Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita TasikmalayaPengunjung Obwis Gunung Galunggung Tasikmalaya Mulai Meningkat

Pengunjung Obwis Gunung Galunggung Tasikmalaya Mulai Meningkat

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pengunjung obwis Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini mulai meningkat lagi sejak kawasan wisata tersebut dibuka kembali beberapa bulan lalu.

Cluster Management obwis (obyek wisata) Gunung Galunggung, Dudung Suhaeri mengatakan, pengunjung sudah mulai mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari sebelumnya.

“Alhamdulillah, hari libur ini jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Galunggung mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 20 persen kketimbang minggu sebelum,” ungkapanya, Minggu (31/10/2021).

Selain Kawah Galunggung, para pengunjung juga terlihat cukup padat memenuhi wahana kolam air panas yang ada di lokasi obwis tersebut.

Meski begitu, lanjut Dudung, pihaknya pun tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai Covid-19. Sehingga kapasitas kunjungan sementara ini masih terbatas hanya 25 persen saja.

Baca Juga : Aksi Bela Palestina, Warga Tasikmalaya Long March ke Gunung Galunggung

Namun, karena wisata alam Galunggung miliki lahan yang luas, maka angka 20 persen itu terbilang cukup besar.

“Jadi dengan kenaikan pengunjung obwis Gunung Galunggung sebesar itu tidak begitu berpengaruh. Karena lahan wisata Galunggung ini cukup luas untuk wisatawan beraktifitas,” terangnya.

Dudung juga menyebutkan, jumlah kunjungan pada hari Minggu 31 Oktober 2021, angkanya mencapai 1.200 pengunjung. Sedangkan, kalau bukan hari libur hanya sekitar 500 pengunjung.

Sementara itu, salah seorang pengunjung obwis Gunung Galunggung, Ahmad Bilal mengaku senang dengan dibukanya kembali objek wisata tersebut. Sehingga ia bersama keluarganya bisa menikmati lagi keindahan Galunggung dan berendam dalam kolam air panas.

“Memang selama PPKM kami tidak bisa kemana-mana. Tetapi sekarang dengan adanya pelonggaran obyek wisata, akhirnya kami bisa ajak keluarga berlibur. Tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ahmad. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -