Minggu, Desember 5, 2021
BerandaBerita TerbaruSahabat Nabi Mush'ab bin Umair Tinggalkan Kemewahan untuk Islam

Sahabat Nabi Mush’ab bin Umair Tinggalkan Kemewahan untuk Islam

Sahabat nabi Mush’ab bin Umair ternyata mempunyai kisah yang mengagumkan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya Rasulullah SAW beserta para sahabat dengan begitu gencarnya untuk mempertahankan serta menyebarkan agama Islam.

Mush’ab sendiri juga termasuk dalam salah satu sahabat nabi yang mempunyai gelora serta ghirah yang tak pernah padam untuk misi tersebut. Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwasanya Mush’ab Bin Umair ini ialah pemuda kaya kaum Quraisy.

Sahabat nabi ini lahir setelah Rasulullah SAW lahir. Jika Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun 571 Masehi, Mush’ab lahir pada tahun 585 Masehi. Ibunya sendiri dahulu sangat memanjakannya. Bahkan saat ia tidur, terdapat hidangan bejana makanan.

Bisa dikatakan, Mush’ab ini adalah pemuda yang mendapatkan kenikmatan dunia. Tambah lagi kasih sayang ibunya yang tak pernah membuat ia kesulitan dalam hidup serta kekurangan perihal nikmat.

baca juga: Hikmah Maulid Nabi Menyadarkan Manusia Sebagai Umat Manusia

Kisah Sahabat Nabi Mush’ab bin Umair Masuk Islam

Seperti penjelasan pada bagian sebelumnya yang menyatakan bahwa dahulunya sahabat nabi Mush’ab bin Umair hidup di lingkungan jahiliyah. Ia menyembah berhala, pesta, nyanyian serta pecandu khamer.

Namun, Allah memberikan cahaya di hatinya. Sehingga menyebabkan ia mampu untuk membedakan mana agama yang lurus dan menyimpang.

Mana yang merupakan ajaran dari seorang nabi utusan Allah dan yang hanya sekedar warisan nenek moyang saja. Dengan sendirinya, ia bertekad serta menguatkan hati untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad lantas memeluk agama Islam.

Berkaitan dengan hal tersebut, Mush’ab mendatangi rumah Rasulullah serta menyatakan keimanannya. Setelah sahabat nabi Mush’ab bin Umair tersebut masuk Islam, ia menyembunyikan keislamannya kepada sahabat yang lainnya.

Tujuannya adalah guna menghindari intimidasi dari kaum kafir Quraisy. Meskipun dalam keadaan yang sesulit itu, akan tetapi Mush’ab tetap datang ke majelis Rasulullah, menambah pengetahuan tentang agama Islam. Sampai pada akhirnya, ia menjadi sahabat nabi yang mempunyai ilmu paling dalam.

Perlu Anda ketahui juga, ternyata setelah sahabat nabi Mush’ab bin Umair tersebut memeluk agama Islam, ia menderita secara materi. Kenikmatan materi yang dulu pernah ia rasakan kini tidak ia rasakan kembali.

Sempat juga, ia tidak mendapatkan pakaian yang cocok untuk dirinya. Bukan hanya itu saja, melainkan ia juga merasakan penyiksaan secara fisik yang menyebabkan kulitnya mengelupas serta tubuhnya menderita.

Tambah lagi, di saat ia merasakan kesakitannya tersebut, Mush’ab harus melihat ibunya memotong rambut, tidak makan, serta tidak minum. Kemudian berjemur di tengah panasnya terik matahari.

Tujuan sang ibu melakukan hal bodoh tersebut adalah supaya anaknya keluar dari Islam. Faktanya, sahabat nabi Mush’ab bin Umair tersebut tidak goyah dan tetap teguh dengan keimanannya kepada Allah SWT.

baca juga: Buraq Kendaraan Nabi Mengantarkan Ke Sidratul Muntaha

Sosok Duta Islam Pertama

Karena Mush’ab bin Umair merupakan sahabat nabi yang cerdas dan mempunyai ilmu dalam, menyebabkan Nabi Muhammad SAW mengutusnya untuk berdakwah di Kota Madinah. Ia juga merupakan sahabat nabi yang utama. Pertama kali ia datang di Madinah, Mushab bin Umair tinggal di rumah As’ad bin Zurarah.

Kemudian Mush’ab bin Umair melanjutkan tugasnya untuk mengajarkan serta mendakwahkan ajaran Islam kepada penduduk negeri Yatsrib tersebut. Termasuk juga mengajak tokoh utama yakni Saad bin Muadz.

Hingga pada akhirnya, sebagian penduduk Madinah memeluk agama Allah. Disebabkan jerih payah Mush’ab bin Umair ini, Rasulullah menjadikan Madinah tempat pilihan untuk hijrah.

baca juga: Sarah Istri Nabi Ibrahim Paras dan Akhlak Cantik, Teladan Bagi Muslimah

Wafatnya Sahabat Mulia

Dalam peperangan, Mush’ab bin Umair mempunyai tugas untuk memegang bendera. Saat Perang Uhud tiba, Mush’ab bin Umair juga membawa bendera perang.

Lalu datanglah Ibnu Qumaiah Al-laitsi yang merupakan pasukan musyrik. Ibnu Qumaiah mengira bahwa Mush’ab itu merupakan Rasulullah.

Lantas, ia menebas tangan kanan sahabat Nabi Mush’ab bin Umair sampai terputus. Mengetahui hal tersebut, membuat sahabat nabi membaca Al-Quran surat Ali Imran ayat 144.

Selanjutnya ia meletakkan bendera perang di tangan kirinya. Tetapi, tetap saja penunggang kuda dari pasukan musyrik tersebut menebas tangan kiri Mush’ab sampai terputus.

Tidak cukup itu saja, mengetahui bahwa sahabat nabi tersebut mendekat bendera perang di dadanya, dengan tetap membaca surat Ali Imran ayat 144, pasukan musyrik tersebut menggunakan anak panah untuk merobohkan dan jatuhlah bendera tersebut.

Nah, di situlah Mush’ab gugur. Hal itu yang menyebabkan Nabi Muhammad memberikan bendera kepada Ali bin Abi Thalib. Tepatnya, Mush’ab bin Umair wafat setelah 32 bulan hijrahnya Rasul ke Madinah atau pada saat itu usianya adalah 40 tahun.

Sungguh mulia bukan jasa-jasa sahabat nabi yang satu ini? Bahkan, ia tidak peduli dengan ibunya karena menghendaki anaknya untuk keluar dari agama Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwasannya agama Islam itu merupakan agama yang sempurna.

Selain itu, dalam agama Islam juga mengajarkan untuk tidak mematuhi perintah orang tua yang mengajarkan tentang suatu hal tidak benar atau menyimpang dari ajaran Islam. Oleh sebab itu, marilah kita jadikan kisah dari sahabat nabi Mush’ab bin Umair sebagai teladan dan penyemangat dalam berdakwah. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -