Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita NasionalPengungsi Asal Afganistan Bakar Diri di Medan, Ini Pemicunya!

Pengungsi Asal Afganistan Bakar Diri di Medan, Ini Pemicunya!

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Pengungsi asal Afganistan nekat bakar diri di depan kantor UNHCR Medan tepatnya di Jalan Imam Bonjol, Selasa (30/11/2021) pagi.

Saat ini korban yang bernama Ahmad Shah (22) itu menjalani perawatan di RS Siloam Dirga, Medan.

Semiaro Waruwu, seorang sekuriti di lokasi kejadian mengaku melihat pelaku bersama beberapa temannya berdiri tak jauh dari pintu masuk gedung.

Pengakuan Semiaro, saat itu ia sudah mencium bau bensin dari seseorang yang mengenakan kaos hoodie lengan panjang tak lain pengungsi asal Afganistan.

Setelah koordinasi dengan danru bahwa ada orang yang mau bakar diri, ia kemudian mengambil gas pemadam dari dalam.

Dugannya saat itu, kawan-kawan pelaku sudah berusaha untuk mencegah pelaku membakar dirinya.

Namun dalam sekejap, pria yang merupakan pengungsi asal Afganistan itu sudah nekat membakar diri.

Pria itu membawa mancis di tangan kanan dan kirinya. Api marak dan korban teriak-teriak.

“Lalu kami semprot pakai gas pemadam. Setelah itu rekan-rekannya membawa korban ke rumah sakit,” ujar Semiaro.

Zuma yang juga imigran Afganistan membenarkan ada salah satu pengungsi yang nekat bakar diri di depan kantor UNHCR Medan.

Baca Juga: WNA Asal Arab yang Siram Istri dengan Air Keras Terancam Pidana Mati

Pengungsi Asal Afganistan yang Bakar Diri Alami Depresi

Menurut Zuma, pelaku aksi bakar diri ini mengalami stress, depresi dan sakit jiwanya selama 5 tahun berada di penampungan.

Telah berulang kali pelaku meminta kepada IOM dan UNHCR agar diperhatikan. Tapi permintaan itu sama sekali tidak didengar.

Akhirnya kata Zuma, pelaku tidak sabar lagi dan datang ke UNHCR lalu membakar diri.

Zuma menjelaskan, pelaku mengalami luka bakar pada bagian wajah, tangan dan punggungnya.

Depan pintu gedung UNHCR Medan, pengungsi asal Afganistan ini sudah menyiram badannya dengan minyak dan membawa 2 korek api.

Kawannya lalu berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku, namun tidak berhasil. Ketika sudah dekat, api sudah naik.

“Sekuriti itu yang sudah mematikan apinya,” jelas Zuma.

Pihaknya pun meminta tolong kepada pemerintah Indonesia, termasuk IOM. Agar mencarikan solusi terbaik bagi para pengungsi asal Afganistan.

Karena menurut Zuma, negara asalnya tidak aman. Negaranya sudah diambil oleh Taliban.

“Kami tidak boleh masuk. Kalau kami balik langsung dibunuh,” tutur Zuma.

Unjuk Rasa 30 Hari Tak Ada Tanggapan

Zuma mengatakan ada tiga solusi terbaik. Pertama, pulang ke negaranya secara sukarela. Kedua, menjadi WNI, namun hal itu menurutnya tidak mungkin.

Solusi ketiga, pindahkan para pengungsi asal Afganistan ke negara ketiga. Pihaknya tidak akan berhenti unjuk rasa untuk meminta hak mereka.

Sudah 30 hari para pengungsi unjuk rasa di depan kantor UNHCR Medan. Mereka memasang tenda, tidur dan memasak di tempat parkir.

Namun selama 30 hari berunjuk rasa, kata Zuma, belum juga ada tanggapan.

“Mereka membohongi kami terus. Katanya besok ketua kami datang ke Medan. Minggu depan kepala PBB mau turun ke Medan,” ujar Zuma.

“Hingga sekarang tidak ada yang terlaksana,” sambungnya.

Sementara itu saat ini pengungsi asal Afganistan yang nekat bakar diri di depan kantor UNHCR Medan sedang menjalani perawatan di RS Siloam. (R8/HR Online/Editor Jujang)

- Advertisment -