Jumat, Desember 3, 2021
BerandaBerita BanjarMasyarakat Banjar Harus Kompak Antisipasi Paham Radikalisme

Masyarakat Banjar Harus Kompak Antisipasi Paham Radikalisme

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Wali Kota Banjar, Jabar, Ade Uu Sukaesih mewanti-wanti masyarakat Kota Banjar agar berhati-hati terhadap radikalisme yang penyusupannya sangat halus.

“Mereka pintar sekali cuci otaknya, (kita) perlu sangat hati-hati,” ujar Ade di sela-sela menghadiri undangan di Mapolres Kota Banjar Kamis (18/11/2021).

Ia tak ingin Kota Banjar mengalami hal yang sama dengan yang MUI Pusat alami.

Ia menjabarkan kedepannya agar pengajian-pengajian dilakukan lebih terbuka, dilaksanakan di masjid-masjid yang ada di Kota Banjar.

Jika pengajiannya di rumah harus dengan sepengetahuan aparat setempat RT dan RW.

“Sebelumnya kita membebaskan pengajian di rumah-rumah, namun sekarang sebaiknya di masjid-masjid,” jelasnya.

Ade pun meminta masyarakat agar turut mengawasi dan melaporkan jika terjadi ketidakwajaran dalam pengajian-pengajian di wilayahnya.

“Terutama yang mengarah ke paham-paham radikalisme,” pungkas Ade Uu.

Baca Juga: PD Muhammadiyah Kota Banjar Siap Bangun Sekolah Tinggi

Kapolres Kota Banjar AKBP Ardyaningsih, memberikan wejangan pada warga agar berhati-hati terhadap paham radikalisme.

“Terkadang orang-orang di sekitar kita tak menampakkan gejala kelompok radikal, namun ternyata bisa jadi orang tersebut ternyata berafiliasi dengan kelompok tertentu,” katanya.

Senada Ketua Pimpinan Daerah (KPD) Pemuda Muhammadiyah Kota Banjar melakukan langkah antisipatif terkait paham dan gerakan radikalisme.

“Di Muhammadiyah sudah ada benteng-benteng terkait radikalisme seperti itu,” katanya Minggu (21/11/2021).

Ia menekankan cita-cita dari awal pendirian Muhammadiyah oleh KH Muhammad Dahlan 109 tahun yang lalu adalah untuk membangun negara, bukan menghancurkan negara.

Muhammadiyah sendiri selalu melakukan diskusi dengan berbagai pihak mengenai paham radikalisme dan juga langkah antisipasinya.

“Alhamdulillah Pemuda Muhammadiyah itu bergerak di bidang kebangsaan,” ungkapnya.

Pola gerakan Pemuda Muhammadiyah lebih kepada gerakan inklusif, bukan eksklusif.

“Pola kita ke gerakan inklusif (membaur),” rangkumnya. 

Pandu berharap agar di Kota Banjar tidak kecolongan seperti yang terjadi pada anggota MUI Pusat yang terpapar radikalisme beberapa waktu lalu. (Aan/R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -