Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita TerbaruMisi Peluncuran Pesawat DART Selamatkan Bumi Dari Kepunahan

Misi Peluncuran Pesawat DART Selamatkan Bumi Dari Kepunahan

Misi peluncuran pesawat DART merupakan program khusus dari NASA atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Misi peluncuran pesawat DART merupakan program khusus dari NASA atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat. Kini pihaknya telah bersiap untuk melancarkan misi tersebut demi keselamatan muka Bumi.

Kabarnya misi tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya tabrakan asteroid dengan Bumi. Sehingga manusia dan seluruh isi Bumi tidak akan punah atau hancur. Harapannya Bumi terus terjaga kelestariannya tanpa adanya kehancuran akibat asteroid tersebut.

Melansir dari Teslet dan Space DART merupakan singkatan dari Double Astrid Prediction Test. Lebih tepatnya, misi ini akan membelokkan asteroid atau komet yang mengarah ke Bumi. Dengan begitu, perlu usaha ekstra agar tidak terjadi tabrakan dahsyat.

Baca Juga: Nebula Mata Cleopatra NGC 1535, Berkaitan Dengan Bintang Biner?

Mengenal Misi Peluncuran Pesawat DART 2021

Dalam menyelesaikan misi, NASA akan mengerahkan berbagai teknologi canggih untuk terjun ke DART. NASA akan menargetkan asteroid biner dekat Bumi. Nama dari asteroid tersebut adalah Didymos dan Dimorphus.

Kedepannya pesawat DART akan melaju menuju ruang angkasa dengan kecepatan 6.6 km/detik. Pesawat tersebut dipastikan bisa menabrak Dimorphus. Ketika pesawat sudah menabrak Dimorphus, maka orbit asteroid Didymos akan berubah arah.

Apabila misi tersebut berhasil, maka asteroid tidak lagi mengarah ke Bumi. Rencananya DART akan meluncur dengan roket SpaceX 9 tanggal 23 November 2021. Lebih tepatnya akan meluncur pada pukul 22.20 waktu setempat.

Nantinya misi tersebut akan meluncur dari komplek luar angkasa Vandenberg 4 East (SLC-4E) California. Pesawat tersebut sudah tiba sejak tanggal 2 Oktober 2021. Sebelum peluncuran pasti harus melalui proses tes akhir dan pemeriksaan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kekuatan dan kualitas dari pesawat tersebut sebelum penerbangan. Pesawat tersebut merupakan buatan Johns Hopkins Applied Physics Lab (APL) dari Maryland.

Baca Juga: Tabrakan Bintang Neutron Hasilkan Debu Tidak Biasa di Angkasa

Detail Asteroid dan Tata Letaknya

Adanya misi peluncuran pesawat DART terletak pada 11 juta kilometer dari Bumi. Hal ini tidak menimbulkan risiko apapun terhadap Bumi. Namun NASA akan memanfaatkan teleskop yang canggih untuk mendeteksi keberadaan asteroid.

Penggunaan teleskop tersebut berbasis darat untuk mengamati dan mengukur perbedaan sistem asteroid. Dengan begitu, akan mengetahui teknologi yang tepat untuk membelokkan asteroid tersebut.

Jika membiarkan asteroid menabrak Bumi, maka akan berbahaya untuk keselamatan masa depan. Asteroid adalah momok dari peradaban planet Bumi. Sehingga harus penuh perhatian baik-baik agar Bumi dan seisinya tidak punah.

Tidak Ingin Era Dinosaurus Terulang

Misi peluncuran pesawat DART sebenarnya adalah bentuk kepedulian NASA terhadap masa-masa yang sudah. Tidak ada yang ingin punahnya Dinosaurus terulang lagi. Masa depan harus lebih baik dari hujan asteroid yang terjadi 66 juta silam.

Dulunya Dinosaurus merupakan korban dari asteroid yang hidup berdampingan dengan makhluk lainnya. Lama-kelamaan keberadaannya punah termakan oleh peristiwa alam. Para ilmuwan sedang mengusahakan hal tersebut tidak terulang kembali.

Misi ini harus berjalan karena merupakan demonstrasi kemampuan menanggapi potensi ancaman dampak asteroid. Butuh orang-orang terbaik juga terpercaya untuk menyelesaikan misi tersebut.

Baca Juga: Misi SpaceX Inspiration4, Wisata Antariksa Pertama Untuk Warga Sipil

Asteroid Mengancam Bumi

Misi peluncuran pesawat DART bertujuan membelokkan arah asteroid. Dua asteroid yang berpotensi bahaya sedang mengancam keselamatan Bumi.

Asteroid bernama Didymous memiliki ukuran lebar 2.559 kaki atau setara 780 meter. Lalu asteroid Dimorphus memiliki diameter 525 kaki atau setara 160 meter.

Asteroid Dimorphus mengorbit dengan sebutan bulan kecil dalam sistem. Dengan adanya pesawat DART akan memberi dorongan kuat asteroid yang lebih kecil ke Didymos. Sehingga memperpendek orbitnya beberapa menit.

Waktu pengujian pesawat tersebut cukup lama kurang lebih satu setengah tahun di lapangan. Berlatih bukanlah hal yang mudah untuk melakukan penerbangan ke Dimorphus. Proses pelatihan tersebut menggunakan sistem operasi terbaik.

Misi peluncuran pesawat DART akan menjamin perubahan arah asteroid. Hal ini memungkinkan Bumi untuk terus melangsungkan kehidupan bersama-sama.

Setelah terjadinya misi DART ini, tidak akan ada tabrakan batu antariksa. Tak heran jika arah tumbukan berubah ke lokasi lainnya.

Beberapa tahun kedepan Eropa juga sudah menyiapkan misi baru ke Didymos. Hal ini bertujuan melihat hasil kerja dari DART berhasil atau tidaknya. Besar harapan para ilmuwan agar misi tersebut berjalan dengan lancar.

Dengan misi peluncuran pesawat DART ke kawasan asteroid tersebut, Bumi akan terselamatkan. Tak heran bila perjalanan pesawat tersebut sangat menentukan masa depan. (R10/HR-Online)

- Advertisment -