Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita CiamisMotor Pengangkut Air Galon Terbakar di Maleber Ciamis

Motor Pengangkut Air Galon Terbakar di Maleber Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Motor pengangkut air galon terbakar di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Maleber, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 12.10 WIB.

Diduga motor jenis Suzuki Smash tersebut terbakar akibat adanya korsleting pada salah satu kabel.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat peristiwa kebakaran itu, bagian belakang sepeda motor tersebut dan 6 buah galon hangus terbakar.

Rusbandi (21) pengendara motor pengangkut air galon yang terbakar menuturkan, awalnya ia hendak mengantarkan pesanan ke daerah Kelurahan Maleber.

Akan tetapi, saat tiba di tempat kejadian, pada bawah motor langsung ada api dan menyambar ke atas secara tiba-tiba.

“Mungkin karena adanya korsleting pada kabel bagian samping motor. Kemudian, ada selang bensin di bawahnya. Dan akhirnya api langsung membesar,” tuturnya kepada HR Online, Rabu (17/11/2021).

Melihat motornya terbakar, Rusbandi pun panik dan langsung minta bantuan warga setempat.

Namun, saat akan menyiram pakai air, api tetap menyala atau tidak bisa padam. Malah kobaran api semakin membesar. Sehingga seluruh bagian motor pengangkut air galon itu pun terbakar.

“Saya dapat bantuan dari masyarakat mencoba padamkan api. Alhamdulillah, setelah menyiramnya dengan air, sekitar setengah jam api baru bisa padam,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik pengisian isi ulang air galon di Jalan Cokroaminoto Ciamis, Irma, mengaku kaget saat diberi kabar bahwa motor yang Rusbandi kendarai terbakar.

“Kaget. Tapi setelah dengar kabar bahwa karyawan saya kondisinya baik-baik saja, jadi lega. Jadi yang penting Rusbandi tidak apa-apa,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Irma mengaku rugi hingga jutaan rupiah. Namun, pihaknya mengikhlaskan kejadian tersebut, karena itu merupakan peristiwa kecelakaan.

Pihaknya juga mengimbau kepada karyawan lainnya, agar selalu berhati-hati dan selalu mengecek kondisi motor. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali kedepannya.

“Paling penting karyawan saya tidak apa-apa. Kalau motor nanti bisa saya cari lagi. Karena yang itu sudah tidak bisa dipakai lagi,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -