Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Nabi Idris Haus Ilmu, Rajin dan Berhasil Lawan Kemungkaran

Keteladanan Nabi Idris Haus Ilmu, Rajin dan Berhasil Lawan Kemungkaran

Keteladanan Nabi Idris tentunya menjadi hal yang harus kita ketahui. Bahkan bisa kita katakan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban.

Apalagi, iman kepada nabi dan rasul merupakan rukun iman yang keempat. Hal tersebut seolah sudah menjadi kewajiban untuk kita meneladani semua kisah Nabi Idris As tersebut.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa nabi dalam ajaran Islam yang wajib untuk kita imani itu ada 25. Meskipun kita tidak pernah jumpa sebelumnya, akan tetapi pada kenyataanya Allah mengatakan bahwa nabi dan rasul tidak hanya berjumlah 25. Hanya saja, semua itu menjadi rahasia Allah SWT.

Sedangkan untuk Nabi Idris sendiri merupakan nabi dengan urutan yang kedua. Nabi Idris juga merupakan salah satu utusan Allah SWT.

Tugasnya sama dengan nabi dan rasul lainnya, yakni menyampaikan risalah kepada kaumnya. Dalam sejarah mengatakan bahwa Idris hidup sekitar tahun 4.533 sampai 4.188 sebelum Masehi.

baca juga: Keteladanan Luqman Al Hakim, Inspirasi dalam Mendidik Buah Hati

Mengetahui Keteladanan Nabi Idris dalam Sejarah Islam

Setiap nabi mempunyai kisah masing-masing. Dalam setiap kisah nabi tersebut juga terdapat beberapa keteladanan yang bisa kita amalkan di kehidupan kita sekarang ini. Hal yang demikian ini juga berlaku pada kisah keteladanan Nabi Idris As.

Perlu Anda ketahui bahwasanya Idris sendiri berasal dari bahasa DARASA yang artinya adalah belajar. Memang juga sesuai dengan namanya. Memperbanyak atau memanfaatkan hidupnya untuk belajar kitab-kitab Allah SWT yang sebelumnya sudah turun.

Nah, sebenarnya dari sepenggal nama dari Nabi Idris, kita sudah mendapatkan sedikit gambaran, tentang teladannya. Namun supaya bisa mendapatkan jawaban yang lebih gamblang akan hal tersebut, maka simak langsung penjelasannya berikut ini.

Berdasarkan Al-Qur’an surat Maryam ayat 56 sampai 57 menjelaskan:

baca juga: Keteladanan Rasul Ulul Azmi Mengajarkan Tentang Kesabaran dan Setia

Pandai Membaca

Keteladanan Nabi Idris adalah orang yang pertama kali mempunyai kemampuan membaca dan menulis dengan menggunakan pena. Hal yang demikian itu juga sesuai dengan namanya.

Allah SWT juga memberikan 30 lembaran-lembaran yang berisikan ajaran Tuhan. Ada petunjuk yang pastinya harus disampaikan kepada umatnya.

Berarti semasa masih kecil ia juga selalu berusaha untuk bisa melakukan hal tersebut. Meskipun hal ini juga sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT.

Tetapi, justru dengan adanya ketentuan tersebut, malah memberikan kemudahan bagi Idris untuk melakukannya. Apapun yang kita inginkan dengan beralaskan kebaikan, pasti Allah akan memudahkan. Pasti itu.

baca juga: Keteladanan Abu Bakar Mengajarkan Keikhlasan untuk Urusan Islam

Rajin

Meskipun merupakan Nabi Allah, akan tetapi Idris juga memiliki keteladanan selalu haus akan ilmu. Dalam kehidupannya, nabi ini juga sibuk dengan berbagai kepentingan.

Akan tetapi, ia tetap saja tidak lupa dengan Tuhan. Ia juga sangat rajin dalam mengkaji ajaran Allah SWT yang sudah diturunkan melalui Adam dan Syits.

Bukan hanya itu saja yang ia pelajari. Pasalnya, ajaran yang disampaikan langsung kepadanya juga selalu ia pelajari.

Fenomena alam dan yang merupakan ayat atau pertanda dari Tuhan, seolah menjadi kewajiban baginya untuk terus ia pelajari. Maka dari itu, nama dan kebiasaan dari Idris ini juga, selaras.

Dulunya juga, sebab keteladanan nabi Idris ini, semangat dalam belajar dan haus akan ilmu. Ia juga merupakan orang yang pertama kali mempunyai kepandaian dalam memotong serta menjahit pakaian.

Padahal semasa hidupnya, sejarah Islam mengatakan bahwa ia itu hanya menggunakan kulit binatang untuk menutup auratnya.

Gagah Berani Melawan Kemungkaran

Berbekal pengetahuan yang lengkap karena kerajinan, ketekunan, kekuatan, juga kehebatan yang mumpuni. Dengan gagah berani, Idris berjuang dengan tak gentar melawan kemungkaran.

Ia juga tidak takut mati dan pada akhirnya perjuangan tersebut berhasil untuk menyadarkan kaum keturunan Qabil dan Iqlima yang sesat.

Jalan yang ditempuh sudah pasti tidaklah mudah. Dengan keberanian pantang menyerah, semuanya membuahkah hasil sesuai harapan.

Keteladanan Nabi Idris juga menjadi penyebab dirinya mendapatkan gelar Asadul-Usud yang artinya singa dari segala singa. Banyaknya keteladanan yang Nabi Idris miliki, tentu bisa kita jadikan contoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -