Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita TerbaruProses Terjadinya Aurora dengan Cahaya Menyala Warna-Warni di Langit

Proses Terjadinya Aurora dengan Cahaya Menyala Warna-Warni di Langit

Proses terjadinya aurora menjadi fenomena yang cukup menarik. Aurora merupakan sebuah fenomena alam dengan banyaknya cahaya yang menyala dan menarik di langit malam. Penampakan tersebut sangatlah indah dan memukau.

Mungkin banyak orang yang tidak bisa menikmati penampakan langit ini. Hanya beberapa negara yang bisa menikmatinya dan jauh dari garis khatulistiwa. Banyak wisatawan asing yang berusaha untuk menikmati fenomena alam aurora.

Sayangnya, fenomena tersebut tidak bisa terlihat dari Indonesia. Untuk melihat aktivitas fenomena tersebut hanya di sekitar kutub utara dan kutub selatan. Kebanyakan orang lebih menyukai kawasan utara karena terlihat lebih jelas.

Baca Juga: Matahari Terbit Lebih Awal Beberapa Hari Kedepan di Daerah Tertentu

Aurora merupakan pancaran cahaya yang menyala dan bergerak melalui lapisan ionosfer. Tak heran bila terjadi interaksi antara medan magnetik dengan partikel udara. Dalam hal ini, fenomena aurora bisa terlihat melalui sekitar kutub bumi.

Pahami Proses Terjadinya Aurora, Fenomena Menarik

Fenomena aurora memancarkan partikel yang bermuatan dengan energi tinggi dari matahari. Orang-orang banyak mengenal fenomena dengan nama angin matahari (solar wind). Tentunya memiliki kecepatan angin sekitar 300.000 hingga 1.000.000 meter per detik.

Mengalami kerapatan sekitar 0.1 hingga 30 cm persegi. Angin tidak bisa langsung tersentuh dengan Bumi karena memiliki medan magnet. Hal ini membuat kerapatan atmosfer mencapai kurang lebih 1.019 partikel per sentimeter kubik.

Nantinya akan terjadi kemungkinan bahwa solar wind menyentuh Bumi semakin kecil. Partikel angin matahari bisa menembus atmosfer Bumi. Sehingga terjadi tabrakan antar molekul udara.

Hal tersebut menyebabkan proses terjadinya aurora berwujud cahaya yang memancar ke langit. Terdapat sinar yang membentuk molekul dari molekul udara sehingga menyerap energi dari partikel angin matahari. Hal ini bisa memancarkannya dalam bentuk cahaya yang tampak.

Warna-warni yang tampak berasal dari benturan antara molekul udara dengan partikel angin matahari. Contohnya ada warna hijau yang merupakan hasil dari partikel elektron dengan molekul nitrogen. Sedangkan adanya warna merah berasal dari partikel elektron dan molekul oksigen.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Terlama Abad Ini pada November 2021, Catat!

Alasan Terjadinya Aurora

Banyak alasan yang menyebabkan proses aurora bisa memunculkan tersebut, yaitu:

Medan Magnet Matahari Tak Stabil

Dalam hal ini, medan magnet matahari yang tidak stabil bisa menyebabkan pembentukan sun spot atau bintik matahari. Bintik tersebut adalah area gelap matahari dan area dingin matahari. Ukurannya bisa mencapai 50.000 kilometer dengan suhu 3800 derajat Kelvin.

Ledakan Sun Spot yang Menyebabkan Badai Matahari

Kemudian proses terjadinya aurora karena keadaan medan magnet yang semakin tidak stabil. Akibat tingginya intensitas aliran konveksi pada pusat matahari menyebabkan suhu dingin pada sun spot. Terjadinya tekanan arus membuat sun spot jebol sehingga membentuk flare atau lidah api.

Dalam hal ini, partikel bermuatan akan menyebabkan terjadinya proses badai matahari yang melontar ke Bumi. Sehingga proses terjadinya aurora tersebut bisa berlangsung dengan baik.

Adanya Lontaran Badai Matahari Masuk ke Bumi

Magnetosfer adalah lapisan langit yang berpengaruh pada garis daya magnet Bumi. Fungsinya untuk melindungi Bumi dan seisinya dari terjangan benda maupun partikel ruang angkasa. Sehingga sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.

Proses terjadinya aurora membuat garis medan magnet melingkupi Bumi dengan jarak 10 kali radius Bumi. Pada sisi Bumi yang malam mulai mencapai ratusan kali dari jari-jari Bumi itu sendiri.

Saat pertama kali badai matahari mencapai Bumi, maka partikel yang terbawa oleh angin surya. Dalam hal ini, terbagi menjadi dua berbelok ke sekeliling Bumi pada suatu area atau magneto health. Sedangkan bagian kedua ada sebagai partikel yang masuk ke dalam lapisan atmosfer.

Pada bagian partikel yang menembus tidak dapat masuk ke atmosfer Bumi. Masih harus menghadapi pertahanan kedua dari Bumi. Dalam proses terjadinya aurora ini, sabuk radiasi van allen adalah sebutan dari peristiwa tersebut.

Partikel Angin Terjebak pada Atmosfer

Ketika partikel masuk ke atmosfer terjebak pada sabuk van allen, maka partikel angin matahari menggerakkan sejumlah besar listrik. Dalam hal ini, membawa listrik ke medan magnet terkuat pada Bumi di kutub selatan dan utara.

Ketika dekat dengan medan magnet Bumi, aurora terlihat semakin besar dan jelas. Begitu juga sebaliknya ketika menjauh dari kutub, maka medan magnet Bumi semakin lemah. Proses terjadinya aurora sangat menarik dan menjadi perhatian banyak orang. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -