Kamis, Januari 27, 2022
BerandaBerita TerbaruPengertian Tata Surya, Bagaimana Proses Pembentukannya?

Pengertian Tata Surya, Bagaimana Proses Pembentukannya?

Pengertian tata surya secara umum adalah tempat yang luas. Banyak ruang kosong di antara planet-planet. 

Tata surya terdiri dari Matahari dan seluruh benda yang mengorbit di sekelilingnya. Termasuk planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet. 

Mengenal Lebih Dekat Pengertian Tata Surya

Sistem antariksa ini saling terikat gravitasi antara satu dengan yang lainnya. Matahari sebagai pusat tata surya dan benda-benda langit akan mengelilinginya secara langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut merupakan pengertian dari tata surya.

Benda langit yang besar dan mengitari Matahari secara langsung bernama planet. Kemudian benda langit mengitari Matahari secara tidak langsung adalah bulan. Pasalnya, bulan menjadi satelit dari planet.

Baca Juga: Ciri Planet Merkurius, Planet Terdekat Pusat Tata Surya

Mengutip Space, orang Romawi Kuno menyebut sol untuk orbit yang memanjang dari Matahari. Kemudian melewati empat planet bagian dalam.

Melalui sabuk asteroid, keempat raksasa gas dan sabuk kuiper akan berbentuk cakram. Hingga jauh melampaui heliopause berbentuk titik air mata.

Para ilmuwan berpendapat jika tepi tata surya sekitar 9 miliar mil dari Matahari. Kemudian di luar heliopause terletak awan Oort bulat raksasa yang mengelilingi tata surya. 

Matahari, bulan, dan planet-planet paling terang masih dapat terlihat oleh para astronom dengan mata telanjang. 

Dengan begitu, riset dan perhitungan terhadap objek angkasa ini memunculkan adanya ilmu astronomi. Akan tetapi, tata surya kita dan batas luar paling dekat masih mewakili jangkauan fisik para astronom. 

Bagaimana Tata Surya Ditemukan?

Setelah mengetahui pengertian dari tata surya, lantas bagaimana astronom menemukannya. Selama beribu-ribu tahun, mereka telah mengikuti titik-titik cahaya di antara bintang-bintang yang terlihat bergerak. 

Baca Juga: Perbedaan Meteor dan Meteorit Menurut Berbagai Segi

Dari zaman kuno telah dikenal planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Lalu penemuan teleskop menambahkan sabuk asteroid, Uranus, Neptunus, Pluto, dan bulan-bulan di dunia. 

Untuk mengamati benda angkasa, meluncur wahana untuk menjelajah sistem kita dan berlanjut hingga hari ini. Banyak objek buatan manusia yang sudah melewati ambang batas ke ruang antar bintang.

Sebut saja Voyager 1, Voyager 2, New Horizons, Pioneer 10, hingga Pioneer 11. Hingga saat ini para astronom masih berburu planet lain di tata surya kita.

Pembentukan Tata Surya

Banyak ilmuwan berpendapat jika tata surya terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang berputar, pengertian tersebut terkenal sebagai nebula surya.

Ketika gravitasi meruntuhkan nebula, tata surya akan berputar lebih cepat hingga menjadi piringan. Lalu sebagian besar materi tertarik ke arah pusat dan terbentuklah matahari. 

Sementara itu, partikel lain dalam piringan akan bertabrakan dan saling menempel. Bahkan akan membentuk objek planetesimal sebesar asteroid. Beberapa diantara mereka akan menjadi komet, bulan, planet, dan asteroid. 

Angin matahari akan menyapu sebagian unsur seperti hidrogen dan helium dari planet terdalam, sehingga tinggal tersisa dunia berbatu. 

Orbit Tata Surya

Seluruh planet, planet kerdil, benda es di sabuk kuiper, serta asteroid berbatu mengitari Matahari dalam orbit elips. Tata surya ini untuk pengertian arahnya sama dengan rotasi Matahari. 

Seorang pengamat menemukan jika gerakan orbit berlawanan arah jarum jam. Hal tersebut bila mengamatinya dari tempat seperti di atas Kutub Utara Bumi.

Sebaliknya, inti komet di Oort akan berada pada orbit dengan arah acak. Hal itu berdasarkan distribusi bola di sekeliling bidang planet. 

Baca Juga: Lubang Hitam Supermasif, Observasi Terbaru Para Astronom

Eksentrisitas merupakan definisi dari bentuk orbit sebuah benda. Orbit lingkaran sempurna eksentrisitasnya adalah 0. Kemudian eksentrisitas akan meningkat ke nilai 1 jika orbit berbentuk parabola. 

Dari keseluruhan planet yang ada, Venus dan Neptunus mempunyai orbit paling melingkar mengitari Matahari. Masing-masing eksentrisitasnya adalah 0,007 dan 0,009.

Dalam membahas pengertian tata surya, juga terdapat inklinasi untuk menentukan orbit suatu objek di sekitar Matahari. Sudut ini terbuat dengan bidang orbit Bumi atau ekliptika. 

Merkurius mempunyai kemiringan terbesar, orbitnya terletak pada 7 derajat terhadap ekliptika. Perlu Anda ketahui, terdapat beberapa dari awan Oort yang mempunyai kemiringan lebih dari 90 derajat.

Sehingga gerakan mereka ketika mengelilingi matahari berlawanan dengan rotasi matahari atau mundur. 

Pengertian tata surya dan terbentuknya tidak terlepas dari pengamatan para astronom. Matahari mulai terbentuk sekitar 5 miliar tahun silam. Kemudian planet-planet dan objek di sekelilingnya terbentuk dari material yang tidak membentuk Matahari. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -