk kampung madu Margacinta Pangandaran.

“Sekarang kita melakukan penilaian untuk menuju 10 besar KIJB,” ujar Lisa.

Metode penilaian sendiri kata Lisa yakni dengan cara kunjungan lapangan melihat bukti-bukti yang dilakukan dan wawancara dengan masyarakat langsung.

Kampung madu Pangandaran ini merupakan program yang digagas oleh Patriot Desa Kabupaten Pangandaran.

Pihaknya melakukan asistensi program inovasi patriot desa ini agar bisa membantu mengidentifikasi potensi desa, seperti kampung Madu Karangkamal.

“Tentunya program ini mampu membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan umumnya Kabupaten Pangandaran,” jelas Lisa Avianty.

Wabup Apresiasi Kampung Madu Pangandaran

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran H Ujang Endin Indrawan mengucapkan terima kasih kepada tim Patriot Desa.

Lantaran telah memberikan motivasi masyarakat kampung Karangkamal dengan program budidaya madu.

Pihaknya berharap program ini bisa mendorong perubahan mentalitas serta mindset masyarakat agar berprinsip ekonomi.

“Masyarakat terus bergerak jangan merasa bosan, lelah, karena prinsip kemajuan itu harus terus bergerak. Inovasi budidaya kampung madu ini bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lanjutnya, problem biasanya pada pemasaran yang susah.

“Tapi kita bisa kerjasama dengan pabrik obat dengan syarat produksi harus tetap dijaga kualitas dan kuantitas nya,” katanya.

Ujang Endin menambahkan, kampung madu Pangandaran ini bisa juga dibuat paket wisata dengan promosi atau iklan berkelanjutan sehingga nanti bisa menjadi desa wisata. (Madlani/R8/HR Online/Editor Jujang)