Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita PangandaranHasilkan Puluhan Ton, Kotoran Kelelawar di Guha Bau Pangandaran Diteliti

Hasilkan Puluhan Ton, Kotoran Kelelawar di Guha Bau Pangandaran Diteliti

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kotoran kelelawar di Guha Bau di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jabar, ternyata bisa mencapai 10 ton per tahun.

Ketua LSM Yayasan Pangandaran Lestari Holil Rahman Rabu (17/11/2021) menyampaikan hal itu saat kegiatan mengidentifikasi dan inventarisasi flora dan fauna di Guha Bau.

“Kotoran kelelawar itu bagus untuk bahan baku pupuk organik tanaman,” ungkap Holil.

Lanjutnya, selama 3 tahun lebih kotoran kelelawar di Guha Bau ini belum diangkat.

“Sehingga bisa kita bayangkan berapa banyak kotoran yang ada di Guha Bau itu,” ucapnya.

Namun sebelum diolah dan digunakan, pihaknya menginginkan kotoran kelelawar ini diuji laboratorium terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan masyarakat banyak.

“Tujuannya supaya kita tahu komposisi kegunaannya nanti selain untuk bahan pupuk alami untuk apa saja selain untuk tanaman padi, pohon dan tanaman hias,” katanya.

Selain melakukan penelitian terhadap kotoran kelelawar di Guha Bau, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan pengelola desa wisata Kertayasa melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Wisata Palatar Green Canyon dan Guha Bau.

Penanaman pohon ini dalam rangka pelestarian alam di wilayah hulu yakni kawasan Taman Wisata Palatar Green Canyon dan Guha Bau.

Ratusan pohon jenis keras dan lainnya kita tanam di lokasi kawasan Taman Wisata Palatar Green Canyon agar fungsi resapan air lebih bagus.

“Ini dalam upaya menjaga alam agar alam pun menjaga kita,” ungkap Holil.

Baca Juga: Kampung Madu Pangandaran Masuk 23 Besar Kompetisi Inovasi Jabar

Dinas Lingkungan Hidup Pangandaran Teliti Kotoran Kelelawar Guha Bau

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran Atikah menyebut di Guha Bau ini terdapat banyak sekali kelelawar.

“Kita melakukan identifikasi dulu jenis kelelawar atau lalay apa yang ada di Guha Bau ini apakah kotorannya bagus untuk bahan pupuk atau tidak,” katanya.

Pihaknya bangga terhadap tokoh tokoh penggerak lingkungan tanpa dana dan anggaran, mereka masih semangat menjadi pemerhati dan penggerak masyarakat untuk menjaga alam.

“Kami mengajak kepada semua masyarakat untuk melakukan gerakan cinta lingkungan, dengan kesadaran pribadi masyarakat agar menjaga dan melestarikan alam agar tidak punah,” ungkap Atikah.

Di tempat yang sama Ketua Bumdes Guha Bahu Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Teten menyambut baik kegiatan identifikasi flora dan fauna di Guha Bau.

Di Guha Bau memang banyak sekali kotoran kelelawar yang nantinya bisa masyarakat manfaatkan.

“Minimal dengan bahan baku yang melimpah kotoran kelelawar ini bisa masyarakat gunakan, bahan bakunya jangan kita jual, tapi harus kita olah terlebih dulu,” pungkasnya. (Madlani/R8/HR Online/Editor Jujang)