Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita BanjarTahun Depan Pemasaran Barang di Pasar Banjar Pakai Sistem Digital

Tahun Depan Pemasaran Barang di Pasar Banjar Pakai Sistem Digital

Berita Banjar, (harapanrakyat com),- Tahun 2022 nanti, sistem penjualan barang di pasar tradisional Kota Banjar menggunakan sistem digital.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Industri (KUKMP) Kota Banjar, Edi Herdianto melalui Kabid Perdagangan Mamat Rahmat membenarkan hal itu Kamis (25/11/2021).

Ia menyebut pemasaran digital di pasar tradisional dapat membantu para pedagang dalam melakukan transaksi yang lebih modern.

Sehingga dengan sistem itu nantinya pemasaran barang menjadi praktis, bisa menjangkau semua kalangan, lebih modern dan tertata.

Tidak tertinggal, karena sekarang sistem digital tersebut juga sudah mulai diterapkan di berbagai pasar tradisional daerah.

“Kalau tidak beralih dengan sistem digital nanti kita akan tertinggal. Jadi, semua pemasaran nanti akan terintegrasi secara online,” kata Mamat Rahmat.

Baca juga: Harga Minyak Curah di Pasar Banjar Masih Tinggi, Cabai Turun 2 Ribu

Lanjutnya, adapun untuk mekanisme penerapan sistem pemasaran digital di pasar tradisional itu nantinya seperti apa pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai persiapan teknis di lapangan.

Persiapan teknis tersebut meliputi pelatihan bagi petugas operator yang akan mengelola manajemen.

Kemudian sistem pemasaran dan harga serta fasilitas pendukung berupa jaringan internet.

Saat ini kata Mamat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang pasar terkait rencana penerapan sistem digital untuk pedagang pasar tradisional tersebut.

“Rencana kami akan melihat ke Pasar Cikurubuk dan Cimahi yang sekarang sudah mulai menerapkan. Kami target awal tahun depan untuk di Banjar sudah mulai berjalan,” katanya.

Paguyuban Pasar Banjar Sambut Positif Pemasaran Sistem Digital

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjar, Aa Sukmana menyambut positif terobosan tersebut karena dinilai akan membantu omzet penjualan para pedagang.

Terlebih lagi, sejak masa pandemi Covid-19 daya beli masyarakat terus menurun bahkan sampai 50 persen lebih. Kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

Sejauh ini kata Sukmana, baru beberapa pedagang saja yang sudah mulai menggunakan pemasaran secara digital dan itu pun dilakukan secara mandiri menggunakan aplikasi WhatsApp.

“Kami harap dengan pemasaran sistem digital itu nantinya bisa membantu mengembalikan omzet penjualan para pedagang. Kami juga ingin nanti ada pelatihan dan sosialisasi kepada para pedagang,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -