Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita TerbaruPerubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia

Perubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia

Perubahan entalpi pembentukan standar merupakan salah satu pembahasan yang terjadi ketika reaksi kimia sedang terjadi. Pada saat itu juga akan terjadi reaksi kimia serta penyerapan atau bisa kita sebut dengan pelepasan kalor. Mungkin hal ini masih sangat asing untuk kita dengarkan.

Walaupun demikian, terkadang tanpa kita sadari, hal tersebut terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Meskipun begitu, pada kenyataannya, tak sedikit orang juga yang belum mengetahui tentang apa itu sebenarnya. Dalam reaksi kimia sendiri, entalpi adalah selisih akhir dengan awal.

Baca Juga: Contoh Besaran Skalar, Definisi dan Cara Menyatakannya

Memiliki pengukuran pada suhu 298 K serta tekanan 1 atm. Sedangkan untuk entalpi akhir merupakan entalpi produk, entalpi awal merupakan entalpi reaktan. Perlu Anda ketahui juga bahwa entalpi itu sendiri memiliki simbol H (Heat).

Dalam termokimia, pemilik simbol tersebut tidak bisa untuk kita hitung secara pasti. Pasalnya yang bisa kita hitung adalah entalpi ΔH yang sudah menyertai terjadinya reaksinya kimia tersebut.

Mengenal Perubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia

Sebelum membahas lebih dalam tentang perubahan entalpi pembentukan standar, perlu kita ketahui apa makna yang sebenarnya dari hal tersebut.

Perlu Anda catat dan garis bawahi bahwasannya perubahan entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi reaksi 1 mol zat pada keadaan yang standar 25 derajat, 1 atm. Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa satuan dari perubahan tersebut adalah kj/mol.

Tetapi, pengertian perubahan entalpi pembentukan standar dengan perubahan entalpi itu berbeda. Pengertian dari entalpi standar sudah dijelaskan sebelumnya. Sementara jika perubahan entalpi adalah jumlah yang bebas atau diserap sistem ketika reaksi kimia terjadi.

Baca Juga: Pengertian Biosfer dan Contohnya: Pembahasan Secara Lengkap!

Untuk simbolnya sendiri adalah ΔHfθ atau ΔfHθ. Simbol ini juga mengindikasikan bahwasannya dalam babak tersebut hanya akan terjadi saat kondisi standar. Maksudnya adalah apabila itu terjadi pada gas, maka kondisi standar pada gas lebih tepat ketika 1 bar.

Perubahan standar pada larutan, maka konsentrasinya adalah 1 M saat tekanan 1 bar. Kemudian untuk substansi murni terhadap kondisi yang terkondensasi, baik air maupun padatan murni untuk tekanan 1 bar.

Berbeda lagi jika perubahan standar pada elemen kimia, paling stabil adalah tekanan 1 bar, tetapi juga pada suhu tertentu. Sebagai contohnya adalah perubahan entalpi pembentukan standar dari karbon dioksida.

Entalpi ini tertulis saat kondisi standar 1 mol produk yang sudah terbentuk. Standar ini juga berlaku untuk semua entalpi pembentukan. Jadi, C (s,grafit) + O2(g) → CO2(g).

Jenis Perubahan Entalpi

Ternyata perubahan entalpi pembentukan standar tersebut juga terbagi menjadi beberapa. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini. Untuk yang pertama adalah memiliki ∆Hf. Terbentuk saat 1 mol senyawa terhadap keadaan standar.

Sebagai contohnya, pada persamaan termokimia dengan pembentukan H2O. Jadi, H2(g) + ½ O2(g) → H2O(l) ∆H = -285,9 kJ

Dari persamaan tersebut bisa untuk kita simpulkan bahwa pembentukan 1 mol H2O dari H2 dan O2 yang membutuhkan energi -285,9 kJ.

Selanjutnya adalah entalpi pembakaran standar atau ∆Hc. Perubahan ini akan terjadi saat 1 mol terbakar dengan sempurna.

Baca Juga: Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi, Simak Selengkapnya

Misalnya adalah pada persamaan termokimia, C2H6(g) + 3 ½ O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(g) ∆H = -2803 kJ.

Lalu ada entalpi penguapan standar atau yang memiliki simbol ∆Hvap. Akan terjadi ketika 1 mol zat cair berubah untuk menjadi zat gas ketika titik didihnya juga tekanannya standar.

Perumpamaannya adalah persamaan termokimia dalam reaksi penguapan, H2O(l) → H2O(g) ∆H = +44,05kJ.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi juga perubahan entalpi pembentukan standar pengatoman senyawa (∆Ha). Memiliki pengertian perubahan entalpi saat 1 mol atom yang dalam bentuk gas.

Terbentuk dari senyawa yang berbentuk fisik ketika kondisinya standar. CH4(g) → C(g) + 4H(g) ∆H =+1662 kJ. Terakhir adalah entalpi pelarutan (∆Hcl) dan peleburan (∆Hfus).

Peleburan standar merupakan perubahan 1 mol menjadi cair pada tekanan dan titik lebur yang standar. H2O(s) → H2O(l) ∆H = +6,01 kJ pada reaksi peleburan termokimia.

Selanjutnya untuk pelarutan standar, perubahan yang akan terjadi ketika dalam 1 mol zat berubah menjadi larutan. Untuk perumpamaannya adalah NaOH(s) → NaOH(aq) ∆H = +50 kJ pada persamaan termokimia.

Kunci dalam Menghitung

Supaya Anda bisa lebih mudah untuk menghitung pembentukan entalpi perubahan standar, ternyata terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan. Saat reaksinya dibalik, maka ΔH sama. Tetapi tandanya berganti. Semula menjadi positif menjadi negatif, atau sebaliknya.

Apabila elemen saat kondisi standar, tidak perlu ditakuti dalam kalkulasi entalpi. Alasannya adalah elemen tersebut sedang dalam kondisi standar, yaitu nol. Untuk perubahan entalpi reaksi bisa untuk kita hitung, berasal dari entalpi yang sudah dibentuk oleh produk dan reaksinya.

Terakhir adalah ketika terdapat reaksi setara yang akan kita kalikan dengan bilangan pengali. ΔH besarannya juga harus kita kalikan dengan bilangan yang sama. Nah, pahami penjelasan perubahan entalpi pembentukan standar. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -