Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruKisah Kedermawanan Utsman bin Affan Menjadi Teladan Bagi Kehidupan

Kisah Kedermawanan Utsman bin Affan Menjadi Teladan Bagi Kehidupan

Kisah kedermawanan Utsman bin Affan nyatanya menjadi hal yang sangat menginspirasi untuk kehidupan kita. Dari namanya, kita sudah familier bukan?

Tepat sekali, dia merupakan Utsman bin Affan, khalifah ketiga setelah Umar Bin Khattab. Khalifah ini juga sudah berkuasa pada tahun 644 sampai 656.

Khalifah ini merupakan khalifah yang menjabat kekuasaan paling lama. Sama dengan yang lainnya, khalifah ini juga merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang setia.

Perlu Anda ketahui bahwa Utsman merupakan anak yang terlahir dari seorang ibu bernama Arwa binti Kurayz. Asal dari Arwa sendiri adalah suku Abdshams.

Sedangkan ayahnya bernama Affan bin Abi Al-‘As yang berasal dari suku Umayyah. Kedua suku yang berbeda tersebut merupakan suku yang terpandang juga kaya di Quraisy, Mekkah.

baca juga: Keteladanan Nabi Idris Haus Ilmu, Rajin dan Berhasil Lawan Kemungkaran

Mengupas Kisah Kedermawanan Utsman bin Affan dalam Islam

Putra dari Affan dan Arwa ini lahir pada tahun 574 Masehi dari bani Umayyah. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi khalifah ini, sebab dirinya adalah orang yang pertama kali melakukan perluasan Masjid Nabawi di Madinah.

Selain itu, juga Masjidil Haram yang berada di Mekkah. Hal tersebut terjadi sebab terjadinya peningkatan umat muslim yang menunaikan ibadah haji.

Seperti penjelasan pada bagian sebelumnya yang mengatakan bahwa orang tua dari Utsman berasal dari suku terpandang dan kaya raya. Sehingga, tidak heran apabila Utsman juga berasal dari keluarga kaya raya.

Bahkan orang tua dari khalifah ketiga merupakan saudagar di Mekkah. Kekayaan keluarga Utsman sudah terkenal, status sosial yang mereka miliki juga tinggi di kalangan orang Mekkah.

Meskipun tidak segarang kepemimpinan khalifah lainnya, akan tetapi banyak orang yang segan dengan kisah kedermawanan Utsman bin Affan dan kelembutannya.

baca juga: Keteladanan Luqman Al Hakim, Inspirasi dalam Mendidik Buah Hati

Ujian dari Allah

Karena kedermawanan Utsman bin Affan, penting sekali kita menyimak bagaimana kisah dalam menggunakan hartanya untuk agama Islam. Kisah ini bermula sejak adanya ujian bagi umat Islam.

Ujian tersebut berupa kekeringan yang sangat panjang di Madinah. Padahal mayoritas umat Islam meninggalkan harta bendanya ketika hijrah ke Madinah.

Sedangkan sisa sumur yang masih terdapat sumber airnya hanyalah milik orang Yahudi saja. Orang tersebut bernama Rauma. Debit air tersebut banyak.

Sebagai pemiliknya, Rauma mengomersialkan sumur ini hanya untuk mereka yang memeluk agama Yahudi. Melihat hal tersebut, Rasulullah SAW merasa kasihan kepada umat Islam yang harus antre untuk membeli secara langsung dengan datang ke sumur tersebut.

Nah, di sini awal kisah kedermawanan Utsman bin Affan dalam mengeluarkan harta kekayaan demi agama Islam. Rasulullah SAW berkata kepada pemilik sumur tersebut, jual air sumur itu dengan mata air surga. Tetapi pemilik sumur malah menjawab tidak akan menjual mata air ini karena hanya mempunyai satu saja.

Jika kita mendengar jawaban orang Yahudi dengan Rasulullah SAW, kita bisa menyimpulkan bahwasanya orang tersebut memang tidak mempunyai keinginan untuk memberikan air kepada orang lain secara cuma-cuma.

baca juga: Keteladanan Rasul Ulul Azmi Mengajarkan Tentang Kesabaran dan Setia

Memberi Kesempatan Kepada yang Lain

Setelah Rasulullah mendengar apa yang sebenarnya Rauma inginkan, lantas mengatakan hal tersebut kepada sahabat lainnya.

Rasul juga mengatakan bahwa siapa yang mampu membeli sumur Yahudi dan mewakafkan kepada umat Islam, kelak di surga akan mendapatkan air minum sebanyak air yang berada di sumur tersebut.

Dalam kisah kedermawanan Utsman bin Affan, ia langsung berangkat menuju rumah Yahudi tersebut guna membeli sumur dengan segala jenis kepandaiannya dalam melakukan negosiasi.

Utsman membeli sumur tersebut dengan harga 12.000 Dirham. Akan tetapi, harga tersebut belum membuat Utsman menjadi pemilik sumur itu seutuhnya. Akan tetapi, setiap pergantian hari.

Jika hari ini umat muslim, maka untuk besoknya adalah orang Yahudi. Dalam hal ini, khalifah ketiga ini juga menganjurkan kepada umat muslim untuk mengambil air yang sebanyak-banyaknya ketika tiba jadwalnya.

Hingga pada akhirnya Rauma menawarkan kepada Utsman untuk menambahkan 8000 Dirham lagi agar menjadi pemilik sumur itu sepenuhnya. Tanpa berpikir panjang, Utsman langsung memberikan uang tersebut.

Kisah kedermawanan Utsman bin Affan patut dijadikan contoh. Meskipun kaya, tetapi tidak sombong dan rela menggunakan uangnya untuk kepentingan agama Islam. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -