Kamis, Januari 27, 2022
BerandaTeknologiAplikasiMessage Level Reporting WhatsApp, Fitur Baru Untuk Keamanan

Message Level Reporting WhatsApp, Fitur Baru Untuk Keamanan

Message Level Reporting WhatsApp kini hadir sebagai fitur baru aplikasi chatting terbesar itu. Fitur terbaru ini diluncurkan untuk tujuan keamanan penggunanya. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Mengenal Fitur Message Level Reporting WhatsApp

WhatsApp merupakan aplikasi mengirim dan menerima pesan dengan pengguna terbanyak. Aplikasi ini menjadi kesukaan banyak orang karena memiliki fitur yang lengkap.

Mulai dari VC (Video Call), pesan suara, telepon suara reguler, dan banyak lagi. Anda juga dapat membagikan momen yang akan terhapus secara otomatis dalam 24 jam melalui WhatsApp Status.

Selain itu, untuk menambah pengalaman pesan yang menyenangkan, WhatsApp memiliki fitur stiker lucu.

Baca Juga: Cara Menyadap WhatsApp Terbaru Lewat Google, Cuma Isikan No WA

Mengembangkan Fitur Baru

Menjadi aplikasi pesan terpopuler di dunia, membuat WhatsApp terus memperbarui fiturnya demi kenyamanan pengguna.

Baru-baru ini aplikasi tersebut meluncurkan fitur baru Message Level Reporting WhatsApp yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan privacy.

Message Level Reporting WhatsApp merupakan fitur yang dapat Anda gunakan untuk menandai pesan asing. Melalui fitur Message Level Reporting WhatsApp, Anda bisa melaporkan akun mencurigakan ke WhatsApp.

Adapun cara kerja fitur Message Level Reporting hanya dengan menandai pesan yang mengganggu tersebut.

Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan menekan lama suatu pesan untuk melaporkan atau memblokir pengguna.

Fitur ini juga berguna untuk mengatasi pesan spam, ujaran kebencian, pelecehan, dan segala tindakan kriminal lain.

Selain fitur Message Level Reporting, aplikasi tersebut juga menghadirkan fitur Flash Calls. Fitur Flash Calls ini memungkinkan pengguna untuk menginstal ulang WA di perangkat lain.

Pesan verifikasi nantinya tidak lagi melalui SMS, tetapi dengan panggilan otomatis. Pihak WhatsApp mengklaim, fitur ini jauh lebih aman mengingat semua dilakukan dari dalam aplikasi. Berbeda dengan sistem verifikasi sebelumnya yang menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Baca Juga: Fitur Reaction WhatsApp di Android, Unik Dengan Aneka Ekspresi Menarik

Buntut Dari Adanya Kebocoran Data

Pengguna menduga jika munculnya Message Level Reporting WhatsApp merupakan buntut dari adanya kebocoran data.

Perusahaan besar ini memang seringkali mendapat aduan dari penggunanya mengenai lemahnya perlindungan privacy.

Pada bulan Juni lalu, WhatsApp diterpa isu kebobolan data nomor telepon pengguna. Isu bocornya data tersebut muncul saat ada laporan bahwa grup WhatsApp muncul di Google Search.

Hal itu membuat siapa saja dapat menemukan grup dan bergabung dengan hanya mencari namanya lewat mesin pencarian Google.

Tentunya itu sangatlah mengerikan. Grup yang seharusnya bersifat pribadi dapat dimasuki orang yang tidak dikenal.

Menurut seorang peneliti keamanan, nomor telepon pengguna WhatsApp Web dipastikan muncul di pencarian Google.

WhatsApp Web sendiri dapat Anda akses melalui komputer atau laptop. Menanggapi hal tersebut, pihak WhatsApp segera mengeluarkan pernyataan.

Mereka mengatakan bahwa WA telah menyertakan tag ‘no index’ sejak Maret 2020. Tag ‘no index’ adalah sebuah tag yang membuat Google tidak bisa mengindeks suatu laman web.

Masalah kebocoran data ini bukanlah pertama, kejadian serupa juga pernah terjadi pada November 2019 lalu.

Tak hanya kasus kebocoran data, WhatsApp juga menemukan 12 kerentanan di aplikasinya pada tahun 2019. Mereka mengungkap bahwa 7 dari 12 kerentanan tersebut berbahaya.

Menurut data National Vulnerability AS, angka tersebut naik secara signifikan dari tahun sebelumnya.

Para ahli lain juga berpendapat bahwa kerentanan keamanan tersebut tampaknya tidak tertangani selama beberapa waktu.

Pengungkapan tersebut sontak memicu pertanyaan pengguna terhadap keamanan aplikasi tersebut.

Fitur Message Level Reporting WhatsApp Sebagai Bukti Keseriusan

Setelah kebocoran data beberapa lalu, saat ini pengguna harus kembali khawatir karena adanya kerentanan pada aplikasi tersebut.

Tak sedikit dari pengguna yang memberikan komentar pedas kepada perusahaan besar tersebut karena terkesan menganggap sepele masalah yang ada.

Baca Juga: Aplikasi Whatsapp Beta Memiliki Banyak Fitur, Ini Cara Menggunakannya!

Menanggapi kasus tersebut, pendiri sekaligus CEO Telegram Pavel Durov ikut buka saura. Ia beranggapan WhatsApp harus mulai memperhatikan lebih serius masalah yang terjadi berulang ini.

“Memiliki 7 backdoors dalam 12 bulan terakhir, secara statistik hal tersebut mustahil untuk dikatakan ‘sangat aman'” tulis Pavel.

Ia juga menambahkan bahwa bagaimana bisa perusahaan sebesar WhatsApp dapat terus kecolongan.

Dengan berbagai kritikan tersebut, sepertinya membuat WhatsApp kelimpungan. Mereka mulai serius dalam menjaga keamanan privacy penggunanya.

Bukti keseriusan tersebut adalah dengan adanya fitur Message Level Reporting WhatsApp sebagai penjamin keamanan serta kenyamanan para penggunanya. (R10/HR-Online)

- Advertisment -