Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita BisnisTanaman Bisa Menghasilkan Emas Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Tanaman Bisa Menghasilkan Emas Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Tanaman bisa menghasilkan emas diketahui ternyata banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman tersebut mampu mengekstrak emas, yaitu menyerap kandungan logam berat, salah satunya logam mulia.

Melansir dari laman resmi IPB University, dalam pemaparan Orasi Ilmiah, Prof. Hamim, Guru Besar Tetap FMIPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University menjelaskan bahwa, logam berat ini berupa komponen yang tidak gampang terdegradasi.

Bahkan keberadaannya dalam tanah bisa mencapai hingga ratusan tahun lamanya. Karena toksisitas logam berat pada tumbuhan menyebabkan penghambatan terhadap fotosintesis.

Selain itu, pertumbuhan tajuk dan akar bisa mengakibatkan terjadinya penurunan produksi hingga menyebabkan kematian.

Prof. Hamim juga menjelaskan, logam berat dapat menyebar lewat rantai makanan dengan cara biologis. Hal ini membahayakan bagi kesehatan manusia.

Baca Juga : Jenis Tanaman Liar yang Aman Dimasak untuk Dikonsumsi

Tanaman Bisa Menghasilkan Emas Apa Saja?

Tumbuhan mempunyai mekanisme fisiologis dan memungkinkan untuk menyerap kandungan logam berat yang berasal dari lingkungannya.

Tanaman ini bermanfaat sebagai pembersih lingkungan atau dikenal sebagai fitoremediasi. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat melakukan penyerapan logam berat dengan jumlah besar dari dalam jaringannya. Ini biasa disebut sebagai tumbuhan hiperakumulator.

Selain bermanfaat dalam fitoremediasi, tanaman ini juga dapat Anda gunakan saat melakukan penambangan logam yang mempunyai nilai ekonominya tinggi, seperti platinum, emas, perak, nikel, dan talium. Atau untuk suatu kegiatan atau sebagai fitomining.

Dengan begitu, tanaman bisa menghasilkan emas. Biasanya tumbuhan hiperakumulator banyak terdapat dalam wilayah yang memiliki kandungan logamnya tinggi. Seperti misalnya tanah ultramafic dan serpentine.

Indonesia Miliki Potensi Besar di Dunia

Indonesia termasuk sebagai negara terbesar dunia yang memiliki lahan ultramafic. Lokasi lahan tersebut meliputi Kalimantan, Sulawesi, kemudian wilayah Maluku hingga Papua.

Baca Juga : Jenis Tanaman Pengusir Nyamuk, Letakan di Beranda atau Teras Rumah

Meski begitu, kata Prof. Hamim, potensi jenis tumbuhan hiperakumulator pada daerah tersebut belum tergali optimal.

Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian berbagai pihak agar potensinya dapat tergali. Serta dimanfaatkan untuk fitomining dan fitoremediasi.

Menurutnya, selain jenis tanaman hiperakumulator yang hidup pada wilayah ultramafic, ada juga beberapa jenis tanaman yang menghasilkan non-edible oil (minyak non-pangan). Seperti pohon jarak pagar dan jarak kastor.

Kemudian, tanaman mindi atau melia azedarach, serta tanaman tanaman penghasil minyak atsiri dan kemiri sunan. Seperti vetiver yang juga memiliki potensi besar sebagai agen fitomining maupun fitoremediasi.

Prof. Hamim mengungkap bahwa, dari hasil penelitian membuktikan jenis-jenis tanaman yang bisa menghasilkan emas tersebut mampu bertahan tumbuh dalam media cair yang mengandung Pb, Hg. Serta media tailing untuk tambang emas.

Dari empat spesies yang menghasilkan minyak non-pangan, tanaman kemiri sunan termasuk tanaman yang paling tahan terhadap logam berat serta tailing tambang emas.

Ada juga beberapa tanaman yang dapat menghasilkan emas ini tumbuh sekitar tambang emas bisa menjadi alternatif sebagai sumber genetik bagi tanaman hiperakumulator logam emas.

Baca Juga : Jenis Tanaman Pengusir Ular, Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

Peneliti Eksplorasi Tanaman Sekitar PT Antam

Dari hasil eksplorasi tanaman yang ada seputar tailing serta pertambangan emas milik PT Antam UBPE Pongkor. Rata-rata jenis tanaman yang tumbuh pada lokasi itu memiliki kemampuan mengakumulasi logam emas. Walaupun pada kadar yang relatif masih rendah.

Ia menyebutkan, jenis bayam-bayaman yang tumbuh seputar tailing mempunyai kemampuan akumulasi emas paling tinggi. Tapi karena biomassanya rendah maka potensi fitominingnya juga tergolong rendah.

Sedangkan, jenis tanaman lembang cukup tinggi mengakumulasi Au (logam emas). Dalam hal ini typha dapat menghasilkan emas 5 sampai 7 gram setiap hektarnya. Tentunya ini butuh eksplorasi yang lebih.

Sementara, dalam percobaan tersebut, peneliti memanfaatkan cendawan endofit septat gelap atau dark septate endophyte.

Terbukti cendawan mikoriza mampu membantu tanaman saat beradaptasi dengan lingkungan yang tercemar oleh logam berat.

Bahkan cendawan tersebut sebagai salah satu tanaman yang bisa menghasilkan emas dan membantu program fitoremediasi.

Ia menambahkan, penggunaan senyawa NH4SCN (ammonium tiosianat) sebagai ligan untuk pelarut emas juga mampu meningkatkan penyerapan logam emas oleh tanaman.

Serta meningkatkan biomassa pada tanaman. Ini menjadi potensi yang bagus untuk program fitomining pada tailing tmbang emas. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -