Selasa, Juli 5, 2022
BerandaBerita CiamisIngin Hajatan, Warga Ciamis Ini Harus Ziarah ke Makam Kanjeng Dalem Nayapita

Ingin Hajatan, Warga Ciamis Ini Harus Ziarah ke Makam Kanjeng Dalem Nayapita

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Masyarakat di Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Ciamis, Jabar, yang ingin menggelar hajatan harus ziarah dulu ke Makam Kanjeng Dalem Nayapita.

Cerita urban ini sampai sekarang masih diyakini oleh sebagian warga setempat.

Jadi bagi warga yang punya hajatan baik pernikahan maupun khitanan harus ziarah dulu ke makam leluhur Kanjeng Dalem Nayapita.

Jika tidak, maka akan ada kejadian kepada warga yang bersangkutan.

Salah satu tokoh masyarakat Pasirpeuteuy Ciamis Sutarman mengatakan, Kanjeng Dalem Nayapita merupakan salah satu pemimpin di wilayah tersebut saat Kerajaan Galuh.

Selain oleh warga setempat, makam tersebut juga sering didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah seperti halnya Bandung dan Tasikmalaya.

“Konon di area makam ini mempunyai hal yang magis, salah satunya jika tidak melakukan ziarah atau nadran jika akan melakukan hajatan maka akan terjadi kejadian,” ujar Sutarman, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Pura-pura Beli Hasil Bumi, Maling di Ciamis Gasak Isi Rumah

Di Makam Kanjeng Dalem Nayapita Ciamis Ada Bokor Emas?

Selain itu juga, masih banyak orang percaya bahwa di bawah tanah di lokasi makam tersebut terdapat bokor emas.

Setiap tanggal 1 Bulan Hijriah masyarakat rutin melakukan ziarah ke makam tersebut.

Waktu dulu kata Sutarman pernah kejadian, warga yang akan melaksanakan hajatan lupa tidak ziarah ke makam tersebut.

“Tiba-tiba ada kejadian menimpa warga tersebut. Makanya, warga setempat jika akan gelar hajatan pasti melakukan ziarah dulu,” katanya.

Selain dijadikan tempat ziarah oleh masyarakat, di lokasi Makam Kanjeng Dalem Nayapita juga dijadikan tempat persembunyian warga setempat saat zaman Belanda.

Meskipun tempatnya terbuka, namun jika penjajah melintasi daerah tersebut. Tidak menemukan sekelompok warga setempat.

Hal tersebut menjadikan masyarakat setempat selamat dari jajahan militer Belanda.

“Memang aneh, namun cerita yang beredar di masyarakat saat ini seperti itu. Jadi tempat tersebut jadi persembunyian warga dari penjajah Belanda,” ucapnya.

Sementara itu salah satu warga setempat Husen membenarkan, pihaknya menyaksikan sendiri jika ada warga yang lupa ziarah ke makam Kanjeng Dalem Nayapita saat akan menggelar hajatan.

Dulu ada warga yang lupa ziarah saat menggelar hajatan khitanan.

Tiba-tiba di lokasi hajatan tersebut hujan disertai angin kencang

“Padahal di daerah saya tidak terjadi hujan apalagi angin kencang,” pungkasnya (Ferry/R8/HR Online/Editor Jujang)